Diplomasi Suriah-Arab Saudi Untuk Perdamaian di Lebanon


Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Raja Abdullah dari Arab Saudi mengadakan kunjungan bersama ke Beirut, Lebanon, Jumat (30/7), untuk membangun perdamaian.

Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri—putra PM Lebanon Rafik Hariri yang diduga dibunuh kelompok pro-Syiah-Suriah—mengharapkan pertemuan tersebut akan menciptakan perdamaian di Lebanon. ”Kunjungan ini akan menciptakan stabilitas jangka panjang di Lebanon,” ujar Saad Hariri.

Raja Abdullah dianggap mewakili kelompok Sunni dan Presiden Bashar al-Assad menjadi simbol kelompok Syiah yang secara tradisional memiliki perbedaan pandangan.

Pemimpin Arab Saudi dan Suriah sebelumnya telah bertemu Presiden Lebanon Michel Suleiman seorang Kristen Maronit. Lebanon dipimpin secara kolektif oleh perwakilan Kristen Maronit, Islam Sunni dan Islam Syiah, serta kelompok agama lain seperti Druze.

Hubungan diplomatik Suriah dan Lebanon mulai membaik tahun lalu. Namun, dikhawatirkan pengadilan terhadap pembunuhan Rafik Hariri dapat memicu ketegangan akibat perlawanan kelompok Syiah di Lebanon yang dipimpin Sheik Hassan Nasrallah. Sebagian terdakwa kasus pembunuhan Rafik Hariri merupakan bagian dari kelompok Syiah di Lebanon.

”Pengadilan ini dipolitisasi dan merupakan skenario Israel,” kata Nasrallah.

Pasukan Suriah sempat ditempatkan di Lebanon selama 25 tahun hingga ditarik mundur tahun 2005 setelah Rafik Hariri dibunuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s