Raja Dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Sedang Sakit Parah

Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz (86) dan putra mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz (82) sedang sakit. Hal tersebut mengundang spekulasi tentang suksesi kekuasaan di negara kaya minyak itu. Siapa gerangan kandidat untuk menjadi raja negara itu kelak?

Raja Abdullah menjabat sebagai Raja sejak 2005 dan kini terkena penyakit hernia. Para dokter kerajaan memintanya beristirahat. Putra mahkota juga baru saja menjalani operasi di Amerika Serikat dan sejak bulan Agustus lalu beristirahat di Maroko karena menderita kanker.

Raja Abdullah dan Pangeran Sultan memang sudah berusia uzur. Hal itu membuat tugas kerajaan sehari-hari untuk sementara dijalankan oleh Deputi II Perdana Menteri yang juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz (76). Raja Abdullah juga meminta Pangeran Nayef menangani urusan pelaksanaan haji tahun ini.

Semua pihak, baik di tingkat regional maupun internasional, khususnya AS, merupakan sahabat terdekat Arab Saudi. Sejumlah negara berkepentingan soal stabilitas dan proses suksesi yang mulus di negara pemilik seperlima cadangan minyak dunia itu.

Dua cara

Ada dua opsi bagi Raja Abdullah untuk merancang kandidat raja di masa mendatang. Dia bisa menunjuk Pangeran Nayef sebagai putra mahkota untuk menggantikan Pangeran Sultan. Alternatif lain, Raja juga bisa meminta Dewan al-Baiat, yang beranggotakan keluarga teras Kerajaan. Mereka ini adalah keturunan Raja Abdul Aziz al-Suud (pendiri negara Arab Saudi). Dewan kemudian akan mengelar sidang darurat untuk memilih putra mahkota.

Diberitakan sejumlah saudara Raja Abdullah, di antaranya Pangeran Talal bin Abdul Aziz, keberatan dengan pengangkatan langsung Pangeran Nayef bin Abdul Aziz sebagai Deputi II Perdana Menteri oleh Raja tanpa berkonsultasi dengan Dewan al-Baiat. Pangeran Talal adalah saudara tiri dari Pangeran Nayef.

Menurut Pangeran Talal, dalam tradisi Arab Saudi, pejabat Deputi II Perdana Menteri secara otomatis menjabat sebagai putra mahkota.

Pangeran Talal disinyalir telah meminta Raja Abdullah menjelaskan alasan penunjukan Pangeran Nayef sebagai Deputi II Perdana Menteri itu.

Pada tahun 2006, Raja Abdullah mendirikan Dewan al-Baiat. Dewan ini bertugas untuk mengamankan dan melakukan suksesi kekuasaan di kalangan keluarga keturunan Al-Suud, terutama dalam pemilihan putra mahkota.

Dewan al-Baiat itu beranggotakan 135 anak cucu Raja Abdul Aziz al-Suud.

Diperkirakan terdapat lebih dari 6.000 pangeran dari anak cucu Raja Abdul Aziz al-Suud itu.

Pangeran Nayef terkuat

Masa keanggotaan Dewan al-Baiat itu hanya empat tahun, tetapi bisa diperpanjang bila disepakati oleh semua pihak. Dewan al-Baiat itu harus dipimpin keturunan tertua dari Raja Abdul Aziz yang masih hidup.

Dalam hal ini, Pangeran Meshaal bin Abdul Aziz adalah keturunan tertua. Dia ditunjuk menjadi ketua dewan tersebut.

Jika Raja Arab Saudi meninggal dunia, Dewan al-Baiat langsung menggelar sidang khusus untuk mengumumkan putra mahkota, yang otomatis menjadi raja baru. Dewan juga akan memilih putra mahkota baru dalam kurun waktu 10 hari.

Raja baru itu bisa mengusulkan sejumlah kandidat putra mahkota kepada Dewan al-Baiat. Dewan al-Baiat bisa menerima atau menolak usulan Raja tersebut. Dewan itu juga bisa memilih putra mahkota yang tidak diusulkan raja baru tersebut.

Jika pilihan putra mahkota oleh Dewan al-Baiat itu tidak disetujui raja baru, Dewan al-Baiat harus menggelar sidang lagi untuk memilih putra mahkota. Namun, dalam sidang ini, Dewan harus mengikutsertakan kandidat putra mahkota yang diusulkan Raja dan Dewan al-Baiat. Dewan kemudian melakukan pemungutan suara.

Berdasarkan peta kekuatan politik di keluarga keturunan Raja Abdul Aziz al-Suud, peluang Pangeran Nayef bin Abdul Aziz tergolong paling besar. Dia lahir di kota Taif tahun 1934.

Pangeran Nayef kini praktis merupakan orang ketiga dalam struktur kekuasaan di Arab Saudi, setelah Raja Abdullah bin Abdul Aziz dan putra mahkota Pangeran Sultan bin Abdul Aziz.

Pangeran Nayef bin Abdul Aziz juga dikenal sangat dipercaya oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz, meskipun ada beberapa saudara lainnya keberatan terhadap Pangeran Nayef

About these ads

2 responses to “Raja Dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Sedang Sakit Parah

  1. tamatlah….. dinasti suud!!!!

  2. Jangan lupa merokok memakai intan berlian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s