ISIS Pancung Warga Muslim Amerika Abdul-Rahman Kassig Sebagai Hadiah Buat Obama

Sebuah rekaman video yang muncul di internet mengklaim bahwa kelompok milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah membunuh seorang pekerja kemanusiaan muslim asal Amerika Serikat bernama Abdul-Rahman Kassig. Tayangan video tersebut menunjukkan seseorang berdiri di dekat sebuah kepala yang diklaim sebagai Kassig. Keaslian video, yang juga menayangkan pembunuhan sekelompok serdadu Suriah tersebut, belum diketahui secara pasti.

Abdul Rahman-Kassig (26) dulu dikenal dengan nama Peter sebelum dia menjadi seorang mualaf karena kepeduliannya terhadap sesama muslim yang menderita di Suriah. Kassig berasal dari negara bagian Indiana, AS. Orangtua Kassig mengatakan, putranya sedang bekerja untuk organisasi bantuan kemanusiaan yang didirikannya, Tanggap Darurat dan Bantuan Khusus (SERA), ketika ia disergap ISIS dalam perjalanan ke Deir Ezzor di Suriah timur tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara sebelum penculikannya, Peter Kassig menggambarkan dirinya sebagai seorang idealis yang menemukan makna dan tujuan dalam Islam dan kemudian bekerja sebagai pekerja kemanusiaan di tengah-tengah kompleksitas konflik Timur Tengah. Peter Kassig ditampilkan pada akhir video yang menunjukkan kematian sandera asal Inggris, Alan Henning. Orangtua Kassig bulan lalu merilis surat yang ditulis putra mereka yang ditawan.

“Ini adalah hal tersulit yang dilalui seorang pria. Stres dan ketakutan luar biasa. Mereka memberi tahu kami bahwa ayah dan ibu telah menelantarkan kami dan tidak peduli. Namun, tentu kami tahu ayah dan ibu melakukan semua yang bisa dilakukan,” ujar Kassig saat itu. “Jangan khawatir, ayah. Jika saya tiada, saya tidak akan berpikir apa pun, kecuali yang saya tahu itu benar bahwa ayah dan ibu mencintai saya lebih dari bulan dan bintang-bintang,” tambah pemuda itu.

Di tengah gencarnya serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan koalisi internasionalnya terhadap basis ISIS, baik di Suriah maupun Irak, kelompok radikal itu kembali membuat sebuah kejutan pahit untuk AS.
Melansir Reuters, Minggu (16/11/2014), ISIS kembali mengeluarkan sebuah klaim yang menyebutkan bahwa mereka telah mengeksekusi mati salah seorang pekerja sosial asal AS, Petter Kassig. Pemuda 26 tahun itu diekeskusi dengan cara dipenggal oleh ISIS.

Berbeda dengan klaim sebelumnya, dimana ISIS mengeluarkan sebuah video yang menunjukan pemenggalan korban, kali ini eksekusi tak diperlihatkan. Dalam video terbaru yang dirilis ISIS, nampak seorang anggoa ISIS yang menggunakan tutup kepala, menginjak sebuah kepala yang berlumuran darah. “Ini adalah Peter Edward Kassig, seorang warga AS,” ucap pria tersebut dengan menggunakan aksen Inggris. Belum diketahui kapan dan dimana pemenggalan itu terjadi. Keaslian video itu pun masih diragukan karena belum mendapat verifikasi oleh pihak AS.

Selian Kassig, dalam video itu juga terlihat beberapa kepala berlumuran darah lainnya tergeletak di tanah. Jika benar, maka ini adalah kali ketiga AS harus melihat warga mereka dieksekusi oleh ISIS. Sebelumnya dua orang jurnalis AS diesekusi mati oleh ISIS dengan cara yang sama. Peter Kassig adalah warga Barat kelima yang dieksekusi oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam sebuah video yang dirilis Ahad kemarin, terlihat seorang milisi menginjak sebuah benda yang diyakini merupakan kepala Kassig yang sudah terpenggal.

