Category Archives: Timur Tengah

Arab Saudi Ucapkan Selamat Pada Militer Mesir Karena Gulingkan Morsi … PBB dan Negara Barat Malah Mengecam

Raja Arab Saudi Abdullah mengirimkan ucapan selamat kepada pemimpin baru Mesir yang ditunjuk sementara menyusul tergulingnya Presiden Mohamed Morsi oleh militer. Disebutkan bahwa penunjukan Adly Mansour sebagai pemimpin sementara Mesir dilakukan di saat kritis dalam sejarah negeri itu.

“Atas nama rakyat Arab Saudi, saya mengucapkan selamat kepada Anda karena mengambil alih kepemimpinan Mesir di saat kritis ini dalam sejarah Mesir,” ujar Raja Abdullah dalam pesannya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/7/2013).

“Kami memohon Allah agar membantu Anda memikul tanggung jawab untuk mencapai harapan saudara-saudara kami di Mesir,” imbuh pemimpin kerajaan Saudi itu. Raja Abdullah juga memberikan pujian kepada militer Mesir dan pemimpinnya Jenderal Abdel Fattah al-Sisi karena menggunakan “kebijaksanaan” dalam membantu menyelesaikan krisis ini dan menghindari “konsekuensi yang tak terbayangkan”.

Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara. Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan melakukan pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.

Pasca tumbangnya Presiden Mesir Mohamad Morsi, situasi menjadi semakin berbahaya. Semua pihak diimbau agar bisa menghindari kekerasan. Kementerian Luar Negeri Inggris tidak menyetujui penggunaan kekuatan militer untuk mengatasi ketegangan politik Mesir.

“Kerajaan Inggris tidak mendukung intervensi militer sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan dalam sistem demokrasi,” kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague seperti dilansir AFP, Kamis (4/7/2013). Menurut Hague, penggunaan kekuatan militer untuk meredakan ketegangan bisa berakibat fatal bagi keamanan Mesir. Pilihan terbaik yang bisa diambil adalah sikap menahan diri dari masing-masing pihak.

“Situasi di Mesir sangat berbahaya. Kita imbau agar semua pihak di sana bisa menahan diri dan menghindari kekerasan,” tandas Hague. Pejabat tinggi Inggris itu mengimbau agar para pemimpin mesir bisa menunjukkan visinya. Ini penting untuk melancarkan transisi demokratis pada situasi politik Mesir. Hague pun menyarankan agar gejolak politik itu segera ditutup dengan pemilu yang jujur dan adil untuk menentukan pemimpin baru.

“Ini sangat vital untuk mereka. Gunanya, untuk merespons keinginan rakyat Mesir demi kemajuan ekonomi dan politik negara itu. Dalam jangka panjang, hanya pemerintahan yang dipilih oleh rakyat secara demokratislah yang akan membawa stabilitas dan kesejahteraan bagi rakyat Mesir,” pungkasnya.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon mengkhawatirkan intervensi militer Mesir yang menggulingkan Presiden Mohamed Morsi. Namun ditegaskan Ban, dirinya mendukung aspirasi rakyat Mesir. “Warga Mesir dalam aksi protes mereka telah menyuarakan kefrustrasian mendalam dan kekhawatiran yang sah. Di saat yang sama, intervensi militer dalam urusan suatu negara merupakan suatu keprihatinan,” kata wakil juru bicara PBB, Eduardo del Buey seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/7/2013).

“Sekjen PBB mengikuti dengan seksama dan dengan keprihatinan atas perkembangan yang cepat di Mesir. Dia terus mendukung aspirasi rakyat Mesir,” tutur del Buey. Ditambakan del Buey, Sekjen PBB menyerukan semua pihak di Mesir untuk tenang dan menahan diri serta menghindari kekerasan di masa penuh ketegangan dan ketidakpastian ini.

“Karena itu, penting untuk secepatnya mengembalikan kepemimpinan sipil yang sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi,” tandas del Buey. Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara.

Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan bersorak-sorai dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.

Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat memerintahkan sebagian besar personelnya untuk meninggalkan Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Kairo, Mesir. Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah militer Mesir menggulingkan Presiden Mohamed Morsi. “Deplu memerintahkan keberangkatan personel non-emergensi pemerintah AS dan anggota-anggota keluarga dari Mesir dikarenakan adanya gangguan politik dan sosial,” demikian pengumuman Deplu AS seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/7/2013).

Diingatkan Deplu AS, “kerusuhan politik tersebut kemungkinan akan bertambah buruk dalam waktu dekat.” Kedutaan Besar AS di Mesir beberapa kali telah menjadi target para demonstran. Bahkan sebagai pencegahan, Kedubes AS telah ditutup pada Selasa (2/7) dan Rabu (3/7) saat aksi demo antipemerintah marak di Kairo.

“Warga Barat dan warga negara AS beberapa kali pernah terjebak di tengah demonstrasi dan bentrokan,” demikian disampaikan Deplu AS. Deplu AS pun mengimbau seluruh warga AS untuk menunda kunjungan ke Mesir. Sementara bagi warga AS yang tinggal di Mesir, diimbau untuk meninggalkan negeri itu dikarenakan terus berlangsungnya keresahan politik dan sosial.

Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara. Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan tampak menari-nari dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.

Pemerintah Australia mengimbau seluruh warganya yang berada di Mesir untuk mempertimbangkan pergi dari negara tersebut. Peringatan ini disampaikan menyusul tumbangnya kekuasaan Presiden Mesir Mohamed Morsi.

Perdana Menteri Kevin Rudd pun menyampaikan keprihatinannya atas kondisi di Mesir usai tergulingnya Morsi.

“Saya ingin menyampaikan atas nama seluruh warga Australia, kami ingin melihat kembalinya pemerintahan demokratis di Mesir secepat mungkin,” tutur Rudd. “Warga Australia di Mesir harus mempertimbangkan untuk pergi sekarang,” tandasnya.

Hal senada disampaikan juru bicara Departemen Luar Negeri Australia. “Warga Australia yang saat ini berada di Mesir yang prihatin akan keselamatan mereka, hendaknya mempertimbangkan untuk pergi sekarang,” ujar juru bicara itu seperti dilansir News.com.au, Kamis (4/7/2013).

“Kami terus mengimbau warga Australia untuk menghindari semua demonstrasi dan aksi protes karena aksi-aksi itu berubah ganas, kami juga mengimbau untuk terus memonitor informasi mengenai peristiwa dan perkembangan yang mungkin berdampak pada keamanan dan keselamatan mereka,” tandas juru bicara tersebut.

Menurut Deplu Australia, sebanyak 730 warga Australia saat ini terdaftar tinggal di Mesir. Namun diperkirakan angka sebenarnya jauh lebih besar dari itu. Sebanyak 822 warga Australia lainnya telah mendaftar untuk pergi ke Mesir dalam beberapa pekan mendatang.

Sebelumnya pada Rabu, 3 Juli larut malam waktu setempat, militer Mesir menyatakan berakhirnya kekuasaan Morsi. Jenderal Sisi pun mengumumkan ketua Mahkamah Konstitusi Adly Mansour sebagai presiden sementara.

