Umar Patek dan Istri Mengemis Di Paksitan Untuk Menyambung Hidup Sebelum Menyerahkan Diri Pada Polisi Pakistan


Teka-teki keberadaan Umar Patek di Pakistan mulai terkuak. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai mensinyalir ia berupaya bertemu dengan pemimpin Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin. Laporan dari Inggris juga mengungkapkan Umar sempat terlunta-lunta bahkan mengemis di jalanan di Pakistan.

Umar Patek ditangkap di Abbottabad, Pakistan, kota yang sama dengan lokasi penyergapan Usamah oleh tentara Navy SEALs Amerika Serikat, Ahad lalu.

“Belum ada bukti bahwa dia bertemu, tapi yang jelas dia ditangkap di wilayah yang sama dengan keberadaan Osama,” kata Ansyaad di Gedung DPR kemarin. Dikatakannya, indikasi itu diketahui dari tertangkapnya buron teroris yang berasal dari negara lain, yang pada hari penangkapan Patek juga berada di lokasi yang sama.

“Bukan Umar Patek sendiri. Ada beberapa gembong teroris dari beberapa negara yang juga ada di sana, di tempat yang sama dan pada waktu yang sama,” ujarnya.

The Telegraph kemarin juga melaporkan bahwa pejabat lain di Indonesia mengatakan Patek dan istrinya terbang ke Pakistan dengan nama-nama palsu untuk mencari “dukungan dan perlindungan” Osama karena merasa telah gagal.

Adapun di Abbottabad, Pakistan, The Telegraph mewawancarai Abdul Hamid Sohail, seorang warga yang sempat menampung Patek dan istrinya karena “alasan kemanusiaan” dan kemudian melaporkan keberadaannya pada polisi Pakistan. Patek diduga menjadi pintu awal menuju ke penyerbuan kediaman Osama.

Sohail mengisahkan Patek dan istrinya ditemui putranya dalam keadaan lapar, hampir mati dan mengemis di jalanan. Namun, Patek tak membuat kontak dengan siapa pun atau pemimpinnya selama tinggal di ruang tamunya. Dia tampak seperti orang mati kala dibawa keluar oleh seorang tentara komando Pakistan dalam penggerebekan pada 25 Januari lalu.

Pasukan komando, kata Sohail, menyeret keluar istri Patek dengan menjambak rambutnya. Mereka juga sempat menembaki kamar Patek dan meninggalkan bercak-bercak darah di lantai.

Ketika selama sembilan hari tinggal di rumahnya, pasangan itu tidak berusaha meninggalkan kamar mereka. Sohail yakin mereka mungkin berharap membuat kontak dengan Osama hingga mereka cukup kuat bergerak. Namun akhirnya lebih dahulu tertangkap serta membocorkan tempat rahasia Osama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s