Standar Ganda Iran: Mendukung Gerakan Rakyat Mesir Tetapi Membunuh Rakyat Yang Berdemonstrasi


Para anggota parlemen pembuat kebijakan di Iran mengutuk keras unjuk rasa berujung bentrok dan kematian salah seorang demonstran, Senin (14/2). Mereka juga menyerukan hukuman mati terhadap para pemimpin dan tokoh oposisi Iran yang dinilai bertanggung jawab atas aksi unjuk rasa besar-besaran itu.

Seruan dan kecaman itu tampak dalam tayangan stasiun televisi Press TV, Selasa. Secara terang-terangan mereka meminta tokoh oposisi dieksekusi dengan dihukum gantung. ”Mousavi, Karroubi, eksekusi mereka!” seru para anggota parlemen Iran dalam tayangan itu.

Selain menyebut nama tokoh oposisi Mir Hossein Mousavi dan Mehdi Karroubi, para anggota parlemen tersebut juga menyebut nama mantan Presiden Mohammad Khatami sebagai orang yang ikut bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.

Iran diguncang unjuk rasa besar-besaran, yang dimotori kalangan muda. Aksi itu diyakini terinspirasi gerakan massa di Mesir, yang berhasil menumbangkan rezim Presiden Hosni Mubarak yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Para pemimpin Iran sebelumnya mengeluarkan pernyataan memuji kesuksesan aksi rakyat di Mesir. Namun, mereka dinilai justru bersikap kontradiktif dengan bersikap keras menangani aksi unjuk rasa sejenis yang terjadi Senin lalu.

Dalam unjuk rasa yang dinilai jauh lebih besar daripada aksi serupa tahun 2009 itu, seorang pengunjuk rasa tewas ditembak. Insiden itu terjadi setelah pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan pasukan Garda Republik Iran.

Situasi di Teheran sempat kacau dan aparat menembakkan gas air mata untuk menghalau demonstran. Aparat keamanan dan Pemerintah Iran juga mengambil langkah keras dengan menetapkan sejumlah tokoh oposisi sebagai tahanan rumah, antara lain Mousavi dan Karroubi.

Untuk menghindari efek yang terjadi di Mesir, Pemerintah Iran memutus saluran telepon seluler dan akses internet. Mereka juga melarang jurnalis asing masuk ke Iran dengan cara mempersulit dan menolak pengurusan visa.

Namun, tayangan kekerasan polisi dan Garda Republik terhadap pengunjuk rasa itu lolos masuk dalam situs YouTube. Selain menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa, aparat juga memukuli mereka dengan tongkat.

Barat mengecam

Sejumlah negara Barat, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Eropa, meminta Pemerintah Iran, terutama aparat keamanan, bisa menahan diri. Mereka juga mengingatkan dukungan Pemerintah Iran dalam aksi unjuk rasa yang berhasil menggulingkan rezim Mubarak di Mesir.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton memuji ”keberanian” dan ”aspirasi” pengunjuk rasa Iran dan menasihati Pemerintah Iran agar meniru Mesir dengan bersikap terbuka.

”Kami berharap oposisi dan orang-orang berani di jalan-jalan sepanjang Iran punya kesempatan sama seperti rekan-rekan mereka di Mesir kemarin,” ujar Clinton saat bertemu Kongres AS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s