Banyak pihak yang menyayangkan kepergian Kassig. Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengaku bahwa Kassig adalah aktivis kemanusiaan yang amat berjasa dan peduli dengan nasib warga muslim Suriah. Dikutip dari NBC News, Senin, 17 November 2014, sebelum menjadi relawan, Kassig adalah seorang tentara AS. Dia dikirim ke Irak pada Maret 2012. Saat bertugas di Irak, Beirut, dan Lebanon, ia melihat banyak sekali masalah yang dialami penduduk di sana. Semuanya serba-kekurangan dan terlalu banyak penderitaan.

“Saya menjalani hidup dengan apa yang saya percayai. Namun saya belum merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu. Di sini, di negeri ini, saya menemukan panggilan hidup. Saya memiliki kesempatan untuk membuat perubahan dan membantu orang-orang di sini,” tulis Kassig dalam pesan yang ditulisnya pada 18 Maret 2012 lalu. Setelah 18 bulan membantu warga, ia memutuskan untuk mendirikan organisasi non-pemerintah bernama Special Emergency Response and Assitance (SERA). Lalu ia pindah ke Turki dan membuat SERA jauh lebih besar untuk membantu warga Suriah yang kabur dari konflik negaranya.

Oktober 2013, Kassig ditangkap oleh ISIS saat sedang mengantarkan peralatan medis dengan ambulans. Pada waktu yang sama pula, Kassig dilaporkan telah masuk Islam dan berganti nama menjadi Abdul-Rahman Kassig. Awal bulan lalu, ISIS merilis video penyekapan Kassig. Pria 26 tahun itu muncul dalam video pemenggalan Allan Henning, relawan asal Inggris. Kala itu, ISIS mengancam akan membunuh Kassig jika Amerika Serikat tidak menghentikan serangan ke Suriah untuk menghancurkan ISIS.

Berkaitan dengan eksekusi terhadap Kassig, akun Twitter khusus untuk keluarga Kassig saat ini memiliki 1.779 pengikut. Setelah video kematian Kassig beredar, akun bernama Kassigfamily itu berkicau, “Kami sangat hancur ketika menyadari bawa anak kami telah kehilangan nyawanya karena menunjukkan cintanya kepada warga Suriah.”

Video yang dirilis oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai klaim kematian relawan Amerika Serikat, Peter Kassig, ternyata menyimpan sejumlah kejanggalan. Untuk pertama kalinya, setelah eksekusi empat sandera sebelumnya, video Kassig tidak menampilkan adegan pemenggalan, tidak menyampaikan ancaman, dan tidak pula menyebut target selanjutnya. Dalam video itu, tahu-tahu seorang anggota ISIS sudah menginjak kepala yang diduga adalah kepala Kassig yang sudah terpenggal.

ISIS justru berfokus pada pemenggalan terhadap lebih dari 20 tentara Suriah oleh sejumlah anggotanya. Salah satu algojo lalu mengecam Presiden Barack Obama lantaran menyisakan tentara AS di Irak sejak penarikan pasukan pada 2004. Seorang pengamat anti-ekstremis Irak dari Qulliam Foundation, Haris Rafiq, menelaah arti kejanggalan video itu. Rafiq memprediksi keanehan itu mengindikasikan keadaan ISIS kini sedang tertekan.

“Seperti seekor binatang yang terluka, mereka akan semakin ganas dan brutal untuk melindungi diri dan mengancam musuh. ISIS ingin menunjukkan bahwa mereka masih kuat meski dihujani serangan dari aliansi Amerika,” kata Rafiq, seperti dilaporkan CNN, Senin, 17 November 2013. Rafiq menjelaskan, sisi brutal yang ingin ditunjukkan ISIS menandakan bahwa mereka sedang terpojok. “Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa lebih keji dalam keadaan putus asa,” kata Rafiq.

