Uni Eropa Terpecah


Perpecahan di antara negara-negara Uni Eropa mengenai bagaimana cara memecahkan masalah krisis di Eropa semakin terasa. Pemimpin menteri keuangan Uni Eropa, Jean-Claude Juncker, Kamis (9/12), menyebut Jerman sebagai ”tidak mencerminkan Eropa”.

Alasannya karena Jerman menolak ide penerbitan obligasi bersama zona euro.

Direktur Pengelola Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn juga seolah menambah panas suasana dengan mengatakan situasi di Eropa masih parah. Menurut Strauss-Kahn, zona euro akan membukukan pertumbuhan ekonomi yang sangat kecil jika gagal bekerja sama mengatasi kesulitan ini.

Juncker sebelumnya mengusulkan agar diterbitkan obligasi bersama zona euro agar dapat membantu negara di zona euro yang kesulitan mengakses pasar finansial.

Juncker yang memimpin pertemuan menteri keuangan zona euro mengatakan kepada mingguan Jerman, Die Zeit, bahwa Berlin tidak melihat dengan teliti proposal yang diajukannya dan sudah menolak proposal itu mentah-mentah. Juncker mengatakan, sikap Jerman yang seperti itu akan mempersulit negara lain yang hendak meminjam uang.

”Mereka menolak ide penerbitan obligasi bersama itu tanpa mempelajarinya dengan saksama. Hal ini menciptakan tabu di kawasan Euro dan tidak mau mendengarkan ide pihak lain. Cara seperti itu sama sekali bukanlah sikap Eropa,” ujar Juncker yang juga menjabat sebagai perdana menteri Luksemburg.

”Sikap seperti itu sama sekali tidak membantu siapa pun di Eropa jika para tokoh Eropa menyebutkan satu sama lain kurang mencerminkan Eropa,” ujar juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert, dalam sebuah jumpa pers berkala di Berlin.

”Justru menghujat satu sama lain dan berbicara tentang orang lain tidak akan menghentikan kesulitan ini karena pasar jelas melihat saling tuding ini sebagai pertanda tidak kompaknya Eropa,” ujar Seibert lagi.

Merkel sendiri menyerukan agar para pemimpin di Eropa tetap tenang, sebelum pertemuan tingkat tinggi para pemimpin Eropa pada Jumat ini. Pertemuan itu akan membahas soal pembentukan mekanisme permanen untuk mengatasi krisis di zona euro. Mekanisme permanen ini disebut Merkel ”tidak banyak berubah” dari traktat sebelumnya. Merkel bahkan disebut-sebut mengancam keluar dari zona euro jika tidak ada kemajuan signifikan dalam pembahasan kesepakatan ini.

”Saya rasa kita harus bekerja sama dengan tenang dan fokus pada tujuan kita,” ujar Merkel.

Tingginya tingkat suku bunga yang dikenakan untuk penerbitan obligasi dari Irlandia dan Yunani membuat kedua negara itu meminta bantuan dari luar untuk memperbaiki keuangan mereka. Ada ketakutan bahwa negara lain seperti Portugal dan Spanyol mungkin akan turut terseret dengan kesulitan yang sama.

Akan tetapi, dalam pertemuan para menteri keuangan pekan ini, Jerman berpendapat bahwa ide Juncker tersebut tidak akan membawa kemajuan yang berarti.

Jerman juga menyatakan tidak perlu ada penambahan besarnya dana cadangan yang sebesar 750 miliar dollar AS.

Jerman khawatir jika ikut serta dalam penerbitan obligasi bersama itu akan membuat tingkat suku bunganya menjadi melonjak. Selama ini, tingkat suku bunga obligasi Jerman merupakan yang terendah karena risikonya rendah. Obligasi Jerman juga menjadi acuan bagi obligasi dari negara lain. Jika selisih antara obligasi Jerman dan negara lain semakin besar, obligasi negara lain semakin tidak berharga di mata para pelaku pasar karena dinilai mengandung risiko yang lebih tinggi.

Sementara itu, para menteri keuangan Eropa tampak melunak terhadap Yunani. Kemarin, Yunani menyatakan akan menunda pembayaran dana talangan yang sebesar 110 miliar euro. Komisioner Urusan Ekonomi Uni Eropa Olli Rehn menyatakan dapat menerima hal tersebut. Menurut jadwal, Yunani harus membayar utangnya sebesar 85 miliar euro pada tahun 2015, tetapi tampaknya jadwal ini akan mundur.

Harga minyak

Sementara itu, harga minyak semakin meningkat menjadi 89 dollar AS per barrel di pasar Asia kemarin. Salah satu penyebabnya adalah kurs dollar AS yang lemah dibandingkan dengan mata uang kuat lainnya.

Harga minyak untuk pengiriman Januari naik 94 sen menjadi 89,22 dollar per barrel.

Harga minyak menyentuh hingga harga 80 dollar AS per barrel pada pekan ini, menyentuh titik tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Kurs euro terhadap dollar AS naik menjadi 1,33110 dari 1,3261 per dollar AS walaupun masalah krisis utang di Eropa belum tampak ada perbaikan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s