Swedia Buru Kapal Selam Rusia Di Lepas Pantai Stockholm

Misteri masih menyelimuti hingga Minggu (19/10/2014), terkait operasi militer Swedia yang dipicu adanya “aktivitas asing di bawah laut” di lepas pantai Stockholm. Sejumlah laporan menyebut militer Swedia melakukan operasi untuk mencari dan memburu sebuah kapal selam Rusia yang rusak di perairannya. Sebelumnya, pada Sabtu (18/10/2014), menggelar operasi militer yang melibatkan 200 personel, kapal siluman, kapal penyapu ranjau dan sejumlah helikopter.

Operasi yang digelar sekitar 50 kilometer di lepas pantai Stockholm itu dipicu laporan yang diterima angkatan bersenjata terkait sebuah “obyek buatan manusia” di perairan Swedia. Harian ternama Swedia Svenska Dagbladet mengabarkan bahwa sebuah kapal selam rusak milik Rusia merupakan inti dari misteri ini.

Harian itu menyebut intelijen militer berhasil “memotong” sinyal radio antara sebuah wilayah di lepas pantai Swedia dengan Kaliningran, daerah kantung Rusia di Baltik yang merupakan markas armada Laut Baltik Rusia. “Sinyal itu ditransmisikan lewat sebuah frekuensi khusus, biasa digunakan Rusia dalam sebuah situasi darurat,” demikian Svenska Dagblanet mengutip sumber militer Swedia yang terlibat dalam pencarian itu. Sementara itu, militer Swedia sejauh ini masih tutup mulut. Militer Swedia hanya mengatakan fokus operasinya adalah “aktivitas di bawah air”.

“Angkatan Bersenjata Swedia tidak dalam posisi membantah atau membenarkan spekulasi terkait kapal selam asing yang ramai dibicarakan di media,” kata juru bicara angkatan bersenjata Swedia, Erik Lagersten. “Saat ini kami sedang menggelar operasi intelijen di kepulauan Stockholm dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi peralatan sensor bawah air untuk memastikan ada atau tidaknya aktivitas asing di bawah laut,” tambah Lagersten.

Sementara itu, pemerintah Rusia membantah salah satu kapal selamnya berkeliaran di perairan Swedia. “Tidak ada situasi semacam itu atau kecelakaan yang melibatkan kapal-kapal perang Rusia,” demikian pernyataan kementerian pertahanan Rusia. Belanda, Senin (20/10/2014), membantah klaim Rusia bahwa sebuah kapal selam misterius yang telah dicari militer Swedia kemungkinan milik Belanda. Militer Swedia melakukan sebuah operasi pencarian besar pada Jumat malam setelah melihat sebuah kapal selam tak dikenal di sekitar perairan Stockholm.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Rusia, Senin, menduga bahwa kapal selam misterius yang dicari militer Swedia itu mungkin milik Belanda. “Untuk menghilangkan ketegangan di perairan Laut Baltik dan untuk menghemat uang para pembayar pajak Swedia, kami sarankan (Swedia) untuk meminta penjelasan angkatan laut Belanda,” kata pejabat itu yang tidak disebut namanya kepada sejumlah kantor berita Rusia.

Sumber tersebut mengatakan, kapal selam diesel-listrik Belanda, Bruinvis, sedang melaksanakan tugas di dekat Stockholm pekan lalu. Sumber itu mengatakan, kapal tersebut berada di ibukota Estonia, Tallinn, pada Jumat dan diperkirakan kembali pada Senin.

Namun Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan, kapal selamnya tidak berada di wilayah itu ketika kapal misterius tersebut dilaporkan terlihat. “Kami berpartisipasi dalam latihan bersama Swedia dengan melibatkan beberapa kapal, tetapi latihan tersebut berakhir Kamis pekan lalu,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Belandam, Marnoes Visser, kepada kantor berita AFP. “Kapal selam Bruinvis kemudian berangkat ke Estonia, di mana kapal itu lego jangkar di pelabuhan Tallinn selama akhir pekan.”

Bruinvis sekarang sedang berlayar kembali ke Belanda, tambah Visser. “Kapal selam Belanda tidak terlibat dan kami tidak terlibat dalam tindakan pencarian atau semacam itu,” katanya. Laksama Muda Swedia, Anders Grenstad, Minggu, mengatakan bahwa angkatan bersenjata negara itu sedang melakukan operasi intelijen untuk mengetahui kehadiran kapal asing tersebut.

Sebuah laporan media Swedia menyatakan, sebuah panggilan darurat dalam bahasa Rusia telah disadap dari kapal itu, yang menunjukkan bahwa sebuah kapal selam Rusia berada dalam masalah di daerah itu. Namun Grenstad sudah membantah klaim itu.Sebuah “kapal selam asing” misterius yang sedang dicari militer Swedia di lepas pantai Stockholm mungkin milik Belanda, kata seorang sumber di Kementerian Pertahanan Rusia sebagaimana dikutip sejumlah media Senin (20/10/2014).

“Untuk menghilangkan ketegangan di perairan Laut Baltik dan untuk menghemat uang para pembayar pajak Swedia, kami sarankan (Swedia) untuk beralih ke angkatan laut Belanda guna meminta penjelasan,” kata sebuah sumber di kementerian pertahanan di Moskwa kepada sejumlah kantor berita Rusia.

Sumber tersebut mengatakan, kapal selam diesel-listrik Belanda, Bruinvis, sedang melaksanakan tugas di dekat Stockholm pekan lalu. Sumber itu mengatakan, kapal tersebut berada di ibukota Estonia, Tallinn, pada Jumat dan diperkirakan kembali pada Senin.

Media Swedia melaporkan pada akhir pekan bahwa sebuah kapal selam Rusia mungkin berada dalam kesulitan di sekitar periairan dekat Stockholm, tetapi militer Swedia mengatakan hari Minggu bahwa tidak mungkin untuk menentukan negara asal kapal itu.

Sementara Kementerian Pertahanan Rusia belum bersedia untuk dimintai komentar.

Seorang Pria di AS Diduga Pembunuh Berantai Selama 20 Tahun

Seorang pria bernama Darren Vann (43), diduga telah membunuh sedikitnya tujuh perempuan di wilayah barat laut Indiana, Amerika Serikat, Senin (20/10/2014). Vann diduga merupakan pembunuh berantai, yang telah melakukan pembunuhan sejak 20 tahun yang lalu. “Dia (Vann), sudah berada di tahanan dan polisi sedang mencari tuduhan pembunuhan terhadap dirinya,” ujar Kepala Polisi kota Hammond, John Doughty.

