Monthly Archives: March 2012

Libya Dibawah Pimpinan Muammar Khadafi Miliki Ribuan Senjata Kimia Yang Tidak Dilaporkan

Di bawah kepemimpinan Muammar Khadafi, Libya ternyata memiliki senjata kimia terselubung. Senjata yang disebut gas mustard tersebut tidak dilaporkan kepada Organisasi Pencegahan Senjata Kimia (OPCW), padahal Libya merupakan anggotanya.

Keberadaan senjata kimia ini diungkap oleh para pengawas OPCW usai datang berkunjung ke Libya, pekan lalu. Kedatangan tim pengawas OPCW tersebut untuk memeriksa temuan senjata sisa-sisa rezim Khadafi yang belum diketahui sebelumnya, yang ditemukan oleh Dewan Transisi Nasional (NTC) usai Khadafi lengser.

“Sesuai dengan permintaan pemerintah Libya, para pengawas datang untuk memeriksa persediaan senjata, terutama peluru meriam, yang kemudian ditetapkan sebagai senjata kimia dan seharusnya dilaporkan,” demikian pernyataan OPCW, seperti dilansir oleh AFP, Jumat (20/1/2012).

Meriam-meriam yang bisa diisi bahan kimia tersebut disimpan di sebuah gudang senjata di Ruwagha, Libya bagian tenggara. Diketahui bahwa meriam tersebut disimpan bersama dengan persediaan sulfur mustard dan senjata kimia lainnya dalam jumlah banyak. Untuk senjata kimia lainnya telah dilaporkan oleh Khadafi, namun ternyata tidak juga dihancurkan hingga sekarang.

“Libya sekarang harus mengajukan rincian rencana dan waktu untuk penghancuran semua bahan kimia yang telah dilaporkan kepada OPCW tersebut, tidak lebih dari tanggal 29 April 2012, itu batas akhir penghancuran,” imbuhnya.

Rezim Khadafi telah bergabung dengan OPCW yang bermarkas di Den Haag, pada 2004 lalu. Namun ternyata Khadafi hanya menghancurkan 45 persen persediaan senjata kimia yang dilaporkannya, sebelum fasilitas penghancuran rusak pada Februari 2011 lalu akibat serangan pemberontak.

Di gudang persenjataan tersebut ditemukan sebanyak 11,5 ton gas mustard. Jumlah ini belum ditambah dengan persediaan senjata yang ditemukan oleh NTC pada tahun lalu.

Istana Pelacur Milik Saif al-Islam Anak Muammar Khadafi Diungkap Oleh Mantan Istrinya Sendiri

Kabar mengejutkan datang dari Ukraina. Seorang mantan penari telanjang bernama Nadia mengklaim pernah menikah dengan anak bekas pemimpin Libya, Muammar Khadafi, Saif al-Islam. Tanpa sungkan, Nadia membeberkan soal kehidupan seks mereka.

Diberitakan Daily Mail, Sabtu (3/3/2012), Nadia mengaku bertemu dengan Saif di sebuah klub striptease di Moskow, Rusia. Saat itu Nadia sedang bekerja sebagai penari.

Tak lama kemudian, Nadia pun hendak dinikahi Saif. Bahkan, wanita bermata biru itu sempat mengoperasi kewanitaannya agar terlihat perawan di depan Saif.

“Saya mencoba untuk memiliki keluarga normal, namun Saif ingin hidup tanpa status dengan para kekasihnya dan menggelar pesta seks,” terang Nadia pada media Ukraina.

“Rumah kami terlihat seperti rumah bordir, banyak teman-teman Saif dan banyak wanita,” sambungnya lagi.

“Itu menghancurkan saya, merusak saya dari dalam. Dan yang paling penting, Saif memakai narkoba dan dia tidak bisa mengontrol dirinya bila sedang menggunakan narkotika,” cerita Nadia yang berusia 29 tahun itu.

Tidak tahan dengan kelakuan Saif, Nadia pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan pernikahan mereka. Dia pun kembali ke Moskow pada tahun 2008. Lalu, sejak tahun 2010, Nadia menghilang demi alasan keamanan.

Hingga saat ini, belum ada bukti kalau Nadia benar-benar menikah dengan Saif dan bercerai setelah dua tahun. Namun apa yang diucapkan wanita muda ini ditanggapi serius oleh publik di Ukraina dan Rusia.

Bila pernyataannya benar, maka Nadia bisa menjadi saksi dalam persidangan yang melibatkan Saif di pengadilan internasional.