Sementara itu, pensiunan Angkatan Darat AS sekaligus ahli kontraterorisme, Letnan Kolonel Joe Ruffini, berpendapat, video itu dirilis untuk menakut-nakuti warga Suriah dan Irak. Ruffini mengatakan ISIS ingin kemauannya dituruti oleh negara yang telah mereka kuasai. “ISIS seperti ingin berkata, ‘Saat kami meminta Anda melakukan sesuatu, Anda akan tahu apa konsekuensinya jika menolak’,” kata Ruffini.

Daveed Gartenstein-Ross, petinggi Yayasan Pertahanan Demokrasi, mengatakan mungkin terjadi masalah serius sebelum Kassig dieksekusi. “Kemungkinan yang paling besar adalah terjadi hal yang tidak beres, di luar dugaan ISIS, ketika mereka memenggal Kassig,” kata Ross.

Algarh Muslim University Larang Mahasiswi Ke Perpustakaan

Salah satu universitas tertua di India, Selasa (11/11/2014), memutuskan untuk melarang perempuan memasuki perpustakaan universitas itu karena dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi para mahasiswa. Shadab Bano, asisten profesor di Algarh Muslim University (AMU) mengatakan para mahasiswinya dilarang memasuki perpustakaan dengan berbagai alasan.

“Kami sudah melawan larangan ini sejak lama. Setiap kali kami mengajukan tuntutan, pengelola selalu merespon dengan berbagai alasan aneh untuk mencegah perempuan menggunakan perpustakaan,” kata Shadab. “Awalnya mereka beralasan jalan menuju perpustakaan tidak aman untuk perempuan kini mereka memberikan alasan lain,” lanjut Shadab. Sementara itu, Menteri Pendidikan India Smriti Irani dikabarkan sangat marah setelah membaca kabar ini di harian The Times of India. Menteri Irani menyarahkan Wakil Rektor AMU Zameer Uddin Shah atas masalah tersebut.

Sebelumnya Shah pernah mengatakan jika perempuan diizinkan masuk ke perpustakaan maka jumlah mahasiswa yang mengunjungi perpusatakaan akan meningkat empat kali lipat. “Saya sudah meminta sekretaris pendidikan tinggi untuk rincian masalah ini dan juga meminta klarifikasi dari pihak universitas. Kabar seperti ini yang datang dari universitas sangat menyakiti anak-anak perempuan kami,” ujar Irani.

Di lain sisi, keputusan AMU yang melarang perempuan menggunakan perpustakaan universitas mengundang banyak kecaman. “Dengan logika aneh anda tuan wakil rektor, maka seharusnya AMU juga melarang perempuan masuk ke dalam ruang kelas,” kata Yogenda Yadav, salah seorang politisi terkemuka India. Menanggapi berbagai kecaman itu, juru bicara AMU mengatakan pernyataan wakil rektor Zameer Uddin Shah telah salah diartikan.

“Dia hanya mengatakan terkait kondisi infrastruktur universitas, mengizinkan para mahasiswi akan membuat perpustakaan terlalu penuh,” ujar juru bicara AMU, Rahat Abrar. “Mereka akan diizinkan masuk saat kondisinya memungkinkan. Saat ini fakultas perempuan sudah memiliki perpustakaan yang memadai dan bisa digunakan para mahasiswi,” tambah Abrar.

AMU yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh merupakan salah satu sekolah yang memiliki akar sistem pendidikan barat. AMU sudah berdiri di wilayah tersebut sejak 150 tahun lalu. Pengadilan Allahabad di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, mengatakan larangan mahasiswi masuk ke perpustakaan utama milik universitas melanggar undang-undang dasar.

Keputusan pengadilan dikeluarkan setelah beberapa ribu mahasiswi strata satu di Universitas Muslim Aligarh tidak diizinkan masuk ke perpustakaan Maulana Azad, perpustakaan utama perguruan tinggi itu. Rektor universitas itu, Letnan Jenderal Zameeruddin Shah menyebut, larangan itu didasarkan anggapan, kehadiran mahasiswa putri akan menarik perhatian banyak mahasiswa. Disebutkan pula, jumlah kursi tidak mencukupi untuk mahasiswi.