Vann ditangkap di Gary, Indiana, pada hari Sabtu, setelah sehari sebelumnya polisi menemukan jasad Hardy (19) seorang perempuan keturunan Afrika, di sebuah motel di wilayah Hammond. Doughty mengatakan, Hardy pernah diiklankan di situs layanan seksual Backpage .

Hardy dan Vann diketahui bertemu di motel tersebut. setelah beberapa saat, Hardy tidak kunjung kembali dari pertemuan tersebut, sehingga seorang perempuan yang menjadi perantara pertemuan antara keduanya merasa khawatir dan pergi untuk melacak keberadaan Hardy.

Perempuan itu kemudian menemukan Hardy tewas dengan luka cekikan. Doughty mengatakan, selama dalam penahanan, Vann sangat kooperatif dengan mengakui keterlibatannya dalam pembunuhan Hardy.

Dia juga memberi tahu tentang keberadaan enam jasad perempuan lain, yang kesemuanya berada di rumah-rumah di wilayah gary. Namun Doughty tidak dapat memastikan apakah keenam perempuan tersebut dibunuh di rumah-rumah tersebut, atau jasadnya yang dibuang di sana.

“Dia memberikan kita deskripsi, bekerja sama dan menemani kami ke lokasi,” kata Doughty.

Namun vann tidak menjelaskan apakah keenam perempuan tersebut adalah pekerja seks. Dari enam korban, tiga diantaranya sudah teridentifikasi dengan nama Anith Jones (35) dari wilayah Merrilville, Teiarra Batey (28), dar wilayah Gary, dan Christine Williams (36) juga dari wilayah gary. sementara tiga korban lainnya belum teridentifikasi.

Vann sendiri pada Juli 2008 pernah dipenjara di Texas, Amerika Serikat, lantaran menyerang secara seksual dan mencoba mencekik seorang wanita berusia 25 tahun di apartemen Austin. akibat perbuatannya tersebut, vann dihukum 5 tahun penjara.

Malala Yousafzai Gadis Muslim Peraih Nobel Perdamaian Termuda

Nobel Perdamaian tahun 2014 diberikan kepada dua pejuang untuk anak-anak, yakni Malala Yousafzai, 17 tahun, dan Kailash Satyarthi, 60 tahun. Keduanya dianugerahi uang 8 juta kronor atau sekitar US$ 1,11 juta. Menurut Ketua Komite Nobel Thorbjorn Jagland, mantan Perdana Menteri Norwegia, Malala dianugrahi Nobel Perdamaian atas keberaniannya memperjuangkan salah satu nilai islam yaitu mengejar pendidikan serta mengkritik milisi Taliban di Pakistan yang melarang anak-anak perempuan bersekolah.

Malala hampir kehilangan nyawanya ketika ditembak dikepala dari jarak dekat (point blank range) oleh milisi Taliban saat pulang dari sekolah khusus wanita menuju rumahnya di kawasan lembah Swat dengan menggunakan bus sekolah. Malala yang sekarang tinggal di London, Inggris, merupakan peraih Nobel Perdamaian termuda.

Adapun Satyarthi merupakan aktivis hak anak di India. Ia dikenal sebagai pengikut nilai-nilai hidup Mahatma Gandhi untuk melakukan perlawanan secara damai. Nominator untuk peraih penghargaan Nobel Perdamaian ada 278 orang. Jumlah ini lebih banyak 19 nominator dibanding tahun sebelumnya. Malala dan Satyarthi mengalahkan, antara lain, whistleblower Edward Snowden dan Chelsea Manning, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta pemimpin tertinggi umat Katolik Paus Fransiskus.

Malala Yousafzai dinobatkan sebagai orang Asia Paling Berpengaruh dalam Penghargaan Kepemimpinan dan Keberagaman yang digelar di Inggris pada Rabu, 27 November 2013, malam waktu London. Seperti dikutip dari laman Daily Mail, gadis berusia 16 tahun ini mengalahkan pejuang buruh Keith Vaz dan Sadiq Khan, serta personel grup vokal One Direction, Zayn Malik. Malala dianggap telah membangkitkan kesadaran akan pemberdayaan perempuan.

Gadis yang sempat dinominasikan sebagai peraih Nobel Perdamaian tahun ini pernah ditembak dikepala dan terluka pada bulan Oktober tahun lalu. Ia ditembak setelah menentang pembatasan Taliban pada pendidikan anak perempuan di Pakistan. Selain Malala, penghargaan GG2 ini juga diberikan kepada kedua teman Malala, yakni Kainat Riaz dan Shazia Ramzan yang bersama Malala begitu berani melawan aturan Taliban.

Hingga kini, ketiga gadis muda ini terus sibuk mengkampanyekan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan. Sementara itu, Malala kini telah menetap dan bersekolah di Inggris. Peraih Nobel Perdamaian Kailash Satyarthi, 60 tahun, mengajak Malala Yousafzai, 17 tahun, bekerja sama dengannya untuk membantu anak-anak yang menderita di seluruh dunia.

“Kami berdua semestinya bekerja bersama. Saya mengenalnya secara pribadi. Mari kita bergandeng tangan untuk itu (damai),” kata Satyarthi, dalam pernyataan persnya setelah media memberitakan dirinya meraih Nobel Perdamaian bersama Malala. (Baca:Malala Yousafzai Raih Nobel Perdamaian)

Seperti dilansir The Times of India, Jumat, 10 Oktober 2014, aktivis hak anak ini sudah bekerja lebih dari 30 tahun untuk membantu melawan perbudakan anak dan perdagangan anak di negaranya. Pria kelahiran Vidisha, sekitar 50 kilometer arah Bhopal, India, ini merupakan pendiri lembaga swadaya masyarakat bernama Bachpan Bachao Andolan pada 1980. Ia melakukan aksi untuk melindungi hak-hak 80 ribu anak di India.

Satyarthi, yang dikenal sebagai pengikut setia Mahatma Gandhi dengan nilai-nilai anti perbudakan manusia dan berjuang dengan cara-cara damai, juga aktif di Global March Against Child Labor, gabungan dari sekitar 2.000 lembaga sosial dan organisasi serikat buruh di 140 negara.

Adapun Malala, remaja putri asal Pakistan, dikenal sebagai pengkampanye hak anak-anak, terutama anak perempuan, untuk mendapat pendidikan. Akibat keberaniannya melawan milisi Taliban yang melarang anak-anak perempuan bersekolah, ia ditembak dikepala dari jarak dekat (point blank range) saat pulang sekolah pada 2012. Upaya milisi Taliban membunuh Malala tak berhasil. Malala yang terluka diterbangkan ke London, Inggris. Setelah sembuh, perempuan asal Lembag Swat, Pakistan, itu aktif mengkampanyekan pendidikan bagi anak-anak di berbagai negara. Malala menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda.

