Eskalator Mendadak Berjalan Mundur 1 Orang Tewas dan 18 Lain Luka Parah


Seorang remaja 13 tahun tewas dan 28 orang lainnya terluka setelah sebuah eskalator di stasiun bawah tanah (subway) berjalan naik tiba-tiba mundur, Selasa (5/7/2011).

Kecelakaan itu terjadi pada saat jam sibuk. Eskalator yang seharusnya naik tiba-tiba bergerak mundur. Akibatnya orang-orang yang berada di atasnya berjatuhan. Remaja lelaki itu tewas setelah tertimpa puluhan orang .

Para saksi mata mengatakan, kejadian itu berlangsung tiba-tiba, tak lebih dari dua menit. Tiba-tiba terdengar suara aneh dari eskalator dan orang-orang yang berada di atasnya pun berjatuhan.

Dua puluh delapan korban langsung dilarikan ke rumah sakit, termasuk remaja lelaki yang tewas itu beserta ayah dan saudara perempuannya. Dua orang korban disebut mengalami luka serius.

Kecelakaan itu menimbulkan pertanyaan akan tingkat keselamatan sarana publik di China yang tergolong baru.

Pihak pengelola stasiun yang berlokasi di Kebun Binatang Beijing itu menolak memberi keterangan tentang kecelakaan itu. Mereka hanya menyatakan berbelasungkawa pada para korban.

Pihak berwenang tengah menyelidiki kasus kerusakan pada sarana publik itu. Pemerintah pun memerintahkan pemeriksan terhadap semua eskalator di stasiun-stasiun lain.

Sistem kereta api bawah tanah di Beijing mulai beroperasi pada 1969 dan berkembang secara cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan lebih dari 170 stasiun dan rel sepanjang 402 km, Beijing memiliki salah satu sistem subway terpanjang dunia.

Kejadian itu mengagetkan para penggunanya. “Sangat tidak bisa dipercaya. Saya kecewa pada sistem transportasi publik Beijing,” kata Olivia Li, mahasiswa Universitas Renmin yang biasa menggunakan jalur itu.

Kecelakaan di pusat perbelanjaan kembali terjadi. Nasib naas kali ini dialami Vanesa (4), anak salah satu pengunjung Mal Ramayana Kudus, ketika turun dari tangga eskalator. Tiba-tiba, tangan anak balita tersebut terjepit di antara rongga eskalator.

Menurut Tini (30), ibu korban, di Kudus, Minggu (1/2), peristiwa tersebut terjadi ketika dia hendak turun dari Lantai 2 Mal Ramayana, Sabtu malam sekitar pukul 20.00, melalui tangga eskalator. “Sesampainya di tengah-tengah tangga, anak saya yang berada di sebelah kiri jongkok,” ujarnya.

Tini panik setelah mengetahui tangan kiri anaknya terjepit di antara rongga eskalator. Beruntung, petugas Mal Ramayana yang mengetahui kejadian itu segera mematikan tangga elektronik setelah tangga berjalan sekitar dua meter.

Luka lebih parah pun dapat terhindarkan karena anak tangga eskalator belum melewati dasar tangga. Selang beberapa menit, teknisi tangga eskalator segera memberikan bantuan dengan membuka salah satu anak tangga eskalator untuk menarik tangan Vanesa yang terjepit. Sepuluh menit kemudian, proses evakuasi tersebut selesai.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mardirahayu, Kudus, untuk mendapatkan pertolongan. Tim medis segera melakukan operasi otot jari karena luka pada punggung dan telapak tangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s