Sisi juga menyerukan digelarnya kembali pemilihan presiden dan parlemen di Mesir. Pengumuman ini mendapat sambutan meriah rakyat Mesir di berbagai wilayah. Warga yang berkumpul di jalan-jalan bersorak-sorai dan menggelar pesta kembang api untuk merayakan kejatuhan Morsi.

Presiden Mesir Morsi Digulingkan Militer Setelah Menolak Tuntuan Rakyat

Militer Mesir menggulingkan presiden pertama negara itu yang dipilih secara demokratis, Muhammad Morsi setelah presiden tersebut mengambil kekuasan mutlak dan menyatakan dirinya berada diatas hukum, Rabu (3/7/2013) malam. Ketua Mahkamah Agung Mesir ditunjuk sebagai pemimpin sementara.

Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengatakan, militer memenuhi “tanggung jawab sejarah” untuk melindungi negara dengan mengusir Muhammad Morsi, pemimpin Islam berpendidikan Barat yang terpilih dalam pemilu tahun lalu. “Konstitusi negara ditangguhkan, pemilihan parlemen baru akan diadakan, dan Adly Mansour, Kepala Mahkamah Agung akan menggantikan Mursi,” kata Sisi.

Menurut Sisi, Mansour akan memiliki kekuatan untuk mengeluarkan deklarasi konstitusional selama periode sementara dan akan “membangun pemerintahan yang kuat dan beragam”. Dia pun mengatakan, Mursi tidak memenuhi harapan rakyat dan gagal memenuhi tuntutan berbagi kekuasaan dengan kalangan oposisi yang kini pendukungnya memenuhi jalanan.

Keriuhan meledak menyusul pengumuman militer itu, yang disampaikan Rabu (3/7/2013) pukul 15.00 waktu Mesir, atau Kamis (4/7/2013) pukul 02.00 waktu Indonesia. Namun, pendukung Mursi di sisi lain bersumpah akan menentang kudeta ini sembari meneriakkan, “Ganyang pemerintahan militer” dan “Alun-alun memiliki satu juta martir”.

Dalam pernyataan yang di-posting di Facebook dan halaman Twitter kepresidenan, Mursi mengatakan, penjatuhannya oleh militer ini masuk kategorisasi yang seharusnya ditolak oleh semua orang bebas bangsa ini. “Presiden—yang juga panglima tertinggi angkatan bersenjata—mengatakan semua warga negara, sipil dan militer, para pemimpin dan tentara, harus mematuhi konstitusi dan tidak harus menanggapi kudeta yang membawa Mesir ke belakang,” kata Mursi di laman sosial media itu. “Setiap orang harus bertanggung jawab di hadapan Allah, manusia, dan sejarah.”

Menjelang pernyataan militer yang mengambil alih kekuasaan Mursi, pasukan bersenjata telah bergerak ke posisi kunci di sekitar ibu kota, menutup jembatan di atas Sungai Nil dan sekitarnya, dan membatasi demonstrasi pendukung Mursi di pinggiran Kairo.

Ketika tenggat ultimatum semakin mendekat, Mursi menawarkan pembentukan pemerintah sementara koalisi. “(Pemerintahan sementara) akan mengelola proses pemilu parlemen mendatang dan pembentukan sebuah komite independen untuk amandemen konstitusi untuk menyerahkan parlemen mendatang,” katanya dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya.

Mursi mengingatkan bahwa ratusan ribu pendukungnya dan demonstran telah berkumpul di seluruh negeri dan ia mendesak agar bangsanya diperbolehkan untuk mengekspresikan pendapat mereka melalui kotak suara. “Salah satu kesalahan yang saya tidak bisa terima—sebagai presiden semua orang Mesir—adalah untuk memihak salah satu pihak di atas yang lain, atau untuk menyajikan adegan dari satu sisi saja. Agar adil, kita perlu mendengarkan suara semua orang di kotak,” kata pernyataan itu.

Mursi, seorang konservatif religius berpendidikan Amerika, terpilih sebagai presiden pada Juni 2012. Tetapi, peringkat dukungannya telah menurun drastis setelah pemerintahannya gagal menjaga ketertiban atau menghidupkan kembali ekonomi Mesir. Kekacauan, termasuk serangan seksual terbuka pada wanita di jalan-jalan Mesir, telah membuat para wisatawan dan investor hengkang bersamaan dengan pernyataan oposisi yang mengatakan aturan Mursi semakin otoriter.

Polarisasi kekuatan politik di Mesir menghadapi fase paling kritis setelah revolusi pada 2011, Rabu (3/7/2013). Presiden Mesir Muhammad Mursi, presiden pertama yang dipilih melalui pemilu, telah digulingkan militer. Pesan dramatis penasihat keamanan Mursi mengingatkan rakyat Mesir dan penganut demokrasi tentang konsekuensi dari langkah militer Mesir tersebut.

Kepala angkatan bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan bahwa ia telah membekukan konstitusi dan akan menunjuk pimpinan pengadilan tertinggi Mesir sebagai pemimpin sementara. Pemilu untuk memilih presiden dan parlemen, janji dia, akan segera dijadwalkan dengan kabinet transisi menjalankan pemerintahan sementara sampai hasil pemilu didapat.

“Kami akan membangun masyarakat Mesir yang kuat dan stabil yang tidak akan mengecualikan pihak mana pun,” kata Sisi di depan panel Mesir, mewakili apa yang disebut kubu oposisi sebagai spektrum utuh Mesir. Di dalam panel ini, terdapat Koptik Paus dan ulama senior Mesir.

Tetapi, Mursi, melalui layanan di sosial media Facebook dan Twitter, menyatakan langkah militer ini sebagai “kudeta penuh” meskipun pernyataan Sisi pun mendapat sambutan meriah dengan lontaran kembang api yang spektakuler dari ribuan pengunjuk rasa di Tahrir Square, Kairo.

Sebelumnya, militer mengultimatum Mursi untuk mundur. Namun, sampai tenggat waktu yang diberikan militer terlewati, tidak ada kesepakatan antara militer, oposisi, dan Mursi. Militer pun telah membuat barikade yang membatasi gerak para pendukung Mursi, terpisah dari arus utama demonstrasi di Tahrir Square.

Pada Selasa (2/7/2013), militer tak menyuarakan apa pun setelah mengeluarkan ultimatum pada Senin (1/7/2013). Kediaman ini sempat membingungkan kubu oposisi maupun pendukung Mursi.

Sebut saja dengan akurat: kudeta

KHALED DESOUKI / AFP Pemimpin militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.Namun, pergerakan pasukan militer yang disusul pernyataan keras dari penasihat keamanan Mursi, Essam Haddad, mengungkapkan adanya peran besar yang sedang dimainkan militer di tengah krisis politik Mesir. “Demi Mesir dan untuk akurasi sejarah, sebut saja apa yang sekarang sedang terjadi dengan kudeta militer,” ujar Haddad.

