Wikileaks Didalangi Orang yang Ingin AS Jatuh dan Dunia Kacau


Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan, sejumlah pakar berteori tentang kemungkinan adanya orang tertentu yang memang tengah membesarkan situs Wikileaks. Hal itu dilakukan demi kepentingan dan rencana politik jangka panjang dari orang tersebut.

Pendapat semacam itu, menurut Putin, juga muncul di Rusia saat ini.

Mungkin teori ini tidak benar. Namun, tambah Putin, setidaknya kebocoran lebih dari 250.000 dokumen berisi kawat diplomatik rahasia AS dari sejumlah kedutaan besar AS menunjukkan tentang perlunya para pejabat dan pelayanan diplomatik untuk berhati-hati. Kalangan ini diminta menjaga keamanan pengelolaan dokumen-dokumen.

Hal itu disampaikan Putin dalam sebuah wawancara dengan jaringan kerja stasiun televisi asal AS, CNN, Rabu (1/12). Menurut Putin, kebocoran seperti itu juga pernah terjadi pada masa lalu. Dia mengaku tidak melihat akan ada kekacauan akibat kebocoran data via situs Wikileaks.

Lebih lanjut, teori tentang adanya orang yang diuntungkan dan bahkan sengaja membesarkan Wikileaks demi kepentingan tertentu juga dilontarkan pembawa acara talkshow sekaligus komentator politik terkenal AS, Glenn Beck.

Beck bahkan mengaitkan adanya hubungan antara Wikileaks dan pendirinya, Julian Assange, dengan filantropis sekaligus hartawan dunia, George Soros.

Saat diwawancarai dalam talkshow O’Reilly Factor, Beck mengaku melihat pembocoran oleh Wikileaks bertujuan untuk menciptakan kekacauan di seluruh dunia dan juga mendestabilkan pemerintahan-pemerintahan yang ada.

Beck juga membandingkan Assange dengan Soros, yang sama-sama mencintai dan menginginkan adanya sebuah ”masyarakat terbuka”.

Untuk lebih meyakinkan soal keterkaitan antarkeduanya, Beck juga menyebutkan, Assange juga dibela oleh para pengacara yang bekerja sukarela untuk Open Society Institute yang didirikan Soros.

Lebih lanjut Beck juga menilai, skandal pembocoran dokumen rahasia AS sebagai upaya untuk menciptakan ”badai besar” kekacauan. Dia bahkan membandingkan kehebohan yang diciptakan Wikileaks setara dengan kehebohan yang pernah diciptakan jaringan Al Qaeda.

Keduanya, baik Wikileaks maupun Al Qaeda, menurut Beck, sama-sama ingin menghancurkan AS dalam ”jutaan kepingan kecil”.

Saat ditanya apakah Beck yakin Soros mengetahui dan bahkan memiliki ”tangan” dalam operasi (penghancuran AS) seperti itu, dia mengaku yakin Soros tahu sepenuhnya ”operasi” tersebut walau tidak sampai campur tangan langsung di dalamnya.

Komentar Sarah Palin

Sementara itu, Senin lalu politisi Partai Republik, Sarah Palin, mengecam keras pemerintahan mantan rival politiknya dalam pemilihan presiden AS tahun 2008, Presiden Barack Obama.

Dia mengatakan, AS di bawah Obama adalah pemerintahan yang tidak kompeten dan harus bertanggung jawab atas kebocoran dokumen rahasia itu. Hal tersebut disampaikannya dalam nota di akun situs jejaring sosial Facebook milik Palin.

Palin mempertanyakan langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan pihak Gedung Putih untuk mencegah Assange menyebarluaskan dokumen-dokumen rahasia tersebut.

Menurut dia, Assange bukanlah seorang jurnalis. Dia juga menggambarkan Assange sebagai seorang anti-AS, dengan ”darah di kedua tangannya”.

Tuduhan tersebut dilontarkannya lantaran dengan pembocoran tadi sama artinya membuka lebih dari 100 orang sumber AS di Afganistan untuk kemudian dibunuh oleh kelompok Taliban. Palin mengaku heran mengapa Assange tidak kemudian diburu dan diperlakukan sama ketika AS memburu dan memperlakukan para pemimpin Al Qaeda dan Taliban.

Palin juga meminta AS menekan organisasi seperti NATO dan Uni Eropa untuk mengacaukan infrastruktur teknis Wikileaks atau menggelar serangan cyber ke situs web tersebut beserta server-nya. Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton juga menyatakan, dokumen-dokumen yang bocor tersebut dapat pula membahayakan jiwa para jurnalis, tokoh, dan pemimpin negara yang selama ini berbagi informasi dengan AS.

George W Bush

Tidak lama setelah berita bocoran data merebak, mantan Presiden AS George W Bush juga seperti menunjukkan serangan halus pada pemerintahan Obama.

Di London, juru bicara Wikileaks, Kristinn Hrafnsson, membela apa yang dilakukan situs itu dengan mengatakan, ”Jika stabilitas global didasari muslihat dan kebohongan, mungkin dunia membutuhkan sedikit guncangan. Pengungkapan rahasia-rahasia ini menunjukkan selama ini para pemimpin telah berbohong. Mereka bicara satu hal di depan masyarakatnya, sementara secara privat mereka mengatakan hal lain.”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s