Pencari Suaka Tewas di Selatan Pangandaran


Sebuah kapal kayu yang penuh dengan pencari suaka menabrak karang-karang tajam. Ini terjadi di tengah amukan badai di lepas pantai Christmas Island (Pulau Natal), Australia, Rabu (15/12). Lokasi kejadian tidak jauh dari selatan Provinsi Jawa Barat.

Gulungan ombak melempar mereka ke laut yang bergolak. Sedikitnya 27 orang dan belasan orang hilang. Warga pulau, yang terletak di atas tebing karang, menyaksikan dengan perasaan ngeri.

Mereka melihat saat kapal, yang membawa sekitar 70 orang penumpang, pecah dengan menghasilkan bunyi gemeretak. Ombak mengempaskan penumpang laki-laki, perempuan, dan anak-anak ke batu-batu karang itu.

”Sangat mengerikan. Orang-orang itu seperti diremukkan. Ada jenazah, dan anak-anak tewas. Semuanya terasa amat mengerikan,” kata Simon Prince, seorang warga.

Pihak berwenang belum menyebutkan kebangsaan para korban. Badan Bea dan Cukai dan Perlindungan Perbatasan, Rabu, menyatakan, 27 jenazah telah ditemukan. Sebanyak 41 orang yang masih hidup ditarik dari laut dan satu orang mencapai pantai dengan upaya sendiri.

”Usaha penyelamatan dilakukan dalam kondisi sangat sulit dan berbahaya. Pencarian dan penyelamatan masih berlangsung,” demikian pernyataan lembaga itu.

Perdana Menteri Negara Bagian Australia Barat Colin Barnett membenarkan kejadian itu.

”Royal Flying Doctor Service mengirim dokter-dokter ke pulau itu untuk merawat 30 korban yang cedera,” kata Joeley Pettit-Scott, jubir kelompok itu.

Tiga pasien cedera kritis, dua pria cedera di bagian kepala, dan seorang perempuan mengalami bantingan ombak di bagian perut.

Kapal itu menyelundupkan manusia, tetapi belum jelas dari mana asal para penumpang.

Pulau Natal masuk ke dalam wilayah Australia, tetapi sangat dekat ke Indonesia dibandingkan ke daratan Australia. Pulau ini kerap menjadi sasaran para pencari suaka dan memiliki sebuah pusat penahanan.

Australia merupakan sebuah tujuan utama bagi orang-orang dari negara-negara miskin yang porak poranda karena perang seperti Afganistan.

Korban jiwa diperkirakan lebih banyak lagi karena masih ada yang hilang. Kapal itu hancur sekitar pukul 06.00 WIB. ”Kami melemparkan tali dari atas tebing dan berapa ratus jaket pelampung. Sekitar 15 atau 20 orang berhasil mendapat jaket pelampung itu. Akan tetapi, jenazah sudah telanjur berserakan di laut,” kata seorang warga.

Kapal Indonesia

Seorang yang selamat mengatakan kepada polisi Australia, ada sekitar 70 sampai 80 orang dalam kapal yang tampaknya merupakan kapal milik Indonesia. Polisi menduga sebagian besar penumpang adalah warga Irak.

Foto dan video yang diambil oleh para saksi mata memperlihatkan kapal kayu itu terempas ke karang-karang dan pecah. Gambar-gambar itu juga memperlihatkan orang-orang yang terapung-apung.

Tidak jelas apakah mereka masih hidup atau sudah tewas. Kapal itu memiliki panjang sekitar 6 sampai 9 meter dan memiliki kabin yang tertutup selembar kain atau plastik.

Prince, warga yang tinggal dekat tebing, lokasi kapal terempas, mengatakan, dia terbangun karena suara yang dia kira sorakan orang-orang. Dia lalu berjalan ke tebing dan mendengar teriakan-teriakan minta tolong dari kapal, yang mati mesin.

Ketika kapal menghantam karang, ada bunyi gemeretak dan penumpang terlempar. Sebagian penumpang berusaha menjangkau pantai. Kapal-kapal AL dan Bea dan Cukai Australia yang sedang berada di sisi lain pulau itu dikerahkan untuk penyelamatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s