Pengambilalihan kekuasaan oleh militer ini menutup sepekan yang mencekam untuk Mursi dan Ikhwanul Muslimin yang merupakan pendukung kemenangan Mursi pada Pemilu 2012. Dukungan untuk Mursi terus dibabat selama empat hari terakhir, diawali dari militer, diikuti kepolisian, menyusul kemudian bahkan media pemerintah.

Pada awal pekan ini, polisi sama sekali tidak mengambil tindakan ketika markas Ikhwanul Muslimin di Kairo dikepung selama 12 jam dan kemudian dibakar oleh massa oposisi. Rabu pagi, Kementerian Dalam Negeri yang membawahi kepolisian menyatakan mereka mendukung militer.

Rabu malam, Mursi diduga berada di kantor Garda Republik di timur Kairo, di bawah perlindungan unit khusus tentara pengamanan presiden. Sementara tentara di luar unit itu mendirikan barikade kawat berduri di sekitar lokasi yang diperkirakan sebagai tempat Mursi berada. Belum dapat dikonfirmasi apakah Mursi akan bebas meninggalkan tempatnya sekarang setelah pengambilalihan kekuasaan ini.

Sementara itu, sepanjang Rabu, Sisi menghabiskan hari dengan pertemuan tertutup yang dihadiri para jenderal kuncinya dan para tokoh agama maupun oposisi. Hadir dalam pertemuan itu antara lain pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei, ulama terkemuka Sunni, Sheikh Ahmed Tayeb, dan Koptik Paus, Tawedros II.

Sepanjang Rabu, Sisi tidak menemui Mursi, tetapi sehari sebelumnya mereka berdua telah berbicara berdua selama empat jam soal pembagian kekuasaan. Mursi telah berulang kali mengatakan ia bersedia berbagi kekuasaan dengan lawan-lawannya.

Ketika batas waktu ultimatum militer terlampaui, Mursi pun kembali menegaskan bahwa dia setuju dibentuknya pemerintah persatuan nasional dan menjadwalkan pemilihan parlemen dalam beberapa bulan. Tetapi, Haddad, kepala pembantu Mursi, membuat jelas bahwa presiden itu dalam proses digulingkan dan memperingatkan konsekuensi penggulingan ini.

“Hari ini hanya satu hal hal,” tulis Haddad dalam posting Facebook dramatis yang ia nyatakan kemungkinan sebagai catatan terakhir yang dia buat dari kantornya. “Di hari dan zaman ini tak ada kudeta militer yang dapat berhasil menghimpun kekuatan cukup besar tanpa ada pertumpahan darah. Siapa di antara Anda yang siap untuk memikul kesalahan ini?”

Haddad melanjutkan dalam note Facebook-nya, “Masih ada orang-orang di Mesir yang percaya pada hak mereka untuk membuat pilihan demokratis. Ratusan ribu dari mereka telah berkumpul untuk mendukung demokrasi dan presiden. Dan mereka tidak membiarkan serangan ini… “

“Untuk memindahkan mereka, akan ada kekerasan. Ini akan datang dari tentara, polisi, atau tentara bayaran yang disewa. Dalam kata lain, akan ada pertumpahan darah. Dan pesan ini akan beresonansi dengan keras dan jelas di seluruh dunia Muslim:… Demokrasi bukan untuk umat Islam. ” Presiden terguling Mesir, Muhammad Mursi, dikenakan tahanan rumah. Informasi ini disampaikan juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad El-Haddad melalui akun Twitter.

Haddad mengatakan Mursi dikenakan tahanan rumah di salah satu klub milik pejabat Garda Republik. Menurut dia para pengawal Mursi juga dikenakan tahanan rumah.

Sementara itu, Mursi melalui jaringan televisi Aljazeera menyatakan menolak penggulingan dirinya oleh militer. Dalam siaran Kamis (4/7/2013) dini hari yang tak bisa dilihat melalui jaringan televisi Mesir, Mursi menyatakan akan tetap mempertahankan keabsahannya sebagai pemimpin Mesir.

“Saya menolak tegas pelengseran dari posisi presiden. Dan saya tetap sebagai presiden sah di negara ini,” kata Mursi. Tempat Mursi menyampaikan pidato ini tidak diketahui, hanya ada latar kaligrafi dan bendera Mesir di belakang Mursi.

Pidato yang dikutip Aljazeera ini ditayangkan melalui jaringan internet, satu jam setelah milier mengumumkan langkah penyelesaian krisis Mesir. Mursi mengatakan dia siap berdialog dengan semua kekuatan politik untuk menyelesaikan persoalan bangsa.

Mursi juga menyerukan semua pihak termasuk pendukungnya untuk tidak melakukan aksi anarkis dan tetap memelihara keamanan negara. Mursi pun meminta militer dan kepolisian untuk melindungi seluruh rakyat dan menjaga stabilitas keamanan. Militer Mesir memburu seluruh anggota Ikhwanul Muslimin yang menjadi pendukung eks presiden Mohamed Morsi. Bahkan surat perintah penangkapan terhadap 300 anggota Ikhwanul Muslimin sudah dikeluarkan.

Situs CNN, Kamis (4/7/2013) mengabarkan, seorang pejabat keamanan Mesir membenarkan adanya perintah penangkapan terhadap 300 anggota itu. Anggota Ikhwanul Muslimin inilah yang menjadi salah satu faktor kemenangan Morsi dalam pemilu sebelumnya.

Pasukan keamanan Mesir juga telah berhasil menangkap pemimpin Ikhwanul Muslimin, Saad el-Katatni dan Rashad Al-Bayoumi. Keduanya kini sudah ditahan. Kerusuhan akibat jatuhnya Morsi juga semakin melebar. Total korban tewas hingga saat ini menjadi delapan orang. Sebanyak 343 orang terluka akibat bentrokan di seluruh Mesir. Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar.

Pasukan militer Mesir mulai melakukan sejumlah aksi untuk bisa menyukseskan penggulingan Presiden Mohamed Morsi. Salah satunya dengan melakukan penyerbuan ke stasiun TV Al Jazeera di Kairo. Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/7/2013), penyerbuan dilakukan saat stasiun televisi ini sedang melakukan penyiaran gambar. Ada sejumlah staf Al Jazeera yang ditahan dalam peristiwa ini. Pihak militer menduga stasiun TV ini berpihak kepada Morsi.

Informasi mengenai penyerbuan ini masih simpang siur. Namun sejumlah media, termasuk blog yang ada di website Al Jazeera, menyebut produser, narasumber serta presenter stasiun ini telah ditahan. Tidak beberapa lama usai kejatuhan Morsi, situasi Mesir memang dipenuhi dengan bentrokan. Sejumlah warga pendukung Morsi dengan membawa senjata menyerbu markas pasukan keamanan. 4 Orang tewas dan 10 orang terluka akibat bentrokan ini.

Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar. Pasca digulingkannya Mohamed Morsi dari kursi kepresidenan, situasi Mesir semakin mencekam. Empat pendukung Morsi tewas akibat terlibat bentrok dengan tentara dan polisi.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/7/2013), bentrokan antara pendukung Morsi dan pasukan keamanan pecah di sejumlah lokasi. Bahkan bentrokan di kota bagian barat Marsa Matruh telah menewaskan 4 orang pendukung Morsi. Pejabat keamanan setempat menjelaskan, sejumlah warga dengan membawa senjata menyerbu markas pasukan keamanan. 10 Orang terluka akibat bentrokan ini.

