Warga Super Kaya India Kian Glamor Sementara Warga Super Kaya Rusia dan Afrika Selatan Gemar Bersedekah


Inilah buah manis dari pertumbuhan ekonomi. Di samping China yang menjadi buah bibir, India juga menikmati pertumbuhan tinggi dengan menghasilkan para warga superkaya. Sekitar 93 persen warga superkaya India berlomba membeli jet dan yacht.

Inilah karakter utama warga superkaya India. Ini berbeda dengan karakter warga superkaya Afrika Selatan dan Rusia yang lebih suka bersedekah an beramal. Demikian hasil sebuah survei yang dijaring Citigroup Inc dengan 5.000 responden pemilik uang masing-masing minimal 100 juta dollar AS (sekitar Rp 900 miliar).

Dari jajak pendapat itu ditemukan bahwa 93 persen warga superkaya India memilih hidup glamor. Hal ini tertuang dalam laporan ”Wealth Report” 2011 yang dilakukan Citigroup Inc bersama Knight Frank, pengelola properti supermewah dunia.

Warga superkaya Rusia lebih memilih menjadi dermawan dengan beramal dan bersedekah.

Namun, ada informasi lain dari laporan itu bahwa warga superkaya dunia masih memilih London dan New York sebagai tempat favorit mereka. Hal itu terlihat dari maraknya pembelian properti mewah di kota itu.

Kota lain yang menjadi pilihan warga kaya itu adalah Shanghai, Beijing, dan Hongkong walau masih jauh dari popularitas London dan New York.

Para warga kaya dunia juga memilih kota Paris sebagai tempat pelesir karena dianggap paling romantis. New York juga menjadi pilihan untuk kategori lain, yakni dianggap sebagai kota hedonis, diikuti Hongkong dan Tokyo. Warga superkaya dari kalangan pebisnis memilih Shanghai, Hongkong, dan Beijing sebagai tempat untuk melampiaskan kebahagiaan mereka.

Jangan berharap turun

Berita lain yang juga menarik adalah munculnya kekayaan baru akibat kenaikan harga minyak. Ini dialami kalangan spekulan di bursa komoditas, khususnya mereka yang senang menernakkan uangnya dalam transaksi minyak.

Spekulan di pasar minyak berhasil meraih keuntungan besar akibat kemelut sosial-politik di kawasan Timur Tengah. Bahkan, para spekulan itu berhasil mendongkrak harga minyak ke level yang lebih tinggi meski tidak ada alasan fundamental kuat di balik kenaikan harga minyak dunia tersebut.

Hal itu diutarakan Fu Chengyu, Kepala China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), raksasa perusahaan minyak asal China, di Los Angeles, AS, Selasa (6/4/2011). Dia sedang berkunjung ke AS.

Fu menambahkan, kecil harapan akan turunnya harga minyak dalam waktu dekat. Ini merupakan hasil permainan para spekulan, yang terus memanfaatkan aspek psikologis pasar yang khawatir akan kemelut di Timur Tengah, lokasi utama penghasil minyak mentah dunia.

”Ini sungguh merupakan keprihatinan besar bagi dunia,” kata Fu. Pernyataannya merujuk kepada kenaikan harga minyak yang pada akhirnya merampas tidak langsung kantong-kantong warga di seantero dunia. Hal ini secara tidak langsung akan memiskinkan banyak orang.

Kenaikan harga minyak akan mendorong kenaikan harga komoditas lain, yang selanjutnya menaikkan inflasi dan cepat atau lambat menurunkan daya beli warga dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s