Rektor berdalih pula, jalan menuju perpustakaan cukup jauh dari tempat belajar mahasiswi, membuat para mahasiswi rentan terhadap pelecehan seksual dalam perjalanan menuju perpustakaan. Karenanya universitas itu menyarankan mahasiswi untuk meminjang buku secara secara online. Kebijakan perguruan tinggi tua di India utara itu menuai kecaman-kecaman pedas. Selain kelompok dosen dan mahasiswa, kecaman juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan India Smriti Irani.

Namun sejauh ini belum jelas tindakan apa yang diambil oleh pemerintah pusat untuk mengatasi masalah itu.

Tidak Mau Di Poligami … Kaum Wanita Arab Pilih Menikah Dengan Pria Asing

Kaum perempuan Arab Saudi kembali melirik warga negara barat sebagai prioritas satu untuk menjadi pasangan hidupnya. Alasan mereka demi menjaga stabilitas dan menyelamatkan tali perkawinan. Di antara mereka banyak yang mengatakan memilih warga barat agar perkawinannya tidak mudah berakhir dalam perceraian atau tak mau suaminya poligami.

“Tak terhitung jumlahnya perempuan Saudi yang takut menikah dengan keluarga Saudi karena tingginya angka perceraian,” ucap Hady Makki, seorang perawat di sebuah rumah sakit kepada Arab News. Suad Ali, seorang warga Arab Saudi yang menikah dengan warga asing mengatakan perkawinan antarbudaya sangat umum di beberapa kota di Arab Saudi, seperti di Mekah, Jedah, Madinah, dan Taif.

Seorang konsultan hukum, Abdulaziz Dashnan, menerangkan menurut data statistik 2012, pria-pria Kuwait menempati daftar tertinggi di antara negara-negara Teluk yang menikah dengan perempuan Arab Saudi. Adapun lelaki Yaman, negara di luar Teluk, tergolong paling besar menikahi perempuan Saudi.

Studi lainnya menunjukkan, 118 perempuan Saudi menikah dengan lelaki Pakistan meskipun menikah dengan pria di luar Arab dianggap tabu. Anggota Dewan Syura, Sadaqah Fadel, mengatakan 700 ribu perempuan Saudi menikah dengan warga asing. “Angka itu 10 persen dari populasi perempuan Saudi.”

Abdullah Asiri, konsultan psikiatri di rumah sakit kesehatan mental Abha, mendukung pandangan bahwa perempuan Saudi membutuhkan rasa aman dalam pernikahannya sehingga mencari pasangan hidup warga asing. “Keamanan merupakan kebutuhan mendasar dalam perkawinan,” ucapnya.

Pemuda Arab Paling Suka Foya Foya

Sebuah studi yang dilakukan oleh Prince Salman Youth Center baru-baru ini menunjukkan fakta bahwa 29 persen pemuda Arab Saudi boros, suka berfoya-foya. Menurut survei lembaga tersebut, mereka senang membeli pakaian, pergi ke rumah makan mahal, dan membawa keluarganya melakukan perjalanan pada akhir pekan dengan biaya tinggi.

Meskipun demikian, studi ini bertolak belakang dengan temuan survei yang digelar oleh Saudi Youth Planning Trends. Hasil temuan institusi ini menyebutkan 40 persen responden mengaku gemar menabung.

Para peneliti yang terlibat dalam survei tersebut mengajukan pertanyaan kepada sejumlah responden mengenai rencana masa depan mereka. Hasilnya, peneliti menemukan jawaban bahwa 30 persen para pemuda itu memikirkan karier dan ingin mendapatkan pekerjaan bagus. Sebanyak 74 persen para pemuda tersebut yakin bahwa segala kebutuhan harus diperoleh melalui membaca dan mengikuti program pelatihan.

Survei ini juga mendapati bahwa tujuh dari sepuluh pemuda Saudi yang bekerja sebagai pengusaha menerapkan lebih dari 50 persen rencana mereka. Selain itu, 29 persen pemuda Saudi yakin bahwa mereka mudah mewujudkan rencana yang telah dibuat.