Amerika Serikat sendiri sudah memerintahkan agar seluruh staf yang ada di Kedutaan Kairo segera dipindahkan. Perintah evakuasi ini datang tidak berapa lama setelah Morsi digulingkan. Menteri Pertahanan Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengumumkan penggulingan Morsi dari kursi kepresidenan. Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir ditunjuk untuk menjadi pemimpin sementara hingga pemilu kembali digelar. Sebelumnya, ribuan warga Mesir menuntut Morsi mundur dari jabatannya. Aksi terus berkembang hingga mendapat dukungan militer. Buntutnya, militer pun memberi ultimatum kepada Morsi agar segera mundur.

Namun Morsi menolak. Akhirnya pasukan militer dan tank pun merapat ke arah istana presiden hingga membuat Morsi terkepung.

Meski Ada Fatwa Haram MUI, Ternyata Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas Ikuti Misa Natal Di Betlehem Tiap Tahun

Di tengah ramainya perdebatan di Tanah Air soal boleh-tidaknya umat muslim mengucapkan Selamat Natal terhadap kaum Nasrani, Presiden Palestina Mahmoud Abbas ternyata ikut serta dalam misa Natal di Bethlehem setiap tahunnya.
Mahmoud Abbas selalu ambil bagian dalam misa yang dirayakan di tempat yang banyak orang meyakini sebagai tempat lahirnya Yesus Kristus, bersama seluruh peziarah yang datang dari berbagai negara.

Pada misa Natal tahun lalu misalnya, ia sempat menyampaikan harapannya pada makan malam sebelum misa. Mahmoud Abbas berharap dapat mengimplementasikan perdamaian di seluruh wilayah Palestina.

»Kita ini saudara yang percaya akan kedamaian dan bekerja sama untuk menerapkan kedamaian itu,” ujarnya seperti ditayangkan situs YouTube. Mahmoud hadir di Bethlehem hanya beberapa hari setelah Palestina mengambil langkah signifikan untuk mengikutsertakan Kelompok Hammas dan Jihad Islam dalam organisasi liberal Palestina.

Sementara itu, baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal bagi umat Nasrani. Fatwa itu memang muncul saat MUI diketuai oleh Prof. Buya Hamka pada 1981.

Bagi beberapa tokoh, fatwa itu masih memungkinkan untuk didiskusikan lebih lanjut dan diubah. Seperti Gus Sholah dan mantan presiden Jusuf Kalla yang tetap mengucapkan selamat Natal.

Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.

Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. “Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah,” kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012.

Meskipun melarang, Maruf meminta umat Islam menjaga kerukunan dan toleransi. Dia menyatakan ada fatwa MUI yang melarang untuk mengikuti ritual Natal.

Dia menegaskan, mengikuti ritual Natal adalah haram. “Karena itu ibadah (umat lain),” kata dia. Banyak tokoh nasional minta fatwa ini diabaikan saja.Ketika dimintai tanggapan, Gubernur Jakarta memilih diam.

MUI telah mengeluarkan fatwa pada 1981 di masa Ketua Umum MUI Prof. Dr. Buya Hamka. Fatwa MUI yang ditandatangani Ketua Komisi Fatwa KH. Syukri Ghazali dan Sekretaris H. Masudi. Isi fatwa ini menyatakan haram mengikuti perayaan dan kegiatan Natal. Kidung Natal berbahasa Arab juga dipersoalkan. Meskipun dinegara negara yang berbahasa Arab, semua misa Natal dilakukan dalam bahasa Arab.

Pergerakan Perempuan Saudi Kini Sudah Bisa Dipantau Melalui SMS

Sistem elektronik yang memantau pergerakan perempuan Saudi melalui pesan pendek membuat geger di Twitter.

Sebuah penemuan itu mengungkapkan bahwa wali laki-laki di Arab Saudi akan mendapatkan pesan singkat secara otomatis jika perempuan muhrim atau yang disebut menjadi tanggung jawabnya, bepergian keluar negeri tanpa didampingi muhrimnya.

“Hello Tabilan, bersama ini kami sampaikan beberapa tips dari Saudi e-government!” seperti ditulis dalam status tiwtter, dan yang lain berkomentar dengan sinis agar pemerintah Saudi menggunakan microchips.

Sistem tersebut telah menarik perhatian ketika seorang laki-laki yang bepergian dengan istrinya mendapatkan pesan ketika mereka meninggalkan bandar Riyadh.

Perempuan Saudi tidak memiliki hak untuk bepergian tanpa pendamping laki-laki mereka dan juga dilarang mengemudi.

Upaya Reformasi

Sebelumnya, laki-laki di Arab Saudi mempunyai pilihan untuk meminta pesan singkat berupa peringatan mengenai istri, anak perempuan atau muhrimnya yang bepergian melewati perbatasan, tetapi tampaknya sistem itu diterapkan secara otomatis sejak pekan lalu.

Sejumlah pengguna situs jejaring Twitter telah mengecam langkah ini, dan memberikan komentar sindiran agar pemerintah Saudi juga menempelkan microchips dan gelang kaki untuk melacak keberadaan perempuan di negara itu.

Pengguna Twitter lain berkomentar :” Jika saya butuh sebuah SMS untuk mengetahui istri saya meninggalkan Arab Saudi, maka lebih baik saya menikah dengan perempuan yang salah atau butuh seorang psikiater.”

SMS peringatan itu merupakan bagian dari sistem paspor elektronik yang diluncurkan oleh otoritas Saudi pada tahun lalu.

Pemerintah berpendapat bahwa e-passports itu memudahkan warga negaranya untuk memenuhi mempersiapkan perjalanan “tanpa harus datang ke kantor imigrasi”.

Arab Saudi masih merupakan negara yang sangat konservatif, meski beberapa waktu terakhir Raja Abdullah memperkenalkan sejumlah reformasi politik dan sosial.

Pada September 2011, dia mengumumkan bahwa perempuan diberikan hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilu wilayah mendatang.

Survey Daftar Negara Yang Paling Banyak Memiliki Emosi Negatif dan Positif

Warga Singapura paling tidak memiliki masalah dengan emosi mereka. Ini karena berarti mereka tidak memiliki perasaan negatif atau merusak, tetapi mereka tidak memiliki rasa apapun terhadap segala sesuatu yang dialaminya sehari-hari.

Jon Clifton, peneliti Gallup dan Direktur Gallup Goverment Group dalam situs lembaga konsultan strategik itu, Rabu (21/11/2012) mengatakan, selama ini Singapura dianggap sebagai negera tanpa masalah dalam urusan kebahagiaan dan kesejahteraan warganya. Singapura menempati negara kedua dalam Indeks Daya Saing Global yang diluncurkan Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2012-2013, peringkat ke-26 dalam Indeks Pembangunan Manusia (HDI) 2011, dan peringkat keempat dalam Angka Harapan Hidup dan Kebahagiaan.

