Partai Demokrat Memberontak Barack Obama


Presiden AS Barack Obama mendapatkan tentangan dari kubunya sendiri, Partai Demokrat, soal keringanan pajak. Para anggota DPR AS dari Demokrat menolak rencana Obama melanjutkan kebijakan pajak rendah.

Namun, Obama tampaknya akan mendapatkan dukungan dari kubu Republik di Senat. Keringanan pajak adalah isu yang diinginkan Republik sejak kepemimpinan almarhum Presiden Ronald Reagan (Republik).

Namun, konsekuensinya adalah kebangkrutan keuangan negara AS.

Pemberontakan Demokrat ini kembali membuat Obama pusing kepala setelah kalah dalam pemilihan Kongres.

Dalam pertemuan tertutup di Capitol Hill, Washington, Kamis (9/12), banyak anggota Demokrat yang mengatakan ”Tidak” terhadap upaya Obama.

Akan tetapi, di tingkat Senat, rencana itu terus maju. Kubu Demokrat mengungkapkan rencana tersebut mencerminkan kesepakatan yang telah dicapai Gedung Putih dan Republik.

Rancangan undang-undang versi Senat menambahkan subsidi untuk etanol. Namun, RUU ini meniadakan program obligasi Pembangunan AS, yang cukup populer di kalangan Demokrat dan pemerintah lokal.

Pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid mengatakan akan ada pemungutan suara di Senat pada hari Senin pekan depan.

”RUU ini tidak sempurna, tetapi memberikan peluang terciptanya perekonomian di rumah tangga kelas menengah dan bisnis kecil di Nevada dan seluruh AS. Tingkat pajak untuk mereka akan diturunkan,” ujar Harry Reid.

Inti dari rencana Obama adalah memberlakukan tarif pajak yang rendah dalam dua tahun ke depan. Di antaranya adalah pengurangan pajak kekayaan, memperpanjang pembebasan pajak dan pajak atas keuntungan, yang berguna bagi rakyat AS berpenghasilan rendah.

Atas desakan Republik, paket itu juga termasuk pengurangan pajak atas pendapatan sekitar 200.000 dollar AS untuk individu dan 250.000 dollar AS untuk satu pasangan keluarga. Kubu Demokrat tidak menyukai hal ini.

Para ekonom berpendapat, rencana tersebut dapat menggerakkan lagi roda perekonomian yang sedang tertekan.

Lagi pula, Kongres AS belum memiliki keinginan untuk membelanjakan anggaran untuk stimulus, yang bersumber dari pajak.

Namun, kubu Demokrat berpendapat potensi pendapatan akan hilang. Ini adalah karena perpanjangan masa pembebasan cuti pajak bagi warga kaya, yang hanya 2 persen dari total penduduk AS.

Kubu Demokrat menilai, sebenarnya potensi penerimaan pajak dari warga kaya ini dapat digunakan dengan lebih baik ketika tingkat pengangguran di AS mencapai 10 persen.

Kompromistis

Setelah Demokrat menderita kekalahan dalam pemilihan umum pertengahan Kongres AS pada November lalu, Obama lebih bersikap kompromistis terhadap usulan soal pajak yang diajukan Republik, yang kini menguasai DPR AS.

Menurut Komite Bersama Pajak, dengan rencana Obama tersebut, akan ada potensi kehilangan pendapatan sekitar 850 miliar dollar AS selama 10 tahun ke depan. Hal ini akan semakin memperdalam defisit anggaran AS.

Pasar obligasi terbitan AS juga melemah dalam pekan ini. Pasar khawatir pemangkasan pajak akan membebani anggaran yang sudah defisit. Akan tetapi, harga obligasi pemerintah naik lagi karena investor beranggapan penjualan besar-besaran sudah terlewati.

Banyak anggota DPR dari kubu Demokrat menyalahkan Obama atas kekalahan yang mereka derita pada pemilihan anggota Kongres AS pada November lalu. Juga banyak anggota dari Demokrat yang mengatakan, kompromi pajak dapat menjadi preseden buruk untuk tahun-tahun mendatang. Kubu Demokrat menilai Obama terlalu cepat dapat diajak kompromi.

Menurut para analis, ada beberapa keunggulan rencana Obama. Rencana Obama tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan dari setengah persen menjadi satu persen tahun depan. Pertumbuhan ini bisa menciptakan jutaan lapangan pekerjaan dan mengurangi tekanan pada Bank Sentral AS untuk meningkatkan program stimulus pembelian obligasi.

AS kini berada dalam kondisi dilematis. Pengurangan pajak itu diperkirakan juga tidak akan menolong banyak perekonomian AS. Produktivitas ekonomi AS kalah bersaing dari negara-negara mitra dagang, seperti China. Pengurangan pajak hanya akan memperdalam defisit anggaran negara.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s