Kurdi Ingin Merdeka


Presiden Otoritas Wilayah Kurdistan yang juga Ketua Partai Demokrat Kurdi Masoud Barzani dalam kongres KDP di Irbil, Sabtu (11/12), meminta hak Kurdi untuk bisa menentukan nasib sendiri.

”Pada berbagai kongres partai sebelum ini, kami selalu menegaskan, rakyat Kurdi memiliki hak itu. Hari ini kami juga tetap meminta hak itu dan berjuang secara damai untuk mencapainya,” tegas Barzani.

Kongres Partai Demokrat Kurdi (KDP) itu bertema ”Pembaruan, Keadilan, dan Hidup Bersama”. Barzani menyatakan, tuntutan itu sesuai dengan situasi politik masa depan. Dia meminta tuntutan itu dikaji, dianalisis, dan dipelajari.

Negara sendiri

Pernyataan Barzani menunjukkan impian rakyat Kurdi memiliki negara sendiri tidak pernah pupus sejak zaman kuno hingga sekarang. Sejak ambruknya Dinasti Media (653-625 SM) yang berkuasa di wilayah Mesopotamia utara dan Anatolia timur (wilayah Kurdistan sekarang), rakyat Kurdi tidak pernah lagi berada di bawah satu kekuasaan regional.

Rakyat Kurdi setelah itu berada di bawah kekuasaan berbagai imperium, mulai dari Romawi, Persia, Umayyah (era Islam), Abbasia (era Islam), Ottoman (era Islam), kemudian di bawah otoritas empat negara, yaitu Turki, Irak, Iran, dan Suriah (era negara bangsa sejak abad ke-20).

Rakyat Kurdi pernah mendirikan Republik Mahabad pada tahun 1946 di wilayah Kurdistan Iran. Namun, Republik Mahabad ambruk setelah diganyang pasukan Pemerintah Iran saat itu.

Rakyat Kurdi kini diperkirakan berjumlah sekitar 40 juta jiwa, yang tersebar di Turki tenggara, Irak utara, Iran barat daya, dan Suriah timur laut.

Menurut Profesor Ilmu Politik Universitas Sulaimaniyah, Irak, Jazatufi Talib, semua persyaratan bagi berdirinya negara sudah terwujud di wilayah Kurdistan, yaitu batas wilayah, rakyat, sumber ekonomi, dan akses ke laut.

Menurut Talib, hambatan utama bagi terwujudnya negara Kurdistan adalah sikap negara-negara tetangga, seperti Turki, Iran, Suriah, dan Irak, yang menolak keras berdirinya negara Kurdi.

Namun, lanjut Talib, jika ada perubahan kekuasaan di Iran, Turki, dan Suriah yang lebih moderat dan reformis, tidak menutup kemungkinan bagi berdirinya negara Kurdi.

Barzani menyatakan, KDP menempatkan tuntutan tersebut dalam konteks pragmatisme.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s