Pemberian Nobel Perdamaian untuk kedua pejuang dianggap bertujuan mendorong perdamaian di India dan Pakistan. Diharapkan lewat pemberian Nobel Perdamaian ini, ketegangan hubungan kedua negara bertetangga ini mencair dan bersama-sama berjuang.

“Ini hal penting bagi umat Hindu dan muslim, warga Pakistan maupun India, untuk bersama-sama berjuang untuk pendidikan dan menentang paham ekstrimis,” kata Ketua Komite Nobel kewarganegaraan Norwegia, Thorbjoern Jagland.

ISIS Mulai Berhasil Kuasai Sepertiga Kota Kobani Di Suriah

Kaum militan Negara Islam atau ISIS, Kamis (9/10/2014), mengontrol lebih dari sepertiga kota Kobani, Suriah, yang terletak di dekat perbatasan dengan Turki setelah memukul mundur para pejuang muslim Sunni Kurdi. “Meski ada perlawanan sengit dari pasukan Muslim Sunni Kurdi, ISIS bergerak maju pada malam hari dan menguasai lebih dari sepertiga Kobani,” kata Rami Abdel Rahman, Direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kepada kantor berita AFP.

Ia mengatakan, seorang pemimpin milisi Kurdi dan sejumlah anak buahnya tewas saat kaum militan ISIS menguasai sebuah bangunan yang pejuang Kurdi gunakan sebagai basis di timur laut kota itu. Sementara itu wanita pejuang Kurdi meledakan bom bunuh diri ditengah militan ISIS yang menewaskan sedikitnya 20 militan ISIS. Laju pergerakan militan ISIS terjadi meski ada serangan udara intensif yang dipimpin AS yang bertujuan untuk mencegah Kobani jatuh ke tangan kaum militan itu.

Kota itu, yang juga dikenal dengan nama Ain al-Arab, akan menjadi sebuah hadiah besar bagi ISIS. Dengan menguasai kota itu, ISIS dapat melakukan kontrol atas wilayah luas yang membentang dari perbatasan Suriah dengan Turki hingga ke Raqqa, kota yang telah dinyatakan sebagai ibu kota kelompok itu. Pertempuran jalanan yang intens berkecamuk di kota Kobani, Suriah, Senin (6/10/2014), saat kaum militan ISIS mendekat untuk menguasai wilayah penting di perbatasan dengan Turki itu.

Seorang saksi mata dari dalam kota itu mengatakan kepada CNN, kaum militan ISIS menancapkan bendera mereka di sebuah bukit di sisi timur Kobani, kemudian bertahan demi membuka rute bagi pasukannya. Para kru CNN, Senin, juga melihat sendiri apa yang tampak seperti bendera hitam ISIS berkibar dari puncak sebuah bukit di sisi timur kota itu. Bendera tersebut berada lebih jauh di dalam sisi timur kota itu ketimbang sebuah bendera yang terlihat berada di atas sebuah gedung dalam video Reuters dan juga terlihat oleh para kru CNN.

Saksi mata itu mengatakan, puluhan milisi muslim sunni Kurdi yang mempertahankan kota itu terluka dan tewas, sedangkan ratusan militan ISIS juga tewas saat bentrokan berlangsung dari jalan ke jalan karena milisi Kurdi lebih mengetahui medan tempur dikota tersebut.

Jatuhnya kota itu akan membawa simbol dan dampak strategis yang besar, yang akan membuat ISIS menguasai sebuah wilayah yang tidak terganggu yang terbentang antara perbatasan Turki hingga ke Raqqa yang telah dinyatakan sebagai ibu kota kelompok itu, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kobani.

Militer Turki, yang telah menempatkan pertahanan di sepanjang perbatasan dalam beberapa hari terakhir saat pertempuran berkobar, menghalangi orang-orang melarikan diri dari kota yang terkepung itu untuk melintasi perbatasan. “Kami ingin pergi ke seberang!” teriak calon pengungsi ketika mereka menempel di pagar perbatasan.

Seorang saksi mata di dalam kota Kobani mengatakan kepada CNN bahwa ia telah menunggu untuk meninggalkan kota itu bersama ratusan orang lain sejak hari Minggu malam. “Kami akan terbunuh jika kami tetap tinggal,” katanya. Saat kaum militan ISIS menyerang dengan menggunakan tank dan artileri berat, para pembela kota ini bersumpah untuk terus berjuang. “Kami takut akan hal ini. Kami berkewajiban untuk mempertahankan rumah kami, kota kami,” kata pejabat Kurdi Kobani, Idriss Nassan. “Kami tidak memilih perang ini, tetapi kami berkewajiban untuk melawan demi membela agama”

ISIS berhasil mendekati Kobani meskipun ada serangan udara Amerika Serikat dan pasukan sekutu selama akhir pekan dan pada hari Senin. Serangan udara terbaru itu menyasar dua posisi pertempuran dekat Kobani dan dua tank dekat Raqqa, serta dua unit kecil ISIS, dua posisi mortir dan sebuah bangunan di Irak, kata militer AS, Senin.

Seorang pejabat pertahanan senior AS mengatakan akan melancarkan lebih banyak serangan udara terhadap sasaran ISIS di daerah Kobani pada Senin. Namun hal itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Seorang pejabat senior militer lain mengatakan banyak target ISIS di Kobani yang terlalu dekat dengan perbatasan Turki atau pasukan Kurdi untuk diserang. Dan Pentagon, kata pejabat itu, yakin situasi di Kobani telah dibesar-besarkan karena wartawan ada di sana. Banyak kota-kota lain telah jatuh ke tangan ISIS tanpa ada kru televisi yang hadir, kata pejabat itu.

Nassan mengatakan, dia tidak terlalu peduli apa peran serangan udara AS ke depan. “Ketika saya berbicara dengan orang-orang di sini di Kobani, mereka mengucapkan terima kasih kepada masyarakat internasional, dan Amerika Serikat, mereka mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang menyerang ISIS. Namun semua orang yakin itu tidak cukup,” katanya. “Masyarakat internasional tidak dapat mengalahkan ISIS dengan hanya menyerang mereka dari langit. Mereka harus membantu orang-orang yang sedang berperang, yaitu (Unit Perlindungan Rakyat Kurdi) YPG, (pemberontak) Tentara Pemebebasan Suriah yang ada di sini, di darat.”

Para pejuang muslim sunni Kurdi dan militan ISIS terlibat bentrokan sengit untuk merebut kota perbatasan Kobani di Suriah, yang menimbulkan korban tewas cukup besar pada kedua pihak dan bantuan senjata berat berdatangan dari wilayah sekitar kepada militan ISIS.