Sebanyak 60 persen pemuda yang turut serta dalam survei itu mengatakan mereka mendapatkan banyak pengalaman melalui jejaring media sosial. Sedangkan 40 persen membagi pengalamannya melalui jejaring media yang sama. Sigi menemukan pula banyak pemuda Saudi tidak memiliki rencana masa depan sebab mereka takut apa yang mereka rencanakan sebelumnya tidak bisa diwujudkan. Selain itu, survei ini mencatat bahwa keinginan pribadi, orang tua, teman-teman, dan pendidikan memiliki dampak terbesar pada bagaimana orang-orang muda itu merencanakan masa depan mereka.

Presiden Palestina Mahmud Abbas Tuduh Hamas Sabotase Terbentuknya Negara Palestina Dengan Menyerang Israel

Presiden Palestina Mahmud Abbas menuduh pasukan Hamas melakukan “penghancuran” rekonsiliasi nasional dengan melakukan serangan bom di Jalur Gaza, pekan lalu. Pernyataan itu disampaikan oleh Abbas dalam pidato peringatan kematian mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat pada Selasa, 11 November 2014.

“Para pemimpin Hamas adalah yang bertanggung jawab atas ledakan di Gaza. Mereka mencoba mensabotase dan menghancurkan proyek nasional di Palestina,” kata Abbas, seperti dilaporkan Channel News Asia, kemarin. Awal tahun ini, kedua kelompok gerakan nasionalis menandatangani perjanjian rekonsiliasi dengan tujuan mengakhiri tujuh tahun persaingan di Tepi Barat dan Gaza yang dipimpin oleh pemerintahan yang terpisah. Kesepakatan itu memicu pembentukan pemerintah kosensus nasional yang bermarkas di Ramallah, yang sebelumnya dikuasai Hamas.

Tuduhan itu langsung dibantah oleh Hamas. Juru bicara kelompok Mushir al-Masri mengatakan ucapan Abbas itu bohong. “Pidato Abbas adalah bentuk penghinaan dan tidak jelas. Palestina butuh pemimpin yang berani, bukan pembohong,” kata Al-Masri. (Baca: Israel Nekat Bangun 600 Rumah Yahudi di Palestina)

Abbas juga menuduh kelompok itu memicu ketegangan di Al-Aqsa selama empat bulan terakhir. Untuk itu, Abbas juga akan membuat keputusan tegas untuk membela Al-Aqsa dan gereja-gereja terhadap ekstremis dan pemukiman.

Rusia Setuju Dengan Ide Poros Maritim Bentukan Jokowi

Pemerintah Rusia menyatakan dukungannya terhadap ide poros maritim yang digagas Presiden Joko Widodo. Dukungan ini disampaikan Ketua Dewan Federasi Majelis Federal Federasi Rusia Valentina Ivanovna Matviyenko saat bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Rabu, 12 November 2014.

“Kami sangat tertarik dengan prakarsa Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia sebagai poros maritim di kawasan Asia-Pasifik,” kata Matviyenko setelah bertemu dengan JK di Kantor Wakil Presiden. (

Menurut Matviyenko, ide poros maritim pasti akan mendorong perluasan kerja sama Rusia-Indonesia di kawasan Asia-Pasifik. Dia mengatakan, untuk mewujudkan ide poros maritim, Indonesia perlu melakukan sejumlah pembangunan di bidang infrastruktur. Salah satunya adalah membangun pelabuhan. Dia memastikan Rusia siap membantu mewujudkan ide poros maritim itu.

Selain membahas ide poros maritim, pertemuan Matviyenko dengan JK juga membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. “Khususnya merencanakan peningkatan perdagangan Rusia dengan Indonesia hingga US$ 5 miliar,” ujar Matviyenko.

Rencana pelaksanaan proyek besar di bidang investasi pun menjadi pokok bahasan Matviyenko dengan JK. Salah satunya, rencana pembangunan jalur kereta di Kalimantan dan pabrik aluminium di Indonesia. “Kami juga membahas kesempatan untuk meletakkan sistem teknologi satelit Rusia di Indonesia dan keikutsertaan Rusia dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.”

