Perang WikiLeaks Memanas


Para pendukung WikiLeaks terus mengobarkan perang data di internet dengan menyerang situs pihak-pihak yang dianggap anti-WikiLeaks. Sementara WikiLeaks terus membocorkan kawat rahasia yang menunjukkan rasa superioritas AS terhadap negara-negara lain.

Situs perusahaan kartu kredit Visa cabang Eropa (www.visaeurope.com) dan situs resmi Pemerintah Swedia (www.regeringen.se) menjadi sasaran terbaru kelompok aktivis peretas (hacktivist) bernama Anonymous.

Harian Aftonbladet di Swedia melaporkan, situs regeringen.se mati beberapa jam dari Rabu tengah malam hingga Kamis (9/12) dini hari. Sementara situs visaeurope.com masih belum bisa diakses dari Jakarta hingga Kamis petang.

Sebelumnya, kelompok hacktivist yang sama juga menyerang blog lembaga layanan keuangan ThePayPalBlog.com, situs bank PostFinance di Swiss, situs kantor jaksa penuntut Swedia, situs kantor pengacara dua wanita Swedia yang melaporkan pendiri WikiLeaks Julian Assange dalam kasus pelecehan seksual, dan situs dua politisi AS penentang WikiLeaks, yakni Sarah Palin dan Senator Joe Lieberman.

”Anonymous mengincar perusahaan-perusahaan yang telah memutuskan, dengan alasan apa pun, untuk tak berurusan lagi dengan WikiLeaks,” ungkap juru bicara Anonymous berjuluk Coldblood dalam wawancara dengan BBC Radio 4.

Coldblood mengatakan, Anonymous telah merekrut sedikitnya 4.000 peretas di seluruh dunia, yang siap menyerang pihak-pihak yang memiliki ”agenda anti-WikiLeaks” dalam sebuah gerakan yang dinamakan Operation Payback (Operasi Balas Dendam).

”Kami berusaha menjaga internet tetap bebas dan terbuka, tetapi beberapa tahun belakangan pemerintah (berbagai negara) mencoba membatasi kebebasan itu. Situs web yang tunduk pada kemauan pemerintah akan menjadi sasaran kami,” kata dia.

Superioritas AS

Bocoran terbaru dari WikiLeaks makin menunjukkan AS merasa superior terhadap negara lain dan bisa bertindak sewenang-wenang kepada siapa pun.

Dalam sebuah kawat tertanggal Februari 2007, AS meminta Jerman tak menangkap dan menahan 13 agen CIA yang terlibat kasus salah tangkap seorang warga negara Jerman, Khaled-el-Masri, pada 2003. Masri dituduh sebagai anggota Al Qaeda dan disiksa lima bulan di sebuah penjara rahasia di Afganistan sebelum dibebaskan.

Dalam kawat tersebut, AS mengancam apabila Jerman jadi menangkap para agen CIA itu, hubungan Jerman-AS akan terganggu. Jerman akhirnya membatalkan surat perintah penahanan terhadap mereka.

Dalam kawat lain tertanggal 23 Februari 2010, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Afrika Johnnie Carson menyebut China sebagai ”kompetitor ekonomi yang sangat agresif, jahat, dan tak bermoral” dalam sebuah pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak di Nigeria.

Lebih dari 1.600 perusahaan China menanam investasi senilai 1,44 miliar dollar AS di Afrika pada 2009. ”China berada di Afrika untuk (kepentingan) China sendiri,” cetus Carson.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s