Selain itu, Singapura dikenal memiliki tingkat pengangguran yang rendah dan pendapatan per kapita penduduknya termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Kehidupannya pun sangat teratur.

Survei terbaru Gallup yang diumumkan Rabu (21/11/2012) menunjukkan warga Singapura memiliki emosi paling rendah di dunia, baik itu emosi positif atau emosi negatif. Sebaliknya, masyarakat Filipina, hidupnya dipenuhi dengan gejolak sehingga menjadi masyarakat dengan emosi tertinggi di dunia.

Survei melalui telepon ini dilakukan pada 1.000 orang responden berumur lebih dari 15 tahun di lebih dari 150 negara. Mereka ditanya apakah memiliki 5 emosi negatif dan 5 emosi positif pada sehari sebelumnya.

Kelima emosi negatif yang ditanyakan adalah marah, stres, sedih, nyeri fisik, dan khawatir. Sedangkan kelima emosi positif yang diajukan adalah istirahat cukup, banyak tersenyum dan tertawa, dihargai dengan penuh hormat, bersenang-senang, dan belajar atau melakukan sesuatu yang menarik.

Dari setiap jawaban ‘Ya’, Gallup kemudian merepresentasikannya dalam ukuran penduduk di setiap negara. Dari sini diperoleh, hanya 36 persen penduduk Singapura yang mengalami emosi positif atau emosi negatif tersebut pada hari sebelumnya. Ini berarti 64 persen penduduk Singapura tidak memiliki emosi apapun terhadap hal-hal yang dialaminya sehari sebelumnya.

Berikut ini daftar 10 negara yang emosi warganya paling rendah : 1. Singapura 36 persen 2. Georgia 37 persen 3. Lithuania 37 persen 4. Rusia 38 persen 5. Madagaskar 38 persen 6. Ukraina 38 persen 7. Belarusia 38 persen 8. Kazakhstan 38 persen 9. Nepal 38 persen 10 Kyrgystan 38 persen

Sedangkan, daftar 15 negara dengan emosi paling tinggi adalah :Filipina 60 persen El Salvador 57 persen Bahrain 56 persen Oman 55 persen Kolombia 55 persen Cile 54 persen Kostarika 54 persen Kanada 54 persen Guatemala 54 persen Bolivia 54 persen Ekuador 54 persen Republik Dominika 54 persen Peru 54 persen Nikaragua 54 persen Amerika Serikat 54 persen

Jika emosi positif dan negatif dipisah, Gallup menemukan penduduk Timur Tengah dan Afrika Utara adalah yang paling banyak memiliki 5 emosi negatif itu. Emosi negatif tertinggi dimiliki penduduk Irak, Paletina, dan Bahrain. Negara-negara ini umumnya didera berbagai persolan negatif, seperti kesulitan ekonomi, kerusuhan, revolusi, hingga perang.

Sedang yang paling banyak mendapat emosi positif adalah penduduk negara-negara Amerika Latin. Secara berurutan urutannya adalah Panama, Paraguay, dan Venezuela. Namun ini bukan berarti memiliki emosi negatif yang rendah karena hadirnya emosi positif bukan berarti mereka tidak memiliki emosi negatif.

Meski demikian, emosi negatif itu tidak cukup diatasi dengan ekonomi yang baik. Tingginya pendapatan per kapita (PDB) tidak menjamin warganya memiliki kesejahteraan jiwa yang ditunjukkan melalui gejolak emosi, apapun bentuknya. Singapura sudah membuktikannya.

Clifton menyatakan merasakan pengalaman sehari-hari sangat penting. Jika Singapura ingin masyarakatnya terus maju, maka pemerintahnya perlu membuat terobosan besar agar warganya bisa merasakan kegiatan sehari-hari mereka.

Penelitian yang dilakukan Gallup terhadap pengalaman sehari-hari warga Singapura menunjukkan mulai terjadinya hal-hal yang berkebalikan dengan kondisi ekonomi mereka. Tingkat kebahagiaan warga mulai menurun, demikian pula stimulasi intelektual, penghargaan atau penghormatan terhadap yang lain, bahkan perasaan memiliki istirahat yang cukup.

“Pemimpin Singapura perlu membuat strategi diluar batas-batas tradisional ekonomi klasik dengan menyertakan aspek kesejahteraan untuk memperbaiki kualitas hidup warganya,” tulis peneliti Gallup dalam pernyataannya.

Sebuah survei terbaru mengungkapkan negara mana saja yang warganya paling emosional dan kurang emosional. Hasilnya menunjukkan Singapura adalah negara dengan penduduk paling kalem atau minim emosi, sedangkan Filipina merupakan negara paling emosional.

Lembaga riset Gallup Worldwide Research Methodology melakukan penelitian di 150 negara dengan metode wawancara via telepon dan tatap muka. Di setiap negara, lembaga ini menyurvei 1.000 orang berusia 15 tahun ke atas antara tahun 2009 dan 2011. Para responden diwawancarai untuk mengetahui apakah mereka menyimpan lima emosi positif atau lima emosi negatif.

Lima emosi negatif tersebut adalah rasa marah, stres, sedih, sakit fisik, dan rasa cemas. Adapun emosi positif berupa rasa cukup beristirahat, diperlakukan secara hormat, rasa gembira, tersenyum dan banyak tertawa, serta belajar dan melakukan sesuatu yang menarik. Peneliti mengukur kadar emosi dengan membuat rata-rata persentase warga di setiap negara yang mengaku mengalami setiap emosi, baik itu positif maupun negatif.

Dari hasil jajak pendapat, Singapura tercatat sebagai negara yang paling kalem, tenang dan sabar dibandingkan dengan negara lain dengan hanya 36 persen warganya mengaku mengalami beragam perasaan atau emosi tersebut setiap hari. Singapura diikuti oleh Georgia, Lituania, Rusia, Madagaskar, dan Ukraina sebagai negara dengan mayoritas warganya yang minim menujukkan atau yang paling kalem, tenang dan sabar.

Sementara itu, Filipina tercatat sebagai negara yang warganya paling banyak menunjukkan perasaan emosi. Ada sekitar 60 persen warga Filipina yang menyatakan bahwa mereka merasakan 10 emosi (positif dan negatif) setiap hari. Filipina diikuti oleh El Savador, Bahrain, Oman, dan Kolombia.

Peneliti juga menganalisis emosi negatif dan positif secara terpisah. Mereka menemukan warga di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara paling banyak mengalami emosi negatif, sedangkan warga di Amerika Latin paling banyak merasakan emosi positif.

Menurut peneliti, negara-negara yang memiliki emosi negatif tertinggi mengalami masalah mental dan rasa rendah diri, temuan ini juga menunjukkan bahwa memperbaiki pendapatan mungkin menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki kesejahteraan warga di negara tersebut. Meski Singapura merupakan salah satu negara dengan rata-rata pengangguran paling rendah di dunia dan rata-rata GDP tertinggi, warganya juga tidak tertarik untuk mengekspresikan emosi mereka.

