Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mewanti-wanti bahwa serangan militer Israel ke Iran akan menimbulkan akibat yang tak bisa ditebak. “Sebuah kekeliruan yang serius,” ujarnya kepada wartawan di Moskow. Sebab, “Intervensi militer hanya akan berujung pada jatuhnya korban jiwa dan menimbulkan penderitaan bagi manusia,” tuturnya.
Pernyataan Lavrov itu menimpali niat Presiden Israel Shimon Peres yang ingin menyerang Negeri Mullah itu. “Kemungkinan serangan militer terhadap Iran kian nyata ketimbang opsi diplomatik,” kata Peres. Pekan lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berusaha mendapatkan dukungan kabinet bagi satu serangan terhadap Iran.
Satu jajak pendapat yang disiarkan koran Israel, Haaretz, Kamis lalu, menyatakan opini publik Israel terbelah mengenai serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Sebanyak 41 persen mendukung, 39 persen menentang, dan 20 persen tidak memberi keputusan. Menteri Pertahanan Ehud Barak bahkan menolak perintah menggelar serangan militer.
“Kami percaya sanksi-sanksi akan lebih efektif,” tutur Barak, yang menyebut rencana Iran membuat senjata nuklir sebagai ancaman terhadap stabilitas dunia. “Diplomasi bisa bekerja andaikata kita bersatu.” Israel ngotot menyerang Iran setelah intelijen mereka menyimpulkan bahwa Iran bakal memindahkan fasilitas nuklir mereka ke kota suci Qom, akhir tahun ini.
Rencana menyerang Iran berawal dari sejumlah laporan intelijen kepada Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang menyebutkan adanya upaya Iran mengembangkan teknologi senjata nuklir. Koran The Washington Post pada Ahad lalu melansir laporan sejumlah diplomat Barat dan pakar nuklir yang mengkaji laporan intelijen itu.
“Iran telah mengambil langkah-langkah utama untuk mengatasi tantangan teknis dengan bantuan ilmuwan asing,” demikian ditulis The Washington Post. Disebut-sebut, Iran mendapat bantuan dari Korea Utara dan Abdul Qadeer Khan, pakar nuklir Pakistan. Bekas pejabat IAEA, David Albright, menyebut Iran telah mendapatkan desain dan menguji kapsul peledak.
Ulama Iran, Ayatollah Ahmad Khatami, mengingatkan Ketua IAEA Yukiya Amano agar tak merilis laporan intelijen tersebut pada pekan ini. “Laporan penuh kebohongan itu akan merusak kredibilitas IAEA,” katanya, seraya menegaskan Iran akan “menyiksa” Israel jika menyerang wilayah mereka.
bisa bisa perang nuklir niy…
hidup rusia …..
Rasanya memang belum waktu untuk menyerang Iran masih menunggu legalitas.
of to you
IAEA, tolol, congean, guoblok, bego dsb. dunia sudah tau elu el israel, dasar guoblok…
waktu yang baik menyerang Israel mumpung ada rusia … kalo tdk kita pasti kalah
negara pengacau dunia itu adalah amerika serikat dan iran itu sendiri, jual nyawa negara orang lain, merasa benar sendiri, ngroyok. sesekali iran dan amerika memeang perlu di embagao biar mampus
ini saya yg komen … israel
pengacau yang berwajah dermawan. Pembunuh yang berwajah pelindung !
akan terjadi suatu pukulan balasan dan menyakitkan bagi negara barat apabila negara barat dan israel menyerang iran. dunia akan menyaksikan kejatuhan negara negara sombong tsb
Saya dukung IRAN…..sebab IRAN tidak pernah obrak-abrik negara lain. Kenapa Pakistan, India, Rusia, Amerika, Perancis, Inggris, Israel, Korut, Jepang, China dan Ukraina boleh pake Nuklir tetapi Iran malah di larang.
Ngapain rusia belain iran mending belain arab saudi
hidup rusia … hidup commi
hidup rusia ……….
Setelah irak lalu suriah sekarang iran giliran hancur. Akibat para pemimpin yg suka korupsi