Badan Pemantau HAM Suriah yang berkantor di Inggris melaporkan sedikitnya 370 militan ISIS dan 19 pejuang muslim Kurdi tewas dalam pertempuran hari Minggu dan Senin. Jumlah ini termasuk seorang pejuang perempuan Kurdi yang meledakkan dirinya dan menewaskan sejumlah militan ISIS.

Sebuah bendera hitam dengan tulisan Arab yang serupa dengan bendera ISIS juga terlibat berkibar di sebuah gedung di kota Kobani, yang berbatasan dengan Turki, tetapi pasukan Kurdi mengatakan mereka sedang mengusir para militan itu. Tembakan mortir masih menghujani kota yang juga dikenal sebagai Ayn Al-Arab itu. Amerika dalam tiga minggu ini telah berupaya mencegah kemajuan pasukan ISIS dan militer Amerika hari Senin berhasil menghancurkan dua posisi tempur militan itu dalam serangan terbaru mereka.

Kim Jong-Un Pemimpin Tertinggi Korea Utara Sudah Sebulan Menghilang

Sudah sebulan Kim Jong-un tak diketahui kabar beritanya. Kali terakhir pemimpin muda Korea Utara itu muncul pada 3 September 2014 lalu, menonton konser resmi bersama istrinya. Di tengah absennya sang diktator, adik perempuannya, Kim Yo-jong tiba-tiba muncul. Ada apa? Menurut North Korean Intellectuals’ Solidarity yang berpusat di Seoul Korsel, yang didirikan para mantan profesor Korut, Kim Yo-jong saat ini mungkin mengendalikan pemerintahan, menggantikan sang kakak yang absen.

Kelompok tersebut tak menyebut sumber informasi yang mereka dapatkan, dan klaim itu belum dikonfirmasi. Namun, mereka menambahkan, Kim Yo-jong ada lingkaran rezim, mungkin sebagai sekutu utama kakaknya. “Dia adalah salah satu orang di Korut yang setahu kami punya akses tak terbatas ke Kim Jong-un. Saat ini kami tak akan terkejut jika ternyata ia menjadi penjaga gawang,” kata Michael Madden, yang mengelola blog North Korea Leadership Watch, yang melacak para elit Korut, dikutip dari Global Post, Selasa (7/10/20140).

Hanya sedikit informasi yang diketahui tentang Kim Yo-jong — yang selama ini kehidupannya tak diumbar televisi negara. Ia dilaporkan sekolah di Swiss, sama seperti abangnya. Yo-jong diperkirakan lahir tahun 1987 atau 1988. Dia adalah bungsu dari 7 saudara — anak-anak Kim Jong-il dari 4 istri– yang terungkap.

Dalam sejumlah penampilannya, ia hampir tak menonjol di jajaran elit Pyongyang. Selama bertahun-tahun, corong resmi negara tak menyebut Yo-jong sebagai kader resmi. Namun, Maret lalu ia muncul dalam penampilan perdananya di televisi pemerintah, dalam status ‘pejabat senior’ — pasca-eksekusi mantan orang dekat Kim Jong-il, Jang Song-taek.

Pada akhir 2013, Kim Jong-un mengeksekusi Jang Song-taek — yang adalah pamannya sekaligus ‘king maker’-nya — atas tuduhan pengkhianatan dan korupsi. Istri Jang, Kim Kyong-hui, yang pernah jadi salah satu orang paling penting di Korut juga menghilang dari hadapan publik sejak September 2013. Rumor yang beredar, ia tewas akibat kecanduan alkohol, ‘dibersihkan, atau bersembuyi di Polandia. Mana yang benar, tak ada yang tahu.

Kim Kyong-hui, mungkin memiliki peran sebagai perencana administrasi dan logistik untuk Kim Jong-un. Tak semua saudara sedarah Kim Jong-un bisa beruntung mendapatkan jabatan tinggi di pemerintahan. Si sulung, Kim Jong-nam dicoret dari daftar pewaris takhta ayahnya, gara-gara ia ketahuan mengunjungi Disneyland di Tokyo pada tahun 2001, dengan paspor palsu Dominika.

Dideportasi dari Jepang, ia dianggap mempermalukan Korut dan terutama bapaknya. Kini ia dan keluarganya tinggal di Macau. Kakak Kim Jong-un yang lain, Kim Jong-chul sama sekali tak dipertimbangkan sebagai calon pemimpin. Ia dinilai terlalu sensitif dan santai, demikian menurut mantan koki sushi sang pempimpin Korut. Jong-chul kali terakhir tampil di depan publik saat nonton konser Eric Clapton di Singapura.

Bantahan Korut
Sementara itu Korut membantah laporan yang menyebut Kim Jong-un dalam kondisi sakit dan bahwa adik perempuannya kini mengendalikan pemerintahan. Pernyataan Pyongyang, seperti dikutip dari Euronews mengatakan, klaim pemimpin mereka sedang dirawat dan bahwa militer dalam kondisi ‘siap tempur’, adalah rumor mengada-ada.

Klaim lain — oleh mantan pejabat kontra intelijen Korea Utara — menduga sang ‘Supreme Leader ‘ digulingkan dan negara dalam kondisi perang. Jang Jin-sung kepada Vice mengatakan, Kim Jong-un adalah “pemimpin boneka” Korea Utara yang kini dikendalikan sekelompok elit baru.

Yonhap News Agency melaporkan, Kim Jong-un saat ini menderita asam urat. Sementara Free North Korea Radio (FNK) menduga, ia menjalani operasi pada pergelangan kakinya. Sementara, pejabat Korea Utara hanya mengatakan pemimpin mereka sedang mengalami “ketidaknyamanan”. Tak ada penjelasan lebih lanjut soal itu

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tak muncul di depan publik selama 3 minggu. Juga absen ke rapat kenegaraan yang penting, padahal ia datang tiap tahun sejak mewarisi kekuasaan dari ayahnya, Kim Jong-il pada tahun 2011 lalu.

Kamis 25 September 2014 kemarin Kim Jong-un tak ada di acara Majelis Agung Rakyat Korea Utara atau parlemen yang dihadiri para pejabat partai, petinggi militer, dan sejumlah organisasi nasional. Kursi istimewa yang disediakan untuknya di panggung tetap kosong — jadi pemandangan yang mencolok di tengah para petinggi Korut di sekelilingnya.

