Haiti, Pemilu dan Wabah Korela


Rakyat Haiti memberikan suara hari Minggu (28/11) dalam pemilu yang dibayangi oleh wabah kolera, ketegangan politik, dan kebingungan pemilih mencari seorang pemimpin untuk memandu negara itu pulih dari gempa besar bulan Januari lalu.

Masyarakat internasional berharap pemilu untuk memilih seorang presiden baru dan parlemen serta sepertiga Senat itu bisa membawa ke sebuah pemerintah sah yang stabil, yang mampu menangani bantuan miliaran dollar AS yang dijanjikan oleh para donatur.

Mewakili dukungan dunia itu, para penjaga perdamaian PBB membantu polisi Haiti untuk menjaga dan melindungi lebih dari 11.000 TPS di sekolah-sekolah, bilik kayu, atau di tenda-tenda di kamp-kamp pengungsi gempa yang penuh sesak.

Sebanyak 96 calon bersaing untuk 11 kursi Senat dan lebih dari 800 calon untuk Majelis Rendah dengan 99 kursi.

Pusat perhatian adalah pemilu presiden. Sejumlah 19 kandidat bersaing dengan beberapa calon kuat, seperti kandidat perempuan didikan Sorbonne dari oposisi, seorang teknokrat pemerintah yang adalah calon dari Presiden Rene Preval, dan seorang pemusik karismatis.

Berdasarkan konstitusi, Preval tidak boleh mencalonkan diri kembali setelah dua kali terpilih dengan bantuan pendukung mantan sekutunya, mantan Presiden Jean-Bertrand Aristide. Dalam masa jabatan kedua Preval, para pendukung itu mengecap Preval seorang pengkhianat karena tidak mengembalikan Aristide dari pengasingan.

Kandidat dari partai Preval, Partai Persatuan yang baru dibentuk, adalah Jude Celestin, kepala perusahaan konstruksi milik negara.

Beberapa jajak pendapat menyebutkan, mantan ibu negara Mirlande Manigat (70), yang suaminya dibantu naik ke kekuasaan dan kemudian disingkirkan oleh sebuah junta militer, sebagai kandidat yang lebih populer dibandingkan dengan Celestin. Namun, diperkirakan pemilu ini akan menuju ke pemilu putaran kedua pada tanggal 16 Januari di antara dua kandidat dengan perolehan suara terbanyak.

Menyebut 2010 sebagai ”tahun terburuk dalam sejarah Haiti”, Presiden Preval mengimbau rakyat Haiti untuk memberikan suara dengan damai dan menghindari kekerasan.

Dalam jajak pendapat, Maniget diikuti oleh Celestin (48) dan Michel ”Sweet Micky” Martelly (49), seorang bintang musik dansa Kompa Haiti, yang kampanyenya menarik pendukung dalam jumlah besar. Sebagian pendukung Aristide diperkirakan akan memilih pengacara Jean-Henry Ceant

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s