Ledakan Pipa Gas Hancurkan Kota Kaohsiung Di Taiwan

Ledakan pipa gas beruntun mengoyak-ngoyak Kaohsiung, kota terbesar kedua di Taiwan, Kamis tengah malam, 31 Juli 2014. Sedikitnya 25 orang tewas dan 267 luka-luka dalam kejadian itu. Ledakan terjadi di Distrik Cianjhen, membuat mobil-mobil terlempar dan jalan-jalan terbelah. Aparat masih menyelidiki penyebab kebocoran gas yang menyebabkan ledakan. Beberapa laporan menyebutkan ledakan disebabkan oleh pecahnya pipa di bawah tanah.

“Pemadam kebakaran menerima telepon ihwal adanya kebocoran gas sekitar pukul 20.46, Kamis malam lalu. Terjadi serangkaian ledakan sekitar tengah malam mencakup wilayah dua-tiga kilometer persegi,” kata Badan Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan. Tayangan media memperlihatkan kebakaran besar, kendaraan yang jungkir balik, jenazah yang tertutup puing, serta jalan terbelah menjadi dua. Para saksi mengatakan ledakan tersebut menimbulkan bola api besar yang membubung ke udara hingga setinggi 30 meter.

Perdana Menteri Taiwan Jiang Yi-huah menyebutkan sedikitnya terjadi lima ledakan. Empat petugas pemadam kebakaran yang menyelidiki kebocoran gas dilaporkan turut menjadi korban, 22 lagi cedera, dan dua masih hilang. Sekitar 1.100 warga di sekitar lokasi ledakan diungsikan ke sekolah-sekolah, sementara tim pemadam berusaha memadamkan api dan mencari sumber kebocoran gas. Hingga Jumat pagi, sebagian besar kebakaran berhasil dipadamkan, namun ada yang masih berkobar. Pemerintah kota setempat menutup jalan sepanjang enam kilometer.

Sejumlah orang dilaporkan terjebak di bawah puing-puing. Penyebab pasti ledakan masih belum diketahui, tetapi beberapa perusahaan petrokimia memiliki pipa di sepanjang sistem pembuangan distrik. “Penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Kami menduga kebocoran gas adalah propena,” kata Menteri Ekonomi Taiwan Chang Chia-chu.

Propena adalah gas tidak berbau dan mudah terbakar yang digunakan untuk membuat poliester. Kaohsiung adalah salah satu pusat produksi petrokimia Taiwan. Media setempat melaporkan sekolah-sekolah di Distrik Cianjhen dan Lingya diliburkan kemarin. Wali Kota Kaohsiung Chen Chu lewat akun Facebook-nya mengatakan penyelamatan masih dilakukan. Dia meminta masyarakat untuk mengikuti petunjuk tim penyelamat di lokasi kejadian dan tidak berdiri menonton.

“Pemerintah setempat telah meminta CPC dan Hsin Kao Gas (pemasok gas setempat) menghentikan pasokan gas,” kata Chen. Ia juga meminta Presiden Taiwan Ma Ying-jeou mengkaji kembali sistem pipa petrokimia di bawah tanah Kaohsiung untuk mencegah insiden serupa terjadi pada masa mendatang.

Pemerintah Taiwan menyatakan tiga hari berkabung dan mengibarkan bendera setengah tiang. Ucapan belasungkawa membanjiri media sosial. Masyarakat membentuk kelompok sukarelawan untuk mendistribusikan makanan dan kebutuhan lain. Sejumlah perusahaan besar juga menjanjikan bantuan senilai puluhan juta dolar Taiwan untuk operasi penyelamatan.

Pesawat Malaysia Airlines MH136 Batal Mendarat Di Australia Untuk Hindari Tabrakan Dengan Pesawat Lain

Penerbangan pesawat Malaysia Airlines MH136 yang membawa 167 penumpang dengan rute Adelaide-Kuala Lumpur diperintahkan membatalkan lepas landas di Bandara Adelaide, Australia, Selasa, 29 Juli 2014. Perintah pembatalan dari menara kontrol dilakukan untuk menghindarkan pesawat dari tabrakan dengan pesawat Tiger Airways A320, yang sedang mendarat di hadapan MH136.