Bahasan lainnya adalah peningkatan kerja sama kedua negara di bidang militer dan penanggulangan terorisme internasional. “Indonesia adalah mitra kunci bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik,” tutur Matviyenko. Adapun JK menyatakan kedatangan Matviyenko bertujuan mempererat hubungan kedua negara. “Tentu ini sangat penting karena sejak dulu kita memiliki hubungan yang baik dengan Rusia, baik secara politik, perdagangan, maupun investasi,” kata JK.

Video Saat Presiden Putin Pakaikan Mantel Ke Tubuh Istri Presiden Cina Peng Liyuan Di Blokir

Potongan video saat Presiden Rusia Vladimir Putin memakaikan mantel kepada Peng Liyuan, istri Presiden Cina Xi Jinping, sempat ramai dibicarakan oleh netizen di Weibo (Twitter versi Cina) dan aplikasi chatting WeChat. Namun, kini tautan video dengan judul “Putin Gives Peng Liyuan His Coat” dikabarkan sudah diblokir oleh pemerintah Cina.

“Weibo tentang video itu menyebar dengan sangat cepat. Hingga tadi pagi, masih ada sejumlah pengguna media sosial yang membahasnya,” kata seorang pejabat, seperti dilaporkan CNN, Selasa, 11 November 2014. Menurut laporan, pencarian link video, dan komentar terkait dengan adegan itu sudah rusak alias tidak bisa dibuka lewat Internet. Namun, masih terdapat tautan foto tentang keakraban Putin dan Peng di acara APEC di Beijing, Cina, kemarin.

Belum ada komentar resmi dari Presiden Xi ataupun para pejabatnya. Media pemerintah Xinhua dan saluran CCTV yang pertama kali menyiarkan adegan itu juga tidak memberikan komentar. Cina memang berusaha mati-matian agar APEC yang digelar di negaraya dapat memproyeksikan citra yang bersih. Adegan Putin kepada Peng juga bukan satu-satunya yang disensor oleh pemerintah.

Sejak persiapan APEC pekan lalu, pemerintah mengontrol dengan sangat hati-hati nama-nama pejabat Cina di media sosial, khawatir akan ada kritik yang dilayangkan pengguna kepada mereka terkait dengan isu korupsi dan terbaca oleh media asing. Istri Presiden Cina Xi Jinping, Peng Liyuan, mendadak ramai dibicarakan oleh media internasional. Ini dipicu ulah Presiden Rusia Vladimir Putin memakaikan mantel untuk Peng saat acara penutupan APEC di Beijing, Cina, Selasa, 11 November 2014.

Dikutip dari Time, Selasa, 11 November 2014, Peng dulunya adalah seorang penyanyi sopran dan artis panggung yang sangat populer, bahkan lebih terkenal daripada Jinping sebelum menjabat sebagai presiden. Saat itu, wanita 51 tahun ini juga rutin tampil di stasiun televisi CCTV dalam acara perayaan Tahun Baru Cina.

Peng sering mendapatkan penghargaan di berbagai kompetisi menyanyi tingkat nasional. Lagu People from Our Village, Zhumulangma, dan In The Field of Hope membuat Peng semakin dikenal publik. Dia adalah orang Cina pertama yang mendapatkan gelar master dalam bidang musik etnik tradisional pada 1980-an. Peng juga masuk sebagai 57 wanita paling perpengaruh di dunia versi Forbes. Di balik wajah cantiknya, Peng pernah bergabung dengan Tentara Pembebasan Rakyat pada 1980 saat usianya baru 18 tahun. Berawal menjabat sebagai prajurit biasa, kini wanita asal Yuncheng itu memegang peringkat setara sipil mayor jenderal.

Peng menikahi Jinping pada 1987 dan dikaruniai seorang putra bernama Xi Mingze. Para pejabat propaganda tengah berupaya membangun citra Xi dan Peng sebagai pasangan yang romantis dan penuh kasih yang dicintai oleh warga Cina.