“Kami mengira ia akan datang ke Majelis Agung Rakyat, karena Kim Jong-un selalu hadir dalam acara itu,” kata Yoo Ho-Yeol, dosen studi Korea Utara di Korea University di Seoul seperti dikutip dari CNN, Jumat (26/9/2014).
“Ketidakhadirannya menimbulkan spekulasi, mungkin ada masalah dengan kesehatannya.”

Beredar rumor, pemimpin negara yang masih ‘belia’, baru berusia 31 itu sedang sakit. Sejumlah pengamat menilai, berat badannya naik. Kim Jong-un juga terlihat lemas dan berjalan sedikit pincang pada bulan Juli.

Berdasarkan data peliputan kantor berita Korut KCNA, ‘Supreme Leader’ kian sedikit muncul di depan publik. Pada bulan Juli ada 24 acara yang ia kunjungi, 16 kegiatan pada Agustus, dan hanya satu acara pada bulan September. Penampilan di depan umum terakhirnya pada sebuah konser pada 4 September, kala itu ia dihadiri sang istri, Ri Sol Ju. “Mirip dengan apa yang terjadi pada 2008 lalu saat Kim Jong-il sakit parah,” kata Yoo.

Menanggapi rumor yang beredar soal kesehatan sang pemimpin, sebuah pengumuman, dengan media dokumenter, disampaikan media pemerintah Korut. Isinya mengabarkan bahwa Kim Jong-un sedang ‘tak enak badan’.

“Kekayaan dan kemakmuran sosialisme negara ini adalah berkat upaya sungguh-sungguh dari pemimpin kita, yang memberikan petunjuk bagi kita, seperti kerlip api, meskipun sedang merasa tak nyaman. Dokumenter itu juga menyorot kursi kosong yang seharusnya jadi tempat duduk Kim Jong-un,” demikian disiarkan KCNA.

Mayang Prasetyo Transjender Indonesia Yang Dimutilasi dan Direbus Di Australia

Kepolisian Australia menggerebek kediaman Marcus Volke (28) setelah para tetangga melaporkan adanya bau tak sedap dari kediaman pria yang berprofesi sebagai juru masak itu. “Baunya seperti daging mentah yang dibiarkan begitu saja selama beberapa hari,” kata tetangga Volke, Courtney Reichart, seperti dikutip ABC.

Courtney mengaku sudah mencium bau itu sejak Rabu pekan lalu, tetapi tidak mengindahkannya hingga kian hari kian menyengat. Saat memasuki rumah itu, polisi sangat terkejut karena mendapati bagian tubuh Mayang Prasetyo tengah dimasak di dalam panci yang sedang dipanaskan di atas kompor.

Bagian tubuh lain perempuan yang diduga adalah seorang transjender itu ditemukan di sebuah tempat sampah di luar apartemen sang koki. Polisi kemudian menemukan jasad Volke di dalam sebuah tempat sampah besar di dekat apartemen tersebut. Sejumlah laporan menyebut Volke melukai lehernya sendiri.Mayang Prasetyo, seorang warga negara Indonesia yang menjadi korban pembunuhan dan mutilasi di Brisbane, Australia, dikatakan adalah seorang pekerja seks komersial (PSK) kelas internasional.

Seperti diberitakan oleh media Australia, dalam menjalankan profesinya sebagai PSK, Mayang memasang tarif sebesar Rp 5 juta per jam. “Seorang wanita transjender yang dibunuh dan dimutilasi oleh suaminya di sebuah apartemen di Brisbane adalah PSK ‘kelas tinggi’,” tulis media Australia Couriermail, Selasa (7/10/2014).

Media tersebut menulis, Mayang memasang tarif sebesar Rp 5 juta per jam atas jasanya. Mayang juga diketahui memasarkan jasa sebagai pekerja seks secara online. Dalam promosinya di media online, Mayang mengaku sebagai “PSK internasional”. Dalam salah satu iklan yang dibuat untuk menawarkan jasa sebagai pekerja seks, Mayang menulis, “Ambil saya sekarang sebelum terlambat.”

Nining Sukarni, ibu dari Mayang Prasetyo, saat dihubungi Couriermail.com.au mengatakan, Febri, panggilan Mayang, merupakan tulang punggung keluarga. Nining mengatakan, Mayang selalu mengirimkan uang ke Indonesia, terutama bagi dua adik perempuan yang masih berusia 15 dan 18 tahun.

Pada Sabtu (4/10/2014), Kepolisian Australia menggerebek kediaman Marcus Volke (28) setelah para tetangga melaporkan adanya bau tak sedap dari kediaman pria yang berprofesi sebagai juru masak itu. Saat dilakukan pemeriksaan di dalam rumah, polisi sangat terkejut karena mendapati bagian tubuh Mayang Prasetyo tengah dimasak di dalam panci yang sedang dipanaskan di atas kompor.

Bagian tubuh lain perempuan yang kemudian diketahui sebagai seorang transjender itu ditemukan di sebuah tempat sampah di luar apartemen sang koki. Polisi kemudian menemukan jasad Volke di dalam sebuah tempat sampah besar di dekat apartemen tersebut. Sejumlah laporan menyebut Volke melukai lehernya sendiri. Pasangan Volke dan Mayang baru pindah ke apartemen di wilayah elite Teneriffe yang terletak di pinggiran kota Brisbane.

Pasangan Volke dan Mayang baru pindah ke apartemen di wilayah elite Teneriffe yang terletak di pinggiran kota Brisbane. Volke bertemu Mayang saat mereka bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar internasional. “Dia baru saja pulang. Semuanya tampak normal, dan dia pulang untuk merayakan Natal,” kata ibunda Marcus, Dorothy Volke.

Kepolisian kini masih menyelidiki kasus pembunuhan sadis yang mengguncang warga Brisbane tersebut. Keluarga berharap jasad Mayang Prasetyo alias Febri Andriansyah (27) dibawa ke Indonesia untuk dimakamkan di kampung halamannya. Hal tersebut disampaikan ibu korban, Nining Sukarni (45), saat ditemui di rumah kontrakannya di sebuah gang di Kelurahan Sukamenanti, Bandar Lampung, Selasa (7/10/2014).

“Keluarga berharap jenazah Febri segera dipulangkan ke Lampung,” kata Nining. Nining mengatakan, ia sebelumnya tak mengira bahwa korban mutilasi adalah anaknya sendiri. Apalagi setelah mengetahui bahwa pelaku pembunuhan adalah suaminya sendiri, Marcus Pieter Volke.”Saya kaget begitu mendapat kabar dari kawan Febri bahwa anak saya meninggal dbunuh suaminya sendiri,” kata Nining.