Berdasarkan laporan The Aviation Herald, awak pesawat MH136 kemudian membatalkan lepas landas dengan kecepatan rendah dan menghentikan pesawat. “Sementara, Tiger Airways A320 terbang terlalu tinggi dan terlalu cepat saat mendarat,” demikian pernyataan yang dilansir dari The Aviation Herald. MH136 membatalkan lepas landas 12 menit setelah perintah diberikan. Tidak ada korban pada peristiwa ini.

Malaysia Airlines menyatakan MH136 sebenarnya sudah siap untuk lepas landas dari Bandara Adelaide. “MH136 sedang dalam kondisi take off roll ketika menara kontrol Bandara Adelaide memerintahkan untuk menghentikan dan mengabarkan adanya pelanggaran di jalur lepas landas,” demikian pernyataan Malaysia Airlines seperti dilansir dari News Strait Times.

MH136 lepas landas dari Bandara Adelaide pada pukul 08.56, 25 menit setelah pembatalan lepas landas. Pesawat yang membawa 167 penumpang tersebut mendarat dengan selamat di Kuala Lumpur pada pukul 03.15 hari ini dengan waktu delay 10 menit.

Sebelumnya pesawat Malaysia Airlines MH17 ditembak di atas udara Ukraina dua pekan lalu. Korban dari kecelakaan tersebut mencapai 298 orang. Tidak hanya itu, Maret kemarin, pesawat Malaysia Airlines lainnya, MH370 yang membawa 239 penumpang, menghilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing.

Kisah Kepahlawanan Dokter Dr. Kent Brantly Yang Korbankan Jiwanya Untuk Korban Virus Ebola

Satu serum eksperimen melawan virus ebola – cukup untuk satu pasien tiba di Liberia kemarin. Tapi masalahnya, ada dua sukarelawan Amerika Serikat yang kondisinya kritis setelah tertular virus. Pilihan yang sulit soal siapa yang akan menerima serum. Apakah Dr. Kent Brantly, 33 tahun, dokter yang tergabung dalam organisasi Amerika Serikat, Pundi Orang-orang Samaria (Samaritan’s Purse) ataukah Nancy Writebol, petugas dekontaminasi orang-orang yang keluar masuk bangsal Rumah Sakit Elwa.

“Dr. Brantly minta serum itu diberikan kepada Nancy Writebol,” kata Presiden Samaritan’s Purse Franklin Graham. Keluarga mengatakan sifat tidak mementingkan diri sendiri dan suka berkorban itu telah lama tertanam di hati Brantly. “Kent telah menyiapkan diri untuk menjadi dokter misionaris seumur hidup,” kata ibunda Kent, Jan Brantly, seperti dilansir The Associated Press, Senin lalu. “Hatinya ada di Afrika.”

Kabar itu segera menyebar dan menggugah hati keluarga Liberia yang diselamatkan Brantly. “ Dr. Brantly menerima satu unit darah dari seorang anak berusia 14 tahun yang selamat dari ebola berkat perawatan Dr. Brantly. Anak itu dan keluarganya ingin membantu dokter yang telah menyelamatkan nyawanya,” kata Graham.

Wabah ebola yang terburuk di Afrika Barat, terburuk dalam sejarah, telah menewaskan 729 orang berdasarkan data WHO yang dirilis 31 Juli 2014 sejak bermula Maret lalu. Total jumlah kasus sejak pertama kali terdeteksi awal tahun ini mencapai 1.323. Sejumlah paramedis menjadi korban karena kontak langsung dengan penderita. Salah satunya, Dokter Sheikh Umar Khan. Khan akhirnya menghembuskan nafas terakhir setelah sepekan dinyatakan tertular ebola. Presiden Sierra Leone Ernest Bai Koroma menyebut Khan sebagai pahlawan lantaran telah menyembuhkan lebih dari 100 pasien ebola. Khan dimakamkan kemarin.

Menurut WHO, ebola adalah salah satu penyakit yang paling mematikan yang disebabkan oleh virus. Kematian terjadi pada 55 persen penderita. Penderita ebola merasakan nyeri otot yang parah, demam, pusing dan jika memburuk pendarahan terus menerus hingga meninggal dunia. Hingga kini belum ada vaksin dan pengobatan dilakukan dengan terapi penunjang umum.

