Jerman Sempat Ancam Keluar dari Zona Euro


Harian Inggris, Guardian, mengutip salah satu sumber dalam pertemuan zona euro di Brussels, Belgia, Oktober lalu. Disebutkan, Jerman mengancam akan keluar dari zona euro alias tidak akan lagi menggunakan mata uang euro, yang dipakai 16 negara Eropa.

Akan tetapi, berita ini cepat-cepat dibantah oleh para petinggi Jerman, Sabtu (4/12).

Disebutkan, Kanselir Jerman Angela Merkel saat itu mengancam akan menarik Jerman dari zona euro. Ancaman muncul karena sebuah pakta baru, landasan penyelesaian masalah zona euro yang sedang terlilit masalah, tidak disepakati.

Zona euro merupakan sebutan bagi 16 negara yang menggunakan mata uang euro.

Ancaman Merkel itu terlontar saat dia berdebat dengan Perdana Menteri Yunani George Papandreou. Papandreou beranggapan, sikap Jerman mengenai pemberian dana talangan kepada Yunani itu tidak demokratis.

Merkel saat itu ingin mendorong zona euro kembali ke Traktat Lisabon, soal pendisiplinan pengelolaan ekonomi. Jerman juga mengusulkan negara yang sudah menerima dana talangan tidak memiliki hak suara di Uni Eropa.

Berlin juga mengusulkan agar kreditor swasta dilibatkan dalam pemberian dana talangan bagi satu negara yang mengalami krisis utang di masa datang.

”Jika zona euro menjadi begini terus, mungkin Jerman akan meninggalkan euro,” kata Merkel seperti diungkapkan Guardian.

Opsi meninggalkan euro tersebut merupakan yang pertama kalinya terungkap dari negara dengan perekonomian terkuat di Uni Eropa sejak euro tertekan 10 bulan lalu. Namun, banyak pengamat menyatakan, tampaknya hal ini hanya gertakan Jerman.

Juru bicara Merkel, Steffen Seibert, mengatakan, laporan tersebut sama sekali tidak benar. Merkel sama sekali tidak mengungkapkan hal tersebut.

Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle kepada harian Berliner mengatakan, kemakmuran Jerman sangat bergantung pada zona euro. ”Jerman memiliki kepentingan besar dengan stabilitas euro dan kesehatan ekonomi Eropa secara keseluruhan. Kami mengekspor lebih banyak produk ke Belanda dibandingkan China, lebih banyak ke Perancis dibandingkan ke AS, lebih banyak ke Belgia dibandingkan ke India,” kata Westerwelle.

Dana tak cukup

Menteri Keuangan Belgia Didier Reynders mengatakan, kini kawasan euro harus meningkatkan dana cadangan untuk talangan bagi negara-negara terpukul krisis utang, yang saat ini berjumlah 750 miliar euro. Cadangan dana lebih besar diperlukan untuk mengatasi krisis.

Para pejabat di Eropa sedang berada di bawah tekanan untuk menemukan cara baru yang diharapkan dapat mencegah merebaknya krisis dari Yunani dan Irlandia. Ada kekhawatiran jumlah dana talangan yang ada tidak cukup besar untuk menyelamatkan Spanyol jika diperlukan.

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel menolak menambah dana pada 25 November. Gubernur Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet pada 3 Desember lalu mengindikasikan bahwa Uni Eropa harus melangkah cepat.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga mendukung penambahan fasilitas tersebut setelah 2013. Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn dijadwalkan bertemu dengan para menteri keuangan kawasan euro pada hari Senin ini. Mereka akan mendiskusikan Portugal yang juga mulai goyang akibat utang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s