Sebuah kapal perang Rusia, Jumat (5/12), untuk pertama kalinya akan berlayar melalui Terusan Panama. Itu merupakan simbol unjuk kekuatan militer Rusia yang sempat tenggelam setelah berakhirnya Perang Dingin.
Kehadiran Angkatan Laut Rusia di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Latin itu juga dilengkapi dengan beroperasinya gugus tugas Armada Utara Rusia yang meninggalkan basis mereka kemarin menuju perairan Atlantik dan Mediterania.
Kapal perang Rusia yang diperkirakan melintasi Terusan Panama, Jumat malam atau Sabtu pagi, adalah sebuah kapal antikapal selam berukuran raksasa, Admiral Chabanenko. Kedutaan Besar Rusia di Panama, menjelaskan, kapal itu melintasi Terusan Panama dari Samudra Atlantik menuju Samudra Pasifik.
”Peristiwa seperti itu sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1944, semasa Perang Dunia II, ketika empat kapal selam Rusia melewati terusan itu,” demikian pernyataan Kedubes Rusia.
Jadwal melintasi terusan itu diambil setelah kapal-kapal perang Rusia, Selasa, menyelesaikan latihan bersama dengan kapal perang Venezuela.
”Tujuan utama (kunjungan ke Panama) adalah agar para prajurit bisa beristirahat dan mengisi kembali perbekalan,” papar Kedubes Rusia, sambil menambahkan, kapal itu membawa 451 awak dan akan berada di Panama hingga 11 Desember di bekas basis AL Amerika Serikat.
Latihan perang
Juru bicara AL Rusia, Kapten Igor Dygalo, menguraikan, kapal induk Admiral Kuznetsov, kapal perusak Admiral Levchenko, dan dua kapal pendukungnya berangkat dari pangkalan Armada Utara di Severomorsk, kemarin, untuk melakukan latihan perang dan mengunjungi sejumlah pelabuhan dalam beberapa bulan perjalanan mereka. Hal itu menandai penggelaran AL Rusia di belahan bumi sebelah barat sejak Perang Dingin