Berikut daftar negara dengan tingkat emosi.
Minim Emosi:
Singapura: 36%
Georgia: 37%
Lituania: 37%
Rusia: 38%
Madagaskar: 38%
Ukraina: 38%
Belarus: 38%
Kazakhstan: 38%
Nepal: 38%
Kirgistan: 38%

Paling Emosional:
Filipina: 60%
El Salvador: 57%
Bahrain: 56%
Oman: 55%
Kolombia: 55%
Cile: 54%
Kosta Rika: 54%
Kanada: 54%
Guatemala: 54%
Bolivia: 54%
Ekuador: 54%
Republik Dominika: 54%
Peru: 54%
Nikaragua: 54%
Amerika Serikat: 54%

Sutradara Wanita Arab Buat Film Tentang Kehidupan Wanita Di Arab Saudi

Perempuan pertama dari Arab Saudi membuat debut di festival film Venesia dengan mengeksplorasi pembatasan gerak gerik perempuan di kerajaan Islam konservatif melalui kisah anak perempuan berusia 10 tahun di Riyadh.

Film yang disebut sang sutradara sebagai film pertama yang seluruh pengambilan gambarnya dilakukan di Arab Saudi itu mengikuti kehidupan sehari-hari Wadjda dan usahanya untuk menghadapi berbagai pembatasan, di sekolah maupun di rumah.

Wadjda yang sering dimarahi karena tidak mengenakan kerudung, mendengarkan musik pop dan tidak bersembunyi bila bertemu dengan pria berusaha mencari jalan dengan menggunakan berbagai muslihat.

Dia antara lain berusaha menyusun rencana untuk menabung supaya bisa membeli sepeda dan balapan dengan teman lelakinya meski sang ibu melarang karena anak perempuan terhormat Arab Saudi tidak bersepeda.

Akhirnya dia berusaha menghafal Al Quran agar bisa ikut lomba mengaji di sekolah, berharap menang dan mendapat hadiah uang untuk membeli sepeda. Selama proses itu dia berpura-pura menjadi murid taat seperti yang selalu diinginkan gurunya.

Sutradara Haifaa Al Mansour mengatakan film “Wadjda” ingin menggambarkan pemisahan perempuan di Arab Saudi, yang menempatkan perempuan lebih rendah dari lelaki, melarang perempuan mengemudi, dan mengharuskan perempuan mendapat izin dari wali untuk bekerja, jalan-jalan, atau membuat rekening tabungan di bank.

“Mudah mengatakan bahwa itu adalah tempat yang sulit dan konservatif untuk perempuan dan tidak berbuat apa-apa. Tetapi kami harus berusaha dan berharap bisa menciptakan masyarakat yang lebih santai dan penuh toleransi,” kata dia usah pemutaran perdana filmnya di Venice.

Seperti dikutip Reuters, dia menyebut tanda-tanda perubahan dalam masyarakat Saudi dan mengatakan bahwa generasi muda perlahan-lahan berusaha mendorong pembatas tentang apa yang boleh dilakukan.

“Sekarang mulai terbuka, ada kesempatan besar untuk perempuan,” kata Al Mansour merujuk pada keterlibatan atlet perempuan Arab Saudi di Olimpiade London.

“Tidak seperti sebelumnnya, walau saya tidak bisa bilang rasanya seperti surga. Masyarakat tidak akan menerimanya dengan mudah, orang-orang akan tetap menekan perempuan untuk tetap tinggal di rumah, tapi kami harus berjuang,” kata dia.

Al Mansour mengemukakan masih kesulitan melakukan pengambilan gambar di Riyadh walaupun sudah mendapat izin dari otoritas setempat.

Dia harus bersembunyi di dalam mobil van di daerah-daerah yang lebih konservatif, di mana warga tidak setuju ada perempuan pembuat film berada dalam satu lokasi dengan lelaki. Ada kalanya dia harus mengarahkan aktor lelaki menggunakan walkie-talkie.

Film yang tidak termasuk dalam kompetisi utama di Venesia itu memang tidak bisa ditonton semua orang di Arab Saudi, mengingat di sana bioskop ilegal.

Namun para produser berharap bisa mendistribusikan film mereka melalui video digital dan saluran televisi.

Drama Televisi Omar yang Berkisah Tentang Umar Bin Khatab Diputar Di Qatar Pada Bulan Ramadhan

Drama televisi Omar, yang diproduksi di negeri Qatar menuai kecaman sekaligus pujian karena cerita mengenai para khalifah dan sahabat Nabi. Drama berseri yangmengisahkan kehidupan pemimpin Muslim pada abad ke-7, Khalifah Omar Ibn al-Khattab (juga dikenal sebagai Umar Bin Khatab di Indonesia), menimbulkan perbedaan pendapat di wilayah Arab atas keyakinan luas bahwa tokoh-tokoh Islam yang sentral tidak dapat digambarkan oleh aktor.

Para ulama konservatif mengecam serial yang diputar selama bulan Ramadan, atau bulan tersibuk dalam hal drama televisi. Para akademisi melihat tren yang tidak diinginkan dalam pemograman televisi, sementara menteri luar negeri Uni Emirat Arab secara terang-terangan menolak menontonnya.

DIPUJI
Namun di meja-meja makan dan media sosial di seluruh wilayah Arab, Omar mendapatkan pujian dari banyak penonton Muslim, yang mengagumi serial itu karena menceritakan periode yang penting dalam sejarah Islam. Beberapa pihak menyebutnya membawa pesan bagi dunia Arab, yang dilanda perubahan politik akibat pemberontakan yang terjadi tahun lalu.

Salam Sarhan, kolumnis di koran Diyar di Lebanon, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan bagian dari tren yang terjadi secara gradual di dunia Islam untuk melihat kembali warisannya secara lebih kritis. Ia menambahkan bahwa serial tersebut akan membuka pintu bagi produksi televisi dan sinema yang menggambarkan tokoh-tokoh sentral dunia Islam.

“Siapa pun yang berani menggambarkan tokoh-tokoh ini 20 tahun yang lalu, ia akan dituduh menghujat agama,” tulisnya. “Secara sederhana, penggambaran tokoh-tokoh yang dipuja-puja dengan segala kesalahan, keterbatasan, kompetisi, kemarahan, rasa lapar dan dahaga akan mendorong masyarakat Islam ke suatu fase baru.”

Dengan sebagian besar syuting dilakukan di Maroko, serial tersebut didanai oleh MBC Group, konglomerat media swasta yang berbasis di Dubai namun dimiliki pengusaha Saudi, dan stasiun Qatar TV yang dimiliki pemerintah. Serial berisikan 30 episode, dengan biaya puluhan juta dolar menurut juru bicara MBC, itu disiarkan oleh televisi satelit di seantero wilayah Arab. Serial ini juga ditayangkan oleh salahsatu teve swasta di Indonesia.

Acara ini menarik pujian karena set dan kostum yang sangat detil, serta efek visual dan adegan peperangan yang melibatkan gajah-gajah dan ratusan pemain figuran. Namun untuk banyak penonton, nilai produksi tersebut dikesampingkan oleh fakta bahwa aktor-aktor di serial tersebut memainkan Omar dan tiga sahabat Nabi Muhammad yang lain, yang merupakan empat khalifah pertama dari kekaisaran yang berekspansi ke wilayah di luar Semenanjung Arab.

