Okinawa Menolak Pangkalan Militer Amerika


Aliansi Washington dan Tokyo, yang saat ini sudah lebih dari enam dekade, hari Minggu (28/11) kembali diuji dengan digelarnya pemilihan Gubernur Okinawa di pulau selatan Jepang ini.

Dua kandidat gubernur, baik itu Hirokazu Nakaima (71) yang saat ini berkuasa maupun Yoichi Iha (58), mengampanyekan dipindahnya pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dari Okinawa.

Jepang dan AS sudah cukup lama berselisih soal rencana relokasi Stasiun Udara Korps Marinir AS Futenma, yang sudah berada di Okinawa sejak 1945. Penduduk setempat pun sudah lama mengeluh soal kebisingan yang ditimbulkan dari pesawat-pesawat AS di pangkalan itu serta berkecamuknya tindak kriminal yang dilakukan tentara-tentara AS di Okinawa.

Tahun 2006 terjadi negosiasi antara Jepang dan AS untuk memindahkan pangkalan ke bagian lain di Okinawa yang kurang padat penduduknya. Rencana tersebut menimbulkan tentangan publik. Bahkan, kontroversi soal pangkalan menjadi salah satu penyebab mundurnya seorang perdana menteri, Yukio Hatoyama, dari kursi jabatannya pada awal tahun ini.

Siapa pun yang terpilih menjadi gubernur di Okinawa, kedua-duanya menentang rencana relokasi. Bahkan, Yoichi Iha yang mantan Wali Kota Ginowan City, di mana lokasi Futenma berada, menginginkan agar pangkalan militer AS sepenuhnya enyah dari Jepang.

Siapa pun yang terpilih mempunyai otoritas untuk menghambat rencana relokasi pangkalan Korps Marinir AS ini di Okinawa.

Okinawa adalah pangkalan sekitar separuh dari pasukan AS di Jepang, yang total berkekuatan tak kurang dari 50.000 personel. Lokasi ini sangat strategis dan penting bagi AS lantaran letaknya dekat dengan Taiwan dan daratan China, serta tak jauh dari Semenanjung Korea yang saat ini tengah hangat.

Menurut Perdana Menteri Naoto Kan, kehadiran militer AS di Okinawa sangat penting dalam rangka menangkis ancaman kawasan. Sebuah argumen yang kemungkinan dipicu oleh serangan artileri Korea Utara atas pulau di perbatasan Korea Selatan, Yeonpyeong, Selasa lalu.

Argumen itu juga diduga dilatari kekhawatiran akan terus berkembangnya kekuatan militer China di kawasan. Di samping juga, keberadaan pangkalan AS ini akan melindungi Jepang dari serangan dari luar.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s