DK PBB Dukung Ouattara, Gbagbo Masih Bertahan


Dewan Keamanan PBB hari Rabu memberikan dukungannya kepada Alassane Ouattara sebagai pemenang pemilu presiden Pantai Gading yang dipertikaikan.

Tindakan Dewan Keamanan (DK) itu, setelah berhari-hari kebuntuan, melengkapi pengakuan internasional bagi Ouattara dan menambah tekanan pada Laurent Gbagbo untuk melepas klaimnya sebagai presiden negara Afrika Barat itu.

Di tengah ketegangan mengenai pemilu pertama negara itu sejak perang sipil tahun 2002, DK memperingatkan siap mengambil sanksi terhadap siapa pun yang mengancam proses perdamaian di Pantai Gading.

PBB, Uni Afrika, kelompok regional Afrika Barat Ecowas, AS, Uni Eropa, dan lembaga-lembaga keuangan penting telah menyebut Ouattara sebagai pemenang dari pemilu tahap kedua pada 28 November bersaing dengan Gbagbo.

Gbagbo, yang menjadi presiden sejak tahun 2000, tidak memperlihatkan tanda-tanda bahwa dia akan mengakui kekalahan. Dia telah menutup diri dari masyarakat internasional, menantang Presiden Perancis Nicolas Sarkozy yang menelepon untuk mendesaknya turun, dan menolak untuk menerima telepon dari Presiden Amerika Serikat Barack Obama pada akhir pekan.

Kepala Misi PBB di Pantai Gading Choi Young-jin, Rabu, menjelaskan bagaimana dia berulang kali memeriksa hasil pemilu itu sebelum memutuskan, ”Sangat jelas bagi saya bahwa rakyat Pantai Gading telah membuat pilihan mereka tanpa keraguan.”

Dia mengatakan, pemimpin oposisi Alassane Ouattara jelas memenangi pemilu itu, menyangkal argumen Gbagbo bahwa kekerasan dan intimidasi pemilih begitu meluas di daerah-daerah di mana Ouattara menang mayoritas sehingga itu membatalkan hasil-hasil dari tempat-tempat tersebut.

Choi memperlihatkan sebuah peta dengan titik-titik merah yang menunjukkan insiden-insiden kekerasan pemilu. Mayoritas titik tersebut ada di bagian barat negara itu, bukan di utara di mana Ouattara berasal dan di mana lebih dari setengah juta dari suara untuknya dibatalkan.

”Saya tetap yakin sepenuhnya bahwa saya telah menemukan kebenaran,” kata Choi dalam sebuah ruangan yang dipadati oleh diplomat. ”Rakyat telah memilih Alassane Ouattara dengan margin tak terbantahkan sebagai pemenangnya.”

Setelah Gbagbo mengungkapkan kabinet barunya, perdana menteri Ouattara, Guillaume Soro, mengatakan bahwa pemerintahnya mengganti duta-duta besar di negara-negara kunci dan ”mengambil langkah-langkah” untuk memperoleh kontrol atas keuangan publik.

”Kamilah yang memegang kekuasaan. Sekarang urusannya adalah melaksanakannya,” demikian pernyataan Soro, pemimpin bekas gerakan pemberontak Angkatan Baru yang menguasai bagian utara negara itu.

Sementara itu, Gbagbo masih menguasai tentara dan televisi pemerintah. Dia terus menduduki istana kepresidenan di Abidjan, sedangkan pemerintah Ouattara berada di sebuah hotel yang dijaga oleh para penjaga perdamaian PBB

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s