Menurut keterangan keluarga, Mayang dan Volke menikah di Denmark pada 1 Agustus 2013 lalu. Keduanya kemudian tinggal di Australia untuk mengembangkan bisnis penjualan dan perawatan anjing. Bagi keluarga, Mayang adalah tulang punggung keluarga. Dalam sebulan, Mayang kerap mengirim uang antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta untuk membiayai sekolah kedua adiknya serta pengobatan neneknya yang sudah tua. “Dia tulang punggung keluarga ini. Saya sangat sedih anak saya meninggal dengan cara yang mengenaskan,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, Mayang dimutilasi dan bagian tubuh korban direbus oleh pasangannya yang bekerja sebagai chef di kapal pesiar. Febri adalah laki-laki yang mentransformasi jendernya dan mengubah nama menjadi Mayang Prasetyo.Pasangan Marcus Volke dan Mayang Prasetyo pernah mengunjungi Lampung dan menemui orangtua Mayang untuk meminta restu sebelum keduanya memutuskan untuk menikah pada bulan Agustus 2013.

Mayang ditemukan tewas dalam kondisi dimutilasi di apartemen mereka di Brisbane, setelah polisi mendatangi tempat itu karena bau menyengat, Sabtu (4/10/2014) malam. Marcus sempat melarikan diri lewat pintu belakang sebelum ditemukan tewas tidak jauh dari lokasi, diduga karena bunuh diri.

Marcus adalah pria yang berasal dari Kota Ballarat, di luar Kota Melbourne. Menurut informasi yang diperoleh ABC, jenazah Marcus nantinya akan dimakamkan di Ballarat.Sementara itu, pemulangan jenazah Mayang belum menunjukkan kepastian karena masih harus menunggu selesainya penyelidikan polisi. Saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dan berusaha mendapatkan informasi dari rekan-rekan Mayang.

Media lokal di Brisbane melaporkan, ibu Mayang, Nining Sukarni, yang tinggal di Lampung, telah mengetahui musibah yang menimpa anaknya di Brisbane. Dilaporkan, Mayang merupakan anak tertua yang sehari-hari dipanggil dengan nama Febri. Disebutkan pula bahwa Febri selama ini selalu mengirimkan uang untuk kebutuhan sekolah dua adik perempuannya.

“Dia yang menyekolahkan adik-adiknya,” demikian dikatakan Nining Sukarni sebagaimana dilaporkan surat kabar Courier Mail di Brisbane. Ia mengaku terakhir berbicara dengan Mayang pada Kamis pekan lalu. Ia juga menjelaskan bahwa Marcus yang akrab dipanggil “Hit” pernah datang ke Lampung pada tahun lalu bersama Mayang. Mayang sendiri dikabarkan meminta restu dari ibunya sebelum melangsungkan pernikahan dengan Marcus pada bulan Agustus 2013 di luar negeri.

Pasangan ini kemudian pindah ke Brisbane. Namun, Mayang dilaporkan sering mengeluh bosan dan selalu ingin kembali ke rumah mereka di Bali. “Saya bilang ke dia, jangan suka berantem ya, harus saling baikan,” demikian dikatakan Nining seperti dilaporkan media lokal di Brisbane. Mayang sendiri pernah mengiklankan dirinya dalam sebuah situs online pada tahun 2011 dengan bayaran hingga 500 dollar Australia (sekitar Rp 5 juta) per jam.

Sejauh ini, polisi belum memastikan motif di balik pembunuhan Mayang dan aksi bunuh diri yang dilakukan Marcus Volke.Kisah cinta antara Mayang Prasetyo alias Febri Andriansyah (27) dengan pria Australia, Marcus Pieter Volke, berakhir tragis. Wanita transgender kelahiran Sukamenanti, Bandar Lampung, Provinsi Lampung, itu justru menjadi korban pembunuhan oleh pasangannya itu di apartemen mereka di Brisbane, Australia. Tak hanya dibunuh, tubuh Mayang dimutilasi dan potongan tubuhnya direbus oleh Volke.

Namun, siapa sangka kisah tragis pasangan tersebut menjadi akhir dari cinta yang sebenarnya sudah direstui keluarga Mayang sendiri. Keluarga tak menyangka, peristiwa itu bisa terjadi. “Ibu sebenarnya sudah merestui hubungan mereka. Kami sekeluarga juga sudah merestui saat kakak beserta lelaki bulenya minta izin untuk menikah di Eropa,” tutur Gebi Dendrian, adik Mayang, kepada Tribunnews.com, Selasa (7/10/2014).

Mayang dan Volke sempat berkunjung ke Lampung. Volke memang pendiam, namun keluarga tidak melihat tanda-tanda ada masalah di antara mereka. Hanya saja, Mayang sempat mengeluh kepada ibunya kalau dia tidak betah di Brisbane dan ingin kembali ke Bali. Mayang juga pernah menyebut Volke pencemburu dan temperamental.

Gebi menuturkan, sang kakak merupakan tulang punggung keluarga. Mayang juga yang selama ini membiayai sekolah dirinya dan sang adik, Geni Dendrian. “Kami berharap, jasad kakak bisa dipulangkan untuk dikebumikan di Lampung, karena ini tanah kelahirannya,” tutur dia.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Tatang Budie Utama Razak sebelumnya mengatakan, Mayang diduga dibunuh pada Sabtu (4/10/2014) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Setelah dibunuh, tubuh Mayang lantas dimutilasi. Sebagian potongan tubuhnya ditemukan polisi berada di atas kompor.

Seusai memutilasi tubuh pacar sejenisnya, Volke lantas diduga bunuh diri karena ditemukan luka sayatan di leher.Selama ini, Mayang Prasetyo, korban pembunuhan dengan mutilasi di Brisbane, Australia, adalah tulang punggung bagi keluarga. Kematian Mayang membuat keluarga sangat kehilangan.

Ibu Mayang, Nining Sukarni, mengaku sangat terpukul karena kehilangan anak sulungnya yang punya nama asli Febri itu. Menurut Nining, Mayang rutin mengirim uang ke Indonesia untuk membantu keluarganya di Indonesia, termasuk biaya pendidikan dua saudara perempuannya yang berusia 18 tahun dan 15 tahun.

“Dia membiayai sekolah kedua saudara perempuannya,” kata Nining Sukarni kepadaThe Courier-Mail Australia, di Lampung, Senin (6/10/2014) kemarin. Sukarni mengatakan, Mayang terakhir menghubunginya pada Kamis pekan lalu. Saat itu, Mayang mengaku baik-baik saja dan tidak ada tanda-tanda masalah yang dihadapinya.