Wabah Virus Ebola Semakin Parah Di Afrika

Lembaga kemanusiaan Dokter Lintas Batas (MSF) menyambut baik pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang berencana mengucurkan dana US$ 100 juta untuk menangani ebola di Afrika Barat. MSF berharap langkah tersebut harus segera diwujudkan dalam tindakan yang efektif di lapangan. “Langkah WHO mengucurkan dana tambahan dan menempatkan penanganan ebola langsung di bawah Direktur Jenderal WHO adalah pengakuan akan gentingnya situasi saat ini. Ini merupakan langkah yang positif, namun kami menekankan bahwa langkah ini harus segera diwujudkan dalam tindakan yang efektif dan segera di lapangan,” tulis MSF dalam siaran pers yang diterima, Jumat, 1 Agustus 2014.

Badan itu menilai ada beberapa kekurangan dalam penanganan saat ini, yaitu layanan medis, pelatihan staf kesehatan, pengendalian infeksi, pengawasan epidemiologis, sistem peringatan dan rujukan, pendidikan, dan mobilisasi komunitas. Saat ini MSF memiliki 552 staf internasional dan nasional yang terlibat dalam penanganan ebola di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone. Dalam beberapa minggu, MSF menyaksikan peningkatan wabah yang signifikan. Jumlah kasus meningkat drastis di Sierra Leone dan Liberia, dan penyakit menyebar ke desa-desa dan kota-kota lain.

“Penyebaran ini disebabkan oleh beberapa faktor, terkait dengan jenis wabah, perilaku warga, dan kenyataan bahwa penanganan saat ini masih belum memadai,” ujar MSF. Kendala di lapangan mencakup pergerakan penduduk serta kurangnya pengetahuan tentang ebola di daerah-daerah yang terjangkit. Ada pula fakta beberapa orang menyembunyikan penyakit atau anggota keluarga yang sakit karena takut. Ada juga orang-orang yang tidak mempercayai fasilitas kesehatan. Juga banyaknya infeksi/kematian yang terjadi karena orang-orang menghadiri pemakaman tanpa mengindahkan prosedur perlindungan yang seharusnya.

Langkah-langkah untuk menjaga kebersihan sangat penting, misalnya, pembagian air bersih, klorin, sabun, dan sarung tangan untuk mendukung langkah menjaga kebersihan di fasilitas kesehatan. Hal yang juga penting dan berdampak besar adalah menempatkan fasilitas cuci tangan di tempat umum banyak orang berada, misalnya, sekolah, gereja, dan masjid.

Data WHO menyebutkan jumlah korban jiwa bertambah 57 orang menjadi 729, dan muncul 122 kasus baru selama empat hari antara Kamis dan Ahad pekan lalu. Total jumlah kasus sejak pertama kali terdeteksi awal tahun ini mencapai 1.323. Saat ini pemerintah Liberia sudah menyatakan kondisi gawat darurat atas penyakit virus ebola yang sangat berbahaya. Ebola termasuk penyakit berbahaya karena menular dan angka kematian korbannya cukup tinggi. Angka kematian korban ebola mencapai 40 persen. Artinya, empat dari sepuluh pasien yang mengidap virus ebola tak terselamatkan.

Bahkan situs resmi WHO menyatakan angka kematian penyakit ini bisa mencapai 90 persen. Gejala perdarahan yang timbul akibat infeksi virus ini juga dikenal sebagai demam berdarah ebola (ebola haemorrhagic fever). Bagi mereka yang akan berangkat ke Afrika, dokter Ari Fahrial Syam menyarankan agar mempelajari cara-cara agar tidak tertular ebola. Dokter ini melanjutkan, virus ebola bisa menyebar ke negara lain lewat kontak antarmanusia. Beberapa petugas kesehatan, termasuk dokter yang melakukan kontak langsung dengan penderita virus ebola, mengalami infeksi virus ini dan dilaporkan meninggal.

Namun, tak seperti flu, infeksi ini hanya bisa tertular lewat kontak langsung dengan darah atau cairan yang berasal dari tubuh penderita. Jadi, penularan ebola tidak mudah. “Harus ada kontak dekat dengan penderita. Oleh karena itu, yang terpenting otoritas kesehatan bandara harus mencermati para penumpang pesawat yang berasal dari Afrika, terutama yang berasal dari negara yang sedang mengalami wabah tersebut, yaitu Liberia, Guinea, dan Sierra Leone di Afrika,” kata Ari. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah Ebola di Afrika Barat telah merenggut 467 nyawa di tengah meningkatkan kegawatan pagebluk ini di tiga negara yang melaporkan kasus, yakni Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.

