Sanyo Bangkrut dan Akan Dibeli Oleh Panasonic


Produsen peralatan elektronik Panasonic merencanakan membeli 100 persen kepemilikannya atas anak perusahaannya Sanyo Electric dan Panasonic Electric Works. Pembelian saham itu diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 9,4 miliar dollar AS.

Tujuan dari pengambilalihan tersebut bagi Panasonic adalah untuk memperkuat bisnis ramah lingkungannya, seperti mobil listrik dan panel tenaga surya.

Produsen perlengkapan elektronik terbesar di Jepang itu menyatakan di Tokyo, Kamis (29/7), akan membeli saham di dua perusahaan itu melalui penawaran tender (tender offer). Direncanakan, pembelian itu akan selesai pada April 2011.

Setelah pernyataan ini diumumkan, saham dari Sanyo Electric dan Panasonic Electric langsung naik, sementara saham Panasonic Corp melemah. Harga saham Sanyo Electric naik 27 persen menjadi 149 yen dan harga saham Panasonic Electric naik 15 persen menjadi 1.124 yen. Akan tetapi, harga saham Panasonic Corp malahan menurun 7,7 persen menjadi 1.077 yen.

Saat ini Panasonic Corp telah memiliki 51 persen saham pada Panasonic Electric Works. Perusahaan ini di antaranya memproduksi lampu, perlengkapan elektronik, dan memiliki 50,05 persen saham pada Sanyo Electric Co. Sanyo Electric merupakan unit yang merugi pada bisnis baterai dan panel surya.

Panasonic, yang salah satu produknya adalah televisi Viera dan kamera digital Lumix, berencana menghabiskan dana 9,4 miliar dollar AS untuk pembelian saham tersebut. Mereka menyatakan memiliki dana tunai yang cukup dan dapat meminjam untuk membiayai pembelian saham tersebut. Cara lain yang akan ditempuh adalah melakukan penerbitan saham baru terbatas (right issue) hingga 500 miliar yen atau 5,7 miliar dollar AS.

Langkah tersebut merupakan strategi yang dicanangkan oleh Presiden Panasonic Fumio Ohtsubo yang berulang kali menyatakan bahwa bisnis ramah lingkungan, termasuk memproduksi baterai untuk kendaraan listrik dan panel surya untuk rumah yang ramah lingkungan, akan menjadi tulang punggung bisnis produsen elektronik itu.

Panasonic yang bermarkas di Osaka akan menawarkan saham Panasonic Electric hingga mencapai 1.100 yen per saham dan 138 yen per saham untuk Sanyo. Biasanya, harga ini berada di atas harga pasar sehingga investor yang saat ini memegang saham kedua perusahaan tersebut tertarik melepaskan saham mereka dan saham itu beralih menjadi milik Panasonic Corp. Penawaran tender ini dimulai pada 23 Agustus hingga 6 Oktober 2010.

Kinerja

Secara terpisah, Panasonic Corp juga mengeluarkan laporan keuangannya. Kinerja keuangan itu memperlihatkan bahwa Panasonic dapat bangkit dari keterpurukan setelah terjadi krisis finansial global.

Total laba untuk periode April-Juni mencapai 43,7 miliar yen, dibandingkan dengan kerugian sebesar 53 miliar yen pada periode sama tahun lalu ketika krisis membuat orang enggan berbelanja.

Pendapatan kuartalan naik 35 persen menjadi 2,161 triliun yen karena penjualan bertumbuh pada pasar-pasar luar negeri untuk berbagai macam produk, seperti pesawat televisi berlayar datar, perekam, mesin pendingin udara, baterai isi ulang, semikonduktor, dan panel tenaga surya.

Walaupun demikian, Panasonic masih menghadapi persaingan ketat tidak hanya dari produsen lokalnya seperti Sony, tetapi juga dari produsen lain, misalnya Samsung dari Korea Selatan yang juga gencar memproduksi televisi berlayar datar.

”Untuk selamat dari persaingan tersebut dan untuk mempertahankan pertumbuhan pada pasar-pasar baru, penting untuk melakukan strategi yang tepat dan terus memperkuat perusahaan,” demikian pernyataan manajemen Panasonic.

Panasonic juga sangat optimistis dengan kinerjanya. Mereka menaikkan perkiraan laba untuk satu tahun fiskal hingga Maret 2011 menjadi 977 juta dollar AS dari penjualan yang ditargetkan sebesar 102 miliar dollar AS. Sebelumnya, Panasonic hanya mengharapkan laba sebesar 575 juta dollar AS dari penjualan sebesar 101 miliar dollar AS. Jika tercapai, itu merupakan laba Panasonic pertama setelah selama dua tahun berturut-turut menderita kerugian.

Baterai jenis baru produk andalan Sanyo, yang disebut ion lithium, di pasaran saat ini banyak digunakan pada berbagai perlengkapan elektronik, seperti laptop dan telepon seluler. Akan tetapi, mereka merasa hal tersebut belum cukup dan ingin merambah lagi menjadi pemain utama pada kendaraan listrik.

Panasonic juga telah menjalin kerja sama dengan Toyota Motor Corp untuk memproduksi baterai bagi kendaraan hibrida dan listrik. Sanyo yang telah bekerja sama dengan Honda Motor Co, Volkswagen AG, dan Ford Motor Co tampaknya akan memperluas kemitraannya dengan produsen mobil lain

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s