Dalam sejarahnya, cendekiawan Muslim tidak menyarankan penggambaran tokoh-tokoh yang dihormati dalam karya seni, dan beberapa diantaranya mengatakan bahwa itu dilarang karena dapat menyesatkan atau mendorong pada pemujaan.

Itulah sebabnya mengapa mesjid dihiasi pola geometrik atau tumbuh-tumbuhan, bukannya gambar manusia atau binatang.
​​Meski beberapa sahabat Nabi telah digambarkan dalam film, produksinya sebagian besar dilakukan oleh kelompok Syiah. Serial Omar ini diyakini sebagai drama pertama yang menggambarkan keempat khalifah yang diproduksi oleh kelompok Sunni, yang merupakan mayoritas di daerah Teluk dan Afrika Selatan dan secara historis menolak penggambaran tokoh-tokoh tersebut.

“Penggambaran sahabat-sahabat Nabi merupakan kejutan bagi masyarakat [Arab],” ujar Suaad al-Oraimi, profesor sosiologi di UAE University. Mufti Saudi Arabia, atau otoritas agama tertinggi di negara tersebut, dengan keras mengkritik acara tersebut dalam sebuah ceramah. Perlawanan juga datang dari Universitas al-Azhar, lembaga prestisius di Kairo tempat pembelajaran aliran Sunni.

“Khalifah-khalifah pertama telah dijanjikan surga. Hidup mereka tidak dapat digambarkan oleh sembarang aktor,” ujar Ahmed al-Haddad, mufti di Dubai, dalam pernyataan tertulis pada kantor berita Reuters.

Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab Sheikh Abdullah bin Zayed adalah salah satu dari pengkritik paling menonjol dan ia menulis di Twitter: “Saya tidak akan menonton serial Omar Ibn al-Khattab.” Komentarnya diteruskan oleh ribuan orang dalam beberapa hari saja.

Sheikh HamadWael al Hanbari, cendekiawan Muslim ternama yang tinggal di Istanbul, mengatakan ia khawatir reputasi para khalifah tersebut dapat tercemar.

“Hal ini sama sekali tidak dapat diterima,” ujarnya. “Para aktor ini dapat memainkan peran-peran lain, di film laga misalnya, namun selamanya akan diasosiasikan dengan peran khalifah. Ini sangat berbahaya. Citra para khalifah ini harus dilindungi.”

Namun serial televisi tersebut tidak kekurangan pendukung. Saif al-Sahabani, kolumnis koran Okaz di Saudi Arabia, menepis ide bahwa penggambaran sahabat Nabi merupakan hal yang dilarang hukum agama. “Serial tersebut memperlihatkan kesenjangan dalam nurani kolektif Arab dan Islam, terutama di antara mereka yang bergantung pada tradisi daripada pikiran sehat,” tulisnya.

Sahabani mengutip sejumlah dukungan terhadap acara tersebut dari cendekiawan-cendekiawan Muslim senior, termasuk ulama Mesir yang tinggal di Qatar, Yousef al-Qaradawi, yang dikenal di dunia Arab lewat program mingguannya di stasiun televisi Al Jazeera. Qaradawi ada dalam komite cendekiawan Muslim yang mengulas skenario serial tersebut.

Sejumlah penonton menolak kritikan terhadap acara tersebut karena mereka melihatnya sebagai serangan terhadap kebebasan pribadi. “Muak dengan pandangan kaum ekstremis.. Siapa kalian yang menghakimi kami karena kami menonton serial Omar?” tulis seseorang dengan nama akun Twitter YasmineMedhat, yang profilnya menyatakan ia adalah seorang Muslim di Mesir.

Hatem Ali, sutradara serial tersebut, mengatakan ia dan timnya sudah menduga akan ada kontroversi sebelum episode pertama ditayangkan.

“Kami telah bersiap-siap untuk itu,” ujarnya dalam wawancara lewat telepon dari rumahnya di Syria. “Omar adalah serial televisi pertama yang memperlihatkan tokoh-tokoh penting tersebut. Jadi orang akan memiliki pendapat-pendapat yang berbeda dan hal itu dapat dipahami.”

Sebagai sutradara sejumlah drama televisi sejarah, termasuk trilogi mengenai pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia, Ali mengatakan bahwa serial Omar tidak dihubungkan dengan kebangkitan kekuasaan kelompok Islamis di Tunisia dan Mesir, dan tidak usah dilihat sebagai kampanye bagaimana negara Islam seharusnya diperintah.

Namun ia menambahkan bahwa serial tersebut menyentuh isu-isu yang tetap relevan saat ini, seperti peran perempuan dalam Islam, tata kelola pemerintahan yang baik dan aplikasi hukum syariah. “Saya tidak mengkampanyekan pembentukan pemerintahan Islam,” ujarnya. “Namun Omar adalah contoh seseorang yang mempertimbangkan perubahan dan ujian-ujian baru yang dihadapi masyarakat.”

Saat ditanya mengenai kontroversi tersebut, juru bicara MBC mengatakan perusahaannya bertujuan menampilkan sejarah dengan benar. “Itu adalah tujuan besar kami yang hanya dapat dicapai dengan kejujuran dan komitmen terhadap peristiwa-peristiwa sejarah.”

Michael Stephens, analis isu politik dan sosial di Royal United Services Institute di Doha, membandingkan serial tersebut dengan keputusan pemerintah Saudi Arabia untuk mengijinkan atlet-atlet perempuan bertanding di Olimpiade untuk pertama kalinya tahun ini. “Hal ini tidak mengubah dunia namun merupakan satu langkah. Dan sekali Anda mengambil langkah tersebut, Anda tidak dapat mundur,” ujarnya.

“Meski mengundang kekesalan, namun orang-orang masih menontonnya. Itulah keanehan yang terjadi.”

Jenderal Penting Suriah Munaf Tlass Membelot Bersama 18 Jenderal Lain Bergabung Bersama Pemberontak

Seorang jenderal penting dan dekat dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad serta keluarganya membelot, pukulan baru bagi pemerintah itu, kata sumber dekat dengan pemerintah kepada AFP pada Jumat.

“Jenderal Munaf Tlass membelot tiga hari lalu dan ia agaknya telah meninggalkan Suriah,” kata sumber itu, yang tidak bersedia namanya disebut. Demikian diberitakan AFP yang dipantau oleh ANTARA News di Jakarta, Jumat.

Tlass adalah perwira militer tertinggi yang meninggalkan pemerintah Suriah. Ia adalah putra mantan menteri pertahanan Mustafa Tlass, kawan dekat Hafez al-Assad almarhum, ayah Bashar al-Assad. Tlass juga seorang anggota kalangan dalam pemerintah di Suriah dan teman Bashar semasa kecil.

Keluarga pejabat Sunni itu berasal dari kota Rastan yang dikuasai pemberontak, di provinsi Homs, yang kini dikepung dan ditembaki pasukan pemerintah. Seorang jenderal di pasukan elit Pengawal Republik, yang bertugas melindungi pemerintah, Tlass disisihkan lebih setahun lalu, setelah ia tampaknya tidak dipercaya.