Selain itu, Sukarni tak menyangka pasangan Mayang tega melakukan perbuatan itu. Menurut dia, Marcus Volke telah mengunjungi Indonesia tahun lalu. Dia tampak berperilaku tenang dan baru saja mulai bekerja di sebuah restoran Brisbane. Sebelum menikah dengan Volke di luar negeri bulan Agustus tahun 2013, Mayang meminta restu kepada ibunya Sukarni. Namun, kata Sukarni, belakangan ini Mayang mengeluh mulai bosan dan ingin pulang ke Bali, di mana pasangan itu memiliki rumah.

Kata Sukarni, Mayang pernah bercerita bahwa suaminya pencemburu. Volke juga temperamental setiap kali Mayang mengutarakan keinginannya meninggalkan Brisbane. “Febri tidak merasa betah tinggal di Brisbane. Bagaimanapun ia berusaha, namun rasa tidak betahnya tidak hilang,” kata Sukarni. “Saya mengatakan kepadanya untuk bersabar satu sama lainnya, bukan malah bertengkar,” tambahnya.

Namun, kisah Mayang dan Volke berakhir tragis. Polisi menemukan Mayang tewas dalam kondisi mengenaskan, Minggu (5/10/2014). Bagian tubuhnya dimutilasi dan sebagian sedang direbus di atas kompor. Volke sempat melarikan diri saat apartemennya digerebek polisi. Namun, tak lama kemudian ia tewas diduga bunuh diri. Pada Sabtu (4/10/2014) malam, Marcus Volke kabur ketika polisi menemukan potongan tubuh di apartemennya, di pinggiran Brisbane, setelah sejumlah tetangganya melaporkan terciumnya bau busuk dari kediaman pria tersebut.

Setelah membukakan pintu untuk petugas polisi, Marcus kabur dengan melewati pintu kaca dan kemudian meloncati balkon apartemennya dengan meninggalkan bercak darah di pagar balkon. Tak lama kemudian, tubuh Marcus ditemukan di dalam gudang industri, tempat di mana ia diyakini telah menghabisi hidupnya sendiri. Polisi belum mengkonfirmasi laporan bahwa Marcus telah memasak bagian tubuh pacarnya di atas kompor, ketika petugas tiba di apartemennya.

Ibu Marcus, Dorothy Volke, mengatakan, anak laki-lakinya itu tak pernah menunjukkan gelagat yang aneh. “Saya tak tahu apa yang dilakukannya – terakhir yang kami tahu ia bekerja di kapal,” ujarnya. Ia menuturkan, dirinya tak mengetahui perusahaan tempat Marcus bekerja. “Saya tak tahu, ia selalu berpindah-pindah pekerjaan,” sebutnya. Marcus diyakini bertemu pacarnya, Mayang Prasetyo, saat bekerja di sebuah kapal pesiar internasional.

Dorothy mengungkapkan, ia belum pernah bertemu dengan pacar Marcus, yang menurut sumber ABC berasal dari Indonesia. Para penyidik kini berharap agar kamera CCTV yang dipasang di lingkungan apartemen Marcus mampu mengungkap kejadian tragis pada Sabtu malam itu.

Sejumlah tetangga Marcus melaporkan bau busuk tersebut kepada manajer gedung. Courtney Reichart pertama kali mencium bau busuk pada Rabu (1/10/2014) ketika ia pulang bekerja. Ia mengatakan, bau busuk itu bertambah parah tiap harinya dan tak pernah hilang.

“Pada hari Sabtu, waktu saya keluar rumah untuk berjalan-jalan, baunya membuat mata berair, membuat tiba-tiba mual. Baunya seperti seseorang telah mengeluarkan makanan anjing atau daging merah dan meninggalkannya begitu saja selama beberapa hari,” kisahnya. Kompleks apartemen Marcus dan Courtney baru dibuka dua bulan lalu, selama waktu itu, Courtney hanya pernah bertemu Marcus dan pacarnya beberapa kali.

Courtney mengungkapkan, ia tak pernah mendengar pertengkaran dan pasangan itu memiliki sejumlah anjing. “Mereka pasangan yang normal. Mereka terlihat sangat ramah,” ujarnya seraya menyebut bahwa pacar Marcus adalah sosok yang cantik.

Dari halaman Facebook milik Marcus terlihat dirinya adalah seseorang yang kritis terhadap para pelaku kekerasan perempuan dan binatang. Kurang dari sebulan yang lalu, ia mengunggah sebuah tautan berita tentang seorang pria yang mengalami kekerasan karena membela sekelompok perempuan. Marcus mengomentari pria yang ditulis dalam berita itu sebagai ‘teman seperjuangan’. Pada Juni, ia bahkan meminta agar pelaku kekerasan dikebiri setelah membaca berita tentang dua gadis India yang digantung setelah diperkosa beramai-ramai.

Meninggalnya Mayang Prasetyo di Australia menjadi buah bibir di kalangan transgender yang kerap nongkrong seputaran klub malam Jalan Caplung Tanduk, Senin (7/10/2014).Seorang manajer bar, di saat dimintai keterangan, menuturkan, telah mengetahui berita kematian Mayang berdasarkan kabar yang beredar di kalangan kaum transgender.”Aku dengar si Mayang meninggal di Australia, aku enggak kenal, tapi katanya dulu sering nongkrong di sekitar sini (Jalan Camplung Tanduk, red),” ujarnya.

Sementara penerima tamu di Bali Joe Bar yang tak mau disebutkan namanya juga mengaku telah mendengar kematian Mayang Prasetyo. “Ya dengar matinya, dulu dia sering mangkal dijalan ini (Jalan Camplung Tanduk),” ucapnya. Dilaporkan, Mayang tewas dibunuh oleh kekasihnya, Marcus Volke (28) di Brisbane, Australia. Volke membunuh, memotong, dan merebus potongan tubuh Mayang.

Kepolisian Australia pun menggerebek Volke setelah para tetangga melaporkan adanya bau tak sedap dari kediaman pria yang berprofesi sebagai juru masak itu.”Baunya seperti daging mentah yang dibiarkan begitu saja selama beberapa hari,” kata tetangga Volke, Courtney Reichart, seperti dikutip ABC.Courtney mengaku sudah mencium bau itu sejak Rabu pekan lalu, tetapi tidak mengindahkannya hingga kian hari kian menyengat.

Saat memasuki rumah itu, polisi sangat terkejut karena mendapati bagian tubuh Mayang tengah dimasak di dalam panci yang sedang dipanaskan di atas kompor.Bagian tubuh lain perempuan yang diduga adalah seorang transjender itu ditemukan di sebuah tempat sampah di luar apartemen sang koki.

