Miliuner China Buru Barang Seni Langka


Bagi para jutawan baru China yang mencari cara membelanjakan uang mereka, sebuah pilihan yang alamiah selama ini adalah barang seni dan antik dari negara mereka sendiri, yang banyak di antaranya berharga jutaan dollar AS.

Kini para pedagang seni dan balai-balai lelang berusaha menawari mereka barang-barang yang lebih sulit dijual: mahakarya dari seniman-seniman seperti Picasso, yang lukisan-lukisannya ditampilkan dalam tiga acara musim gugur di Hongkong.

”Mereka adalah gelombang besar pembeli yang baru, dan mereka bisa memengaruhi pasar sebesar yang dilakukan orang Jepang tahun 1980-an,” kata Jehan Chu, yang menjalankan perusahaan konsultasi Vermillion Art Collection.

Perkembangan ekonomi China yang cepat telah menghasilkan banyak pengusaha kaya yang mendapatkan kekayaan mereka dalam industri-industri dari minuman ringan sampai pengembangan properti.

Negara itu kini mempunyai jumlah terbesar jutawan di dunia, menurut Daftar Hurun 2010, versi China-nya daftar Forbes.

Para orang kaya baru China selama ini memborong barang seni dan antik Asia, membuat harga naik sampai ke tingkat rekor. Itu kentara dalam bulan November ketika seorang pembeli China tak bernama membayar 83 juta dollar pada sebuah lelang di London untuk sebuah guci dinasti Qing abad ke-19 yang ditemukan di sebuah rumah pinggiran kota.

Meningkatnya jumlah pembeli China kaya juga telah membuat Hongkong menjadi pusat lelang terbesar ketiga dunia setelah New York dan London.

Chu mengatakan banyak dari pembelian itu ”terutama didorong oleh investasi, bukannya suatu kecintaan atau apresiasi pada seni,” walau itu mulai berubah.

Dengan harapan para pembeli China kini mengalihkan perhatian—dan uang mereka—ke seni Barat, balai lelang Sotheby’s memamerkan 20 karya di pameran seniman besar impresionis dan seni awal abad ke-20 di Hongkong akhir pekan lalu, setelah mengadakan sebuah preview di Beijing pada bulan Oktober.

Itu pameran pertama Sotheby’s khusus bagi pasar Asia dan menampilkan tujuh karya Picasso serta karya-karya oleh Moent, Renoir, Chagall, dan Degas, dengan harga dari 2 juta dollar sampai 25 juta dollar.

Karya Picasso juga ditampilkan pada pergelaran di Ben Brown Fine Arts dan Galeri Edouard Malingue, keduanya dibuka oleh pedagang-pedagang seni Eropa tahun lalu di Hongkong untuk memanfaatkan bertambah kayanya kolektor China.

Menurut peneliti laporan Hurun, Rupert Hoogewerf, dia kenal sedikitnya 189 miliuner dollar di China, tetapi jumlah sebenarnya mungkin 400 sampai 500 orang.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s