Menurut sumber yang punya hubungan dekat dengan Damaskus, Tlass telah melakukan beberapa misi rekonsiliasi tetapi gagal antara para pendukung pemerintah dan pemberontak di Rastan dan provinsi Daraa di selatan.Beberapa bulan kemudian ia menyerahkan seragam militernya dan menggantikan dengan pakaian sipil. Ia menetap di Damaskus, di mana ia membiarkan janggut dan rambutnya panjang.

Satu sumber lainnya di Damakus mengemukakan kepada AFP hubungan Tlass dengan pihak penguasa tidak dapat didamaikan setelah serangan pemerintah terhadap distrik Baba Amr, Homs Februari tahun ini.

Tlass kabarnya menolak memimpin suatu tugas untuk menguasai kembali bekas pangkalan pemberontak itu dan Bashar kemudian mengemukakan kepada dia agar tinggal di rumah saja.

Sumber-sumber yang dekat dengan Tlass mengatakan keluarganya kini berada di Dubai, termasuk abangnya Firas, yang adalah seorang pengusaha. Saudara sepupu Tlass, Abdel Razzak, membelot dari militer beberapa bulan lalu memimpin Batalyon Farouk dari Tentara Pembebasan Suriah di Homs.

Kelompok Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah yang bermarkas di London mengatakan lebih dari 16.500 orang tewas sejak pemberontakan terhadap pemerintah Bashar meletus pertengahan Maret tahun lalu.

Seorang jenderal dan beberapa tentara Suriah menyeberang ke Turki, Senin, kata seorang diplomat Turki kepada AFP, menjadikan jumlah pembelotan jenderal dari rezim diperangi Bashar al-Assad setidaknya 18 orang.

Turki telah menjadi rumah bagi puluhan pembelot yang menyeberang ke perbatasan dan membentuk Tentara Pembebasan Suriah dalam penentangan terhadap rezim Assad.

Pembelotan terbaru itu menjadikan 18 jumlah jenderal yang telah melarikan diri ke Turki sejak konflik meletus di Suriah pada Maret tahun lalu.

Diplomat Turki, yang juga berbicara kepada AFP tanpa menyebut nama, Selasa mengatakan, bahwa hampir 42.700 pengungsi Suriah sekarang hidup di kamp-kamp dekat perbatasan dengan Suriah.

“Kami melihat peningkatan jumlah pengungsi Suriah yang tiba di Turki, apakah mereka warga sipil atau militer,” kata diplomat itu.

Di Washington, pejabat Departemen Luar Negeri AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan total 1.280 orang Suriah telah melarikan diri ke Turki semalam, termasuk jenderal dan lainnya.

“Jelas rezim itu panik pada saat ini,” tambah pejabat Amerika Serikat itu.

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Suriah dan Lakukan Simulasi Perang Di Mediterania

Sekelompok kapal perang dari tiga armada Rusia akan melakukan misi pelatihan tempur di Mediterania dan Laut Hitam, kata Kementerian Pertahanan Rusia, Selasa. Kekuatan angkatan laut terdiri dari kapal anti-kapal selam Admiral Chabanenko, Alexander Otrakovsky, Georgy Pobedonosets dan kapal serang besar amfibi Kondopoga, serta kapal pendukung Nikolai Chiker dan Sergei Osipov, kata kementerian itu dalam satu pernyataan, lapor Xinhua.

Kapal perang dari Utara, Baltik dan armada Laut Hitam, telah menuju Atlantik untuk bergabung dalam kelompok kapal Armada Baltik, dan akan melaksanakan tugas-tugas mereka di perairan target. Namun, kementerian itu tidak memberikan tanggal spesifik bagi misi pelatihan tersebut. Pada Januari, tiga kapal Rusia, termasuk Laksamana Chabanenko dan dua kapal pengawal, mengunjungi pelabuhan Suriah Tartus. Moskow mengatakan, langkah tersebut belum-dijadwalkan dan tidak ada hubungannya dengan situasi di Suriah.

Sejak Desember lalu, Rusia telah mengirim beberapa kapal perang ke perairan Suriah, termasuk armada unggulan Admiral Kuznetsov, meskipun ada kekhawatiran dari negara-negara Barat yang bergerak terkait dengan situasi Suriah.

Rusia bersiap mengirim kapal perangnya ke Suriah kalau-kalau diperlukan untuk melindungi personel dan memindahkan peralatan dari instalasi Angkatan Lautnya di Pelabuhan Tartus di Laut Tengah. Suriah adalah pijakan paling kuat bagi Moskow di Timur Tengah, membeli senjata dari Rusia dengan nilai miliaran dolar AS, dan menjadi satu-satunya tempat pelabuhan permanen air hangat Rusia di luar bekas Uni Sovyet.

Laporan tersebut mengutip keterangan perwira yang tak disebutkan jatidirinya di jajaran komando Angkatan Laut Rusia. Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan Rusia tak bersedia memberi komentar. Presiden Vladimir Putin dan Presiden AS Barack Obama dijadwalkan bertemu Senin malam untuk pembicaraan di sisi pertemuan tingkat tinggi G20 di Meksiko, demikian laporan Reuters, Senin malam.

Rusia telah menggunakan hak vetonya di Dewan Keamanan guna mencegah upaya Barat untuk mengutuk Presiden Bashar dan memastikan penyingkirannya. Moskow berpendapat desakan terhadap pemerintah untuk menggunakan tekanan luar negeri tak bisa diterima. Hanya dialog antara pemerintah dan oposisi dapat menyelesaikan krisis tersebut, kata Moskow.

Rusia Kirim 6 Kapal Perang Ke Suriah

Rusia mengirim satu armada angkatan laut terdiri atas enam kapal perang dipimpin kapal perusak anti-kapal selam ke pangkalan angkatan lautnya di pelabuhan Tartus, Suriah, kata kantor berita Interfax pada Selasa.

Kapal Laksamana Chabanenko dan tiga kapal pendarat meninggalkan pelabuhan mereka di Severomorsk di Arctic Circle menuju laut Tengah, tempat mereka akan bergabung dengan kapal patroli Rusia Yaroslav Mudry serta satu kapal pendukung, kata sumber militer kepada kantor berita itu.

“Program pelayaran itu termasuk satu persinggahan di pelabuhan Tartus Suriah,” kata sumber yang tidak disebut namanya kepada kantor berita itu.

Sumber itu mengatakan kunjungan itu dilakukan sejalan dengan rencana-rencana kesiapan militer armada Rusia. Menurut Interfax, sumber itu menegaskan penggelaran tersebut “tidak ada hubungannya dengan situasi yang meningkat di Suriah.”

“Di Tartus kapal-kapal itu akan mengisi pasokan bahan bakar,air dan bahan makanan,” kata sumber itu dan menambahkan penggelaran kapal-kapal di Mediterania akan berlangsung sampai akhir September.

Rusia dikecam keras Barat karena tidak memutuskan hubungan militer dengan Suriah kendatipun konflik antara pemerintah itu dan pemberontak menewaskan ribuan orang, demikian AFP.