Rebutan Kursi Kepresidenan Berlanjut


Mantan Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki hari Senin (6/12) gagal menyelesaikan sebuah pertikaian pemilu presiden Pantai Gading antara Alassane Ouattara dan Laurent Gbagbo yang sama-sama mengklaim sebagai pemenang.

Sementara itu, para pemimpin Afrika Barat bertemu dalam sebuah pertemuan puncak khusus mengenai krisis pemilu itu untuk membantu mengatasinya karena semakin meningkatnya kekhawatiran akan kerusuhan.

Para pemimpin Pantai Gading tidak diundang pada KTT Masyarakat Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (Ecowas) di Nigeria, walau Pantai Gading merupakan satu dari 15 anggota organisasi itu.

Ecowas telah mengeluarkan sebuah pernyataan keras mengenai krisis itu mengecam pemimpin yang sekarang menjabat, Laurent Gbagbo, dan mengimbau nya agar menerima hasil yang memperlihatkan saingannya, Ouattara, memenangi pemilu presiden.

Pertemuan puncak itu diadakan pada saat yang kritis, dengan kekhawatiran akan kerusuhan dan adanya ancaman sanksi, sementara mediator internasional berusaha menyelesaikan krisis itu.

Mantan Presiden Afsel Thabo Mbeki, yang diutus oleh Uni Afrika untuk memediasi pertikaian itu, hari Senin menyelesaikan misinya tanpa ada kesepakatan.

Mbeki berharap bisa meredakan perebutan kekuasaan yang menyelimuti negara itu sejak digelarnya pemilu yang menurut komisi pemilu dan peninjau internasional dimenangi oleh Ouattara—sebuah keputusan yang dibalikkan oleh Dewan Konstitusional yang didukung oleh kepala staf angkatan bersenjata.

Gbagbo menolak untuk mengakui kekalahan setelah komisi pemilu menyatakan pemilu tanggal 28 November—yang dimaksud untuk mempersatukan kembali negara itu setelah perang sipil 2002-2003—telah dimenangi oleh Ouattara dengan 54,1 persen suara.

Para analis memperingatkan, perselisihan itu bisa mengadu tentara melawan para pemberontak pro-Ouattara, yang mengatakan pada Reuters mereka akan membela diri mereka terhadap serangan apa pun.

”Uni Afrika sangat menginginkan agar perdamaian bisa lestari dan setiap upaya harus dilakukan untuk menjamin transisi ke demokrasi ini berhasil,” kata Mbeki kepada wartawan di rumah Gbagbo sebelum meninggalkan negara itu, dengan menambahkan, dia akan menyampaikan sebuah laporan ke Uni Afrika.

Hotel tempat presiden

Dalam dua hari kunjungannya di Pantai Gading, Mbeki bolak-balik menemui kedua pihak. Dia diterima Ouattara di Hotel Golf, hotel tua yang menjadi markas Ouattara, yang telah menyatakan diri sebagai presiden.

Di lobi hotel di Abidjan itu, beberapa kursi diduduki oleh pria-pria berseragam loreng abu-abu, seragam pemberontak Angkatan Baru. Para pemberontak tersebut merebut bagian utara negara itu dalam perang sipil yang pecah tahun 2002 dan yang menghancurkan perekonomian negara yang pernah sangat makmur itu. Para lelaki itu mengatakan, yang mereka perlukan sekarang hanya kata dari Ouattara untuk kembali ke perang.

Hari Senin para penjaga perdamaian PBB menumpuk karung-karung pasir dan memasang pagar kawat berduri untuk melindungi hotel tua yang telah menjadi tempat kepresidenan de facto dari Ouattara itu.

Sebuah tank PBB bersiaga di salah satu sisi hotel yang menghadap laguna dan kendaraan lapis baja secara strategis menjaga tempat parkir, sementara Ouattara mengadakan rapat kabinet pertamanya di dalam sebuah ruang hotel. Di bagian lain ibu kota di istana kepresidenan yang sebenarnya, Gbagbo terus menantang imbauan dari AS, Perancis, dan Uni Eropa untuk mundur dengan kembali bekerja.

Hari Senin sekolah-sekolah dibuka kembali, juga perbatasan udara dan darat Pantai Gading.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s