Indonesia Sukses Berdemokrasi


Sejumlah kepala negara memuji pencapaian Indonesia yang dianggap sukses menjadi sebuah negara yang mampu menerapkan prinsip demokrasi sekaligus menghadirkan stabilitas dan keamanan pada saat bersamaan di kawasannya.

Tidak hanya itu, Indonesia juga dinilai sukses menerapkan prinsip demokrasi dalam sebuah masyarakat dengan latar belakang beragam sekaligus juga mampu menyandingkan nilai-nilai agama Islam, sebagai ajaran agama yang mayoritas dianut penduduknya, dengan nilai dan prinsip demokrasi tadi.

Pujian itu dilontarkan sejumlah pemimpin dan ketua delegasi perwakilan negara dalam pidato sambutan mereka di pembukaan Bali Democracy Forum (BDF) III, Kamis (9/12). Beberapa pemimpin negara itu, seperti Presiden Korea Selatan Lee Myung- bak, Perdana Menteri Republik Demokratis Timor Leste Xanana Gusmao, Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd, dan Menteri Luar Negeri Nepal Sujata Koirala.

”Sejak tahun 1998 Indonesia telah menjadi semacam kisah sukses di kawasan Asia dalam hal penerapan demokrasi, termasuk dengan keberhasilannya membawa sejumlah agenda perubahan. Proses evolusi Indonesia menjadi negara demokrasi dengan sistem multipartai sangatlah luar biasa. Dari hasil polling, 70 persen masyarakatnya menyatakan demokrasi adalah sistem terbaik,” ujar Rudd.

Peningkatan perempuan

Beberapa parameter kesuksesan lain, menurut Rudd, tampak dari peningkatan sebesar 10 persen jumlah anggota parlemen perempuan pada dua kali pemilihan umum. Selain itu, hanya ada 1 persen peserta polling yang melihat demokrasi sebagai sumber pembawa ketegangan atau bahkan perpecahan.

Dalam pidatonya, Rudd juga mengaku sepakat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang dalam pidato pembukaannya menyatakan bahwa demokrasi tidak bisa dipaksakan penerapannya dari luar, melainkan harus bisa tumbuh sendiri dari dalam negara dan masyarakat suatu bangsa.

Dia meyakini demokrasi di Indonesia terbangun di atas fondasi yang kuat seperti toleransi dan kemajemukan. Meski begitu, Rudd juga menyebutkan, Australia meyakini prinsip demokrasi tetap harus diterapkan secara terkait dengan sejumlah prinsip fundamental lain macam penegakan hak asasi manusia, akuntabilitas, serta transparansi.

Biayai kemitraan

Secara konkret, Pemerintah Australia menyatakan telah mengalokasikan dana sebesar 50 juta dollar Australia untuk lima tahun, yang diproyeksikan untuk membiayai kemitraan kedua negara terkait perbaikan sistem peradilan sehingga bisa lebih transparan dan mudah diakses.

Forum kali ini digelar dua hari, 9-10 Desember 2010 di Nusa Dua, Bali. Saat membacakan laporan kegiatannya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa juga membanggakan adanya peningkatan jumlah peserta serta peninjau yang datang ke BDF dalam dua tahun terakhir. Pada BDF II sebanyak 35 negara terlibat sebagai peserta dan 13 peninjau.

Sementara pada tahun ini tercatat jumlah pesertanya naik menjadi 42 negara dan 29 peninjau. Dari daftar negara peserta tampak sejumlah negara, belakangan menjadi sorotan dan memicu perdebatan terkait penerapan prinsip demokrasi mereka, ikut dalam BDF III seperti Myanmar, China, Iran, Afganistan, dan beberapa negara monarki lain.

Soal Timor Leste

Di luar agenda forum, Indonesia juga menanggapi keinginan Timor Leste untuk masuk menjadi anggota ASEAN pada tahun 2011.

Sebagai Ketua Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 2011, Indonesia akan mendukung keikutsertaan Timor Leste. Untuk itu, Indonesia akan menyampaikan dukungannya tersebut ke sejumlah negara anggota ASEAN lain.

Hal itu disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis pagi, saat membuka BDF III, yang digelar 9-10 Desember 2010.

Saat pembukaan, Perdana Menteri Republik Demokratis Timor Leste Xanana Gusmao menyampaikan keyakinannya soal keuntungan yang dapat diperoleh Timor Leste, termasuk terkait keamanan dan stabilitas regional, jika diterima bergabung dalam ASEAN. ”Akan sangat memuaskan jika kami dapat bergabung di ASEAN ketika Indonesia menjadi ketuanya tahun 2011,” ujar Xanana dalam pidatonya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s