Polisi kemudian menemukan jasad Volke di dalam sebuah tempat sampah besar di dekat apartemen tersebut. Sejumlah laporan menyebut Volke melukai lehernya sendiri.Pasangan Volke dan Mayang baru pindah ke apartemen di wilayah elite Teneriffe yang terletak di pinggiran kota Brisbane.Volke bertemu Mayang saat mereka bekerja sebagai juru masak di sebuah kapal pesiar internasional.

“Dia baru saja pulang. Semuanya tampak normal, dan dia pulang untuk merayakan Natal,” kata ibunda Marcus, Dorothy Volke. Kepolisian kini masih menyelidiki kasus pembunuhan sadis yang mengguncang warga Brisbane tersebut.

Gadis Yazidi Kisahkan Pengalaman Horornya Menjadi Budak Seks ISIS

Seorang gadis muda dari komunitas agama minoritas Yazidi yang ditangkap Negara Islam di Irak dan Suriah atau yang lebih dikenal dengan nama ISIS melukiskan horor yang dialaminya selama disekap menjadi budak seks kelompok ekstremis itu dan satu satu harapannya agar pasukan muslim Kurdi Peshmerga (milisi Islam Kurdi) datang menjadi pembebas bagi mereka.

Gadis 17 tahun itu mengatakan, dia merupakan salah satu dari sekelompok 40-an perempuan Yazidi yang masih disekap dan hingga kini setiap hari mengalami pemerkosaan oleh kaum militan ISIS. Gadis itu mengatakan, dirinya ditangkap 3 Agustus lalu dalam sebuah serangan ISIS terhadap kota Sinjar di Irak utara dan sekarang sedang disekap dalam perbudakan seksual dengan kondisi mengerikan di sebuah desa di selatan Mosul.

Sejumlah ekstremis asal Inggris yang berperang di Suriah dan Irak telah membual di Twitter dan media sosial lainnya bahwa sejumlah perempuan Yazidi telah diculik dan dijadikan “budak seks”. Gadis muda itu mengatakan, dia sedang ditahan di sebuah bangunan dengan jendela berjeruji dan dijaga sejumlah pria bersenjata.

“Saya mohon kepada Anda untuk tidak memublikasikan nama saya karena saya sangat malu dengan apa yang mereka lakukan terhadap saya. Sebagian diri saya sudah ingin mati saja. Namun, yang sebagian masih berharap bahwa saya akan diselamatkan dan sehingga saya akan dapat merangkul orangtua saya sekali lagi,” katanya kepada harian Italia, La Repubblica. Laporan La Repubblica itu kemudian dikutip sejumlah media lain, antara lain harian The Telegraph dari Inggris. La Repubblica berhasil mewawancarai gadis itu dengan menelepon ke telepon genggamnya. Nomor kontaknya diberi oleh orangtuanya yang kini berada di sebuah kamp pengungsi di Kurdistan, Irak.

Perempuan itu mengatakan, para penculiknya awalnya menyita ponselnya dan semua ponsel milik perempuan lainnya. Namun, para penculiknya kemudian “mengubah strategi”. Mereka mengembalikan ponsel-ponsel para perempuan itu sehingga mereka bisa menceritakan kepada dunia luar bagaimana pengalaman mereka menjadi budak seks yang terjadi pada mereka. “Untuk lebih menyakiti kami, mereka mengatakan kepada kami agar menjelaskan secara rinci kepada orangtua kami apa yang mereka lakukan. Mereka menertawakan kami karena mereka berpikir mereka tak terkalahkan. Mereka menganggap diri mereka “superman”. Namun, mereka adalah orang-orang yang tidak punya hati.

Gadis itu melanjutkan, “Para penyiksa kami bahkan tidak mengasihani sejumlah perempuan yang (disekap) bersama dengan anak-anak mereka. Mereka juga tidak mengasihani sejumlah gadis yang masih belia. Beberapa dari kelompok kami bahkan belum genap 13 tahun usianya. Beberapa dari mereka kini tidak lagi mengucapkan sepatah kata pun.”

Perempuan itu, yang oleh La Repubblica diberi nama samaran Mayat, mengatakan bahwa para perempuan itu diperkosa di lantai paling atas bangunan, di dalam tiga bilik. Para gadis dan perempuan dewasa itu diperkosa sampai tiga kali sehari oleh kelompok-kelompok pria ISIS yang berbeda-beda.

“Mereka memperlakukan kami laksana kami adalah budak mereka. Orang-orang itu memukul dan mengancam kami ketika kami mencoba untuk menolak. Saya sering berharap agar mereka memukul saya sedemikian parah sehingga saya mati.” Gadis itu mengatakan bahwa beberapa dari kaum militan itu merupakan orang-orang muda yang baru berperang di Suriah, sementara yang lain merupakan orang-orang tua.

“Jika suatu hari penyiksaan ini berakhir, hidup saya akan selalu ditandai oleh apa yang saya alami dalam minggu-minggu ini. Bahkan, jika saya bertahan hidup, saya tidak tahu bagaimana saya akan menghilangkan horor ini dari pikiran saya. Kami telah meminta para sipir untuk menembak mati kami, membunuh kami, tetapi kami terlalu berharga buat mereka. Mereka terus mengatakan kepada kami bahwa kami adalah orang-orang kafir dan bahwa kami merupakan milik mereka, seperti rampasan perang. Mereka mengatakan kami seperti kambing yang dibeli di pasar.”

Para perempuan tawanan itu berharap datangnya penyelamatan, baik oleh pasukan darat anti-ISIS maupun intervensi internasional. “Satu-satunya harapan adalah bahwa pasukan muslim Kurdi Peshmerga (milisi Islam Kurdi) datang dan menyelamatkan kami. Saya tahu Amerika mengebom (posisi ISIS). Saya ingin mereka bergegas dan mengusir mereka semua keluar karena saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa bertahan. Mereka sudah membunuh tubuh saya. Sekarang mereka sedang membunuh pikiran saya.”

Dia mengatakan, dia pernah mendengar sejumlah wanita Kristen Arab juga telah ditangkap dan dipenjarakan sebagai budak seks oleh ISIS. Namun, kelompoknya hanya terdiri para perempuan Yazidi, yang semuanya berasal dari kota Sinjar.

Kota itu terletak di kaki Gunung Sinjar, di mana ribuan warga Yazidi terpaksa mengungsi bulan lalu setelah dikepung ISIS. Walau banyak dari pengungsi itu akhirnya berhasil melarikan diri ke gunung, yang lainnya ditangkap kelompok ekstremis.

PBB telah menuduh ISIS melakukan pembersihan etnis di Irak utara. Kelompok militan itu dikatakan telah melakukan penahanan dan eksekusi massal di kantong kelompok-kelompok minoritas di wilayah itu.