Mengutip Al Jazeera, dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa, 1 Juli 2014, WHO menyebutkan, jumlah ini meningkat tajam sejak pekan lalu yang mencapai 367 kematian. Dan angka ini lebih tinggi dari wabah Ebola paling mematikan yang pernah tercatat pada tahun 1995, yang menewaskan 254 orang di Kongo. Sementara itu, laporan WHO juga menyebut setidaknya sudah 759 orang yang telah terinfeksi penyakit ini. Namun jumlah ini masih bisa bertambah mengingat banyaknya kasus yang tidak dilaporkan.

Laporan ini muncul dalam pertemuan khusus di Ghana pada 2-3 Juli kemarin. Pertemuan ini membahas cara terbaik untuk mengatasi masalah secara kolektif dan mengembangkan rencana respons operasional. Virus ini menyebar dalam darah dan melumpuhkan sistem kekebalan tubuh. Ebola sering ditandai oleh demam mendadak, kelemahan yang intens, nyeri otot, sakit kepala, dan sakit tenggorokan. Gejala ini diikuti dengan muntah, diare, ruam, gangguan fungsi ginjal serta hati, dan dalam beberapa kasus, terjadi perdarahan internal ataupun eksternal seperti dari hidung atau melalui urine.

Hamas Berhasil Menculik Tentara Israel

Israel meneruskan pencarian atas seorang tentara yang diduga diculik militan Hamas pada masa gencatan senjata, yang sudah dilanggar oleh Hamas hanya beberapa jam sejak ditetapkan. Hadar Goldin, 23 tahun, hilang saat pasukan Israel -yang sedang berupaya menghancurkan terowongan bawah tanah- diserang. Dua tentara juga tewas dalam bentrokan di sebelah selatan Jalur Gaza itu, Jumat pagi waktu setempat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, sudah mendesak agar tentara itu dibebaskan dan menyebut penculikannya sebagai tindakan ‘yang memalukan’. Pemerintah Washington juga menuduh Hamas bertanggung jawab atas pelanggaran gencatan senjata kemanusiaan selama 72 jam.

Hamas tidak mengaku bahwa mereka yang menculik tentara tersebut. Tahun 2006 mereka menculik tentara Israel, Gilad Shalit, dan menahannya selama lima tahun sebelum dilepaskan tahun 2011 dengan ditukar pembebasan sekitar 1.000 tahanan Palestina. Sementara itu Mesir mengatakan siap menerima perwakilan Israel dan Palestina untuk membahas gencatan senjata jangka panjang. Namun Menteri Luar Negeri Mesir, Shameh Shukri, menegaskan kepada BBC bahwa perundingan itu baru bisa dimulai jika kedua pihak mematuhi gencatan senjata kemanusiaan.

Hingga saat ini sekitar 1.460 warga Palestina tewas sejak operasi militer Israel pada tanggal 8 Juli lalu sementara di kubu warga Israel jatuh 63 korban jiwa.

Profile Abu Bakr Al Baghdadi Sang Pemimpin ISIS

Tanggal 5 Juli, Abu Bakr al-Baghdadi, yang dikenal di antara para pendukungnya sebagai Khalifah Ibrahim, untuk pertama kalinya memperlihatkan wajahnya pada khotbah hari Jumat di Mosul, Irak yang menjadi terkenal karena kesenangannya mengkoleksi jam tangan emas merk Rolex. Sebelumnya beberapa fotonya memang dibocorkan, tetapi Baghdadi sendiri tidak tampil di muka umum selama empat tahun sejak menjadi pemimpin kelompok yang sebelumnya bernama Negara Islami Jihadis Irak, nama sebelum ISIS, yang sekarang menjadi Negara Islam.

Sebelum April 2013, Baghdadi juga tidak terlalu banyak mengeluarkan pesan audio. Pernyataan tertulis pertamanya adalah sambutannya terhadap tewasnya Osama bin Laden pada bulan Mei 2011. Pesan audio pertamanya dikeluarkan bulan Juli 2012, berisi ramalan kemenangan Negara Islam di masa depan. Sejak kemunculan kelompok tersebut, 15 bulan lalu, informasi tentang Baghdadi yang disediakan untuk media meningkat. Jumlah informasi khusus tentang latar belakangnya juga bertambah.

Bulan Juli 2013, ahli ideologi asal Bahrain, Turki al-Binali, yang menggunakan nama Abu Humam Bakr bin Abd al-Aziz al-Athari, menulis biografi Baghdadi terutama untuk menggarisbawahi sejarah keluarga Baghdadi. Dia menyatakan Baghdadi memang keturunan Nabi Muhammad, salah satu persyaratan kunci dalam sejarah Islam untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua warga Muslim dan ini sesuai dengan salah satu ajaran Syiah yang tidak mengakui khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Baghdadi dikatakan berasal dari suku al-Bu Badri, yang sebagian besar berada di Samarra dan Diyala, Baghdad utara dan timur, dan secara historis penduduknya dikenal sebagai keturunan Muhammad.

Turki al-Binali kemudian menyebut bahwa sebelum invasi Amerika Serikat terhadap Irak, Baghdadi menerima gelar doktor dari Universitas Islami Baghdad, yang memusatkan kajian pada kebudayaan, sejarah, hukum, dan yurisprudensi Islam. Baghdadi sempat berkhotbah di Masjid Imam Ahmad ibn Hanbal di Samarra.

Dia memang tidak memiliki gelar dari lembaga keagamaan Sunni seperti Universitas al-Azhar di Kairo atau Universitas Islami Madinah di Arab Saudi. Meskipun demikian dia lebih memiliki pengalaman pendidikan Islam tradisional yaitu secara autodidak dibandingkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden dan Aymen Al Zawahiri, yang keduanya adalah orang biasa, insinyur, dan dokter. Karena itulah Baghdadi menerima pujian dan legitimasi yang lebih tinggi di antara pendukungnya.

Setelah invasi AS terhadap Irak di tahun 2003, Baghdadi dan beberapa rekannya mendirikan Jamaat Jaysh Ahl al-Sunnah wa-l-Jamaah (JJASJ), Angkatan Bersenjata Kelompok Warga Sunni, yang beroperasi dari Samarra, Diyala, dan Baghdad. Di dalam kelompok ini, Baghdadi menjadi pemimpin dewan hukum. Pasukan pimpinan AS menahannya dari bulan Februari-Desember 2004, tetapi membebaskannya karena Baghdadi tidak dianggap sebagai ancaman tingkat tinggi.

Mengikuti jejak Al Qaeda di Tanah Dua Sungai mengubah nama menjadi Majlis Shura al-Mujahidin (Dewan Syura Mujahidin) pada permulaan tahun 2006, pimpinan JJASJ menyatakan dukungannya dan penggabungan diri. Di dalam struktur baru, Baghdadi bergabung dalam dewan hukum, tetapi tidak lama kemudian organisasi mengumumkan perubahan nama kembali di akhir tahun 2006 menjadi Negara Islam Irak (ISI). Baghdadi menjadi pengurus umum dewan hukum provinsi di dalam “negara” baru disamping anggota dewan penasehat senior ISIS. Ketika pimpinan ISIS, Abu Umar al-Baghdadi, meninggal pada April 2010, Abu Bakr al-Baghdadi menggantikannya.

Sejak menjadi pemimpin Negara Islam, Baghdadi membangun dan membangkitkan kembali organisasi yang berantakan karena kebangkitan kesukuan Sunni yang menolaknya, sementara di saat yang sama kekuatan militer AS juga meningkat. Dibandingkan dengan usaha pertama Negara Islam untuk berkuasa dalam sepuluh tahun terakhir, sampai sejauh ini, walaupun masih menggunakan kekerasan, mereka dipandang lebih berhasil meskipun tetap timbul pertanyaan tentang kelangsungannya dalam jangka panjang.

Keberhasilan ini sebagian karena mereka menggabungkan penerapan hukum keras, penyiksaan dan kebrutralan dimedan tempur, disamping juga strategi pemberian umpan seperti jihad seks agar menarik kaum muda untuk bergabung, sampai Al-Qaeda pun menjauh dari organisasi politik ini karena dianggap menyimpang dari Islam. Jika ditelaah, ISIS menargetkan wilayah di sepanjang Sungai Efrat dan Tigris di samping daerah yang memiliki minyak di Irak dan Suriah.

Baghdadi dan pemimpin ISIS lain menyadari monopoli atas energi dan peningkatan kekuatan militer akan memudahkan penghimpunan kekuatan. Tidak bisa diramalkan secara persis nasib ISIS di masa mendatang, tetapi Baghdadi jelas membuat organisasinya menjadi lebih dikenal dunia.

Kisah Al-Hussein Seorang Nazi Muslim

Kesamaan pandangan tentang Yahudi dan persatuan global membuat Hitler dan Amin al-Husseini bekerjasama. 30 April 1941. Hitler mengirim surat balasan kepada Raja Farouk –raja kesepuluh dari Dinasti Muhammad Ali, yang menggantikan ayahnya, Fuad I, pada 1936– dari Mesir. Surat itu antara lain berisi pernyataan bahwa Hitler, “dengan senang hati akan mempertimbangkan satu kerjasama yang lebih erat,” sebagaimana dikutip John Roy Carlson dalam Cairo to Damascus. Hitler lalu meminta Farouk mengirim seorang agen rahasia resmi ke tempat “netral” untuk mendiskusikan kerjasama tersebut. Tempat yang disarankan Hitler: Bukares, Rumania, atau Ankara, Turki.

Saat itu Perang Dunia II sedang berlangsung. Serupa dengan masa-masa sebelumnya, persaingan antarideologi mendominasi. Ideologi pula yang melatarbelakangi kerjasama Hitler-Muslim. Ada kesamaan pandangan antara Arab dan Nazi. Arab menganggap Inggris dan Prancis, yang menjadi penguasa di kawasan regional Arab pasca-Perjanjian Versailles, sebagai penjajah. Sedangkan Nazi membenci liberalisme yang diusung Inggris dan Prancis. Mayoritas Arab maupun Nazi anti-Yahudi. Keduanya juga mempunyai gagasan persatuan global. Klop.

Mohammad Amin al-Husseini menjembatani kedua pihak. Dia berasal dari klan Al-Husayni, yang terdiri dari orang-orang kaya pemilik tanah di selatan Palestina. Tak heran jika sebagin besar anggota klan itu menjadi walikota Yerussalem dan penentang Zionisme, termasuk ayah al-Husseine: Tahir al-Husseini.

Lulus dari studi di Universitas Al Azhar, Kairo, dan Sekolah Administrasi Istanbul, Turki, pada 1920 al-Husseini mulai aktif dalam gerakan kemerdekaan Palestina dari Inggris sambil menjadi jurnalis. Dia juga pernah menjadi serdadu Ottoman Turki Usmani pada Perang Dunia I.

“Sepanjang tahun-tahun perkembangan masa mudanya, dia mulai meneguhkan pandangan fundamental Pan-Arab yang memperhatikan otonomi bukan hanya untuk Palestina tapi juga Semenanjung Arab,” tulis Allan Bogle dalam “Haj Amin al-Husseini and Nazi Racial Policies in the Arab World” yang dimuat hubpages dot com.

Pada 1921, al-Husseini diangkat menjadi Mufti Agung Yerusalem oleh Komisi Tinggi Inggris Sir Herbert Samuel dan setahun kemudian menjadi ketua Dewan Tertinggi Muslim bentukan Samuel. Namanya kian diperhitungkan ketika terjadi protes dan serangan terhadap otoritas Inggris dan Yahudi Palestina.

Ketertarikan al-Hussein terhadap Nazi muncul ketika Hitler mulai berkuasa di Jerman pada 1933. Tapi kontak langsungnya dengan Jerman terjalin tiga tahun kemudian. Nazi mengirim utusan Francois Genoud, yang dikenal sebagai seorang bankir Swiss di tubuh Third Reich dan anggota kehormatan pasukan elit Nazi Waffen SS, ke Palestina. Setahun kemudian Hauptschanfuehrer SS Nazi Adolf Eichmann dan asistennya Oberscherfuehrer H. Hagen mengunjunginya di Palestina. Selain berbincang mengenai Yahudi, al-Husseini resmi menjadi penyandang dana dan pembantu militer dalam merangkul sumber-sumber Arab.

“Selama perang, Genoud memberi bantuan kepada al-Husseini dan pemerintah Muslim-Nazi –yang bermarkas di Berlin– di pengasingannya dan secara finansial mendukung kampanye propaganda anti-Yahudi al-Husseini,” tulis Chuck Morse dalam The Nazi Connection to Islamic Terrorism: Adolf Hitler and Haj Amin Al-Husseini.

Puncak aktivitasnya menentang Inggris danYahudi adalah kekerasan terhadap Yahudi yang menewaskan 133 Yahudi dan 116 Arab tewas. Al-Husseini pun diusir dari Palestina. Dia pindah ke Lebanon, Irak, Italia, dan akhirnya Jerman. Di wilayah yang juga di bawah protektorat Inggris, al-Husseini melakukan kudeta atas pemerintahan pro-Inggris tapi gagal. Di Italia, dia bertemu Benito Mussolini, diktator Italia.

“Segera setelah kedatangannya di Jerman Nazi, al-Husseini dipuja di depan publik dalam satu resepsi penghormatan untuknya yang diberikan oleh Institut Islam Nazi “Islamische Zentralinstitut” dan resepsi itu dihadiri oleh eksil-eksil Muslim dan para pemimpin Muslim Eropa yang menggelari al-Husseini Fuhrer of the Arab World,” tulis Chuck Morse.

Pada 25 November 1941, al-Husseini rapat dengan Hitler, yang berjanji akan menjadikan al-Husseini Fuhrer atas seluruh dunia Arab segera setelah Nazi menyeberangi Pegunungan Kaukasus dan melebarkan Third Reich ke Timur Tengah. Hitler juga mendukung kedaulatan negara-negara Arab.

Dalam rapat itu pula keduanya sepakat: sesegera mungkin membentuk dan melatih legiun Arab-Nazi yang akan terdiri dari Muslim Eropa. Hubungan itu, menurut Gottlob Berger, kepala rekrutmen pasukan elit SS, didasarkan keterbukaan dan kejujuran. Itu menunjukkan hubungan darah dan ras Utara dan kebulatan ideologi spiritual dari Timur. Di mata Nazi, al Husseini merupakan, “figur yang setara dengan PM Negara Nazi Muslim di pembuangan,” tulis Chuck Morse.

Al-Husseini juga rapat dengan kepala SS Heinrich Himmler. Himmler menugaskan al-Husseini merekrut orang-orang Muslim ke dalam unit-unit elit militer yang bertugas di Balkan, Rusia, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Himmler yakin, perekrutan Muslim ke dalam SS akan membuat pasukan elit itu kian mantap. Himmler terinspirasi resimen-resimen Bosnia Herzegovina yang direkrut militer Astro-Hungaria dalam Perang Dunia I. Divisi Muslim ini ditempatkan langsung di bawah Nazi Wehrmacht (Angkatan Darat).

Tentara Muslim-Nazi ini terdiri dari sekira 100 ribu Muslim Eropa dan dibagi dalam beberapa divisi. Yang terbesar adalah Brigade Hanzar, yang oleh al-Husseini dianggap sebagai serdadu yang terbaik bagi Islam. Tugas Brigade ini awalnya menghancurkan sayap militer Partisan Tito yang beroperasi di timur laut Bosnia, terutama di Srem, lalu menggantikannya dengan pemerintahan lokal. Tiap batalion memiliki imam. Meski kesatuan Muslim, terdapat serdadu Kristiani dalam Briade Hanzar. Jumlahnya bahkan melebihi kuota 10 persen yang ditetapkan Himmler. Brigade Hanzar terlibat dalam berbagai palagan. Salah satunya dalam Operasi Wegweiser pada 1944 untuk menghancurkan Partisan yang mempertahankan sebagian kawasan Syrmia.

Pada Mei 1945, Jerman kalah perang. Berakhirlah persekutuan Nazi-Muslim. Al-Husseini ditangkap pasukan Prancis. Tapi nasib berpihak padanya. Dia tak diadili di Nuremberg seperti para pemimpin Nazi lainnya dengan dakwaan terlibat pembantaian orang-orang Yahudi di Eropa maupun menjadi otak perekrutan kaum Muslim dalam Tentara Hitler. Prancis maupun Inggris tak mau bikin masalah dengan kaum Muslim di wilayah jajahan mereka, sehingga membiarkan al-Husseini meloloskan diri ke Timur Tengah.

Al-Husseini memimpin kembali perjuangan orang Arab Palestina atas pembentukan negara Israel. Dia mendorong militer Mesir terlibat dalam Perang Arab-Israel pada 1948. Cap kolaborator Nazi dan tuduhan keterlibatannya dalam pembunuhan Raja Abdullah dari Yordania menurunkan pamornya. Perlahan dia tersingkir dari panggung politik. Al-Husseini kemudian mengasingkan diri ke Lebanon dan